Pakai Jersey Qatar di Piala Asia 2019, Pria Inggris Ditahan di UEA

Oleh: Yantina Debora - 6 Februari 2019
Dibaca Normal 1 menit
Ali Issa Ahmad ditahan di Uni Emirat Arab karena gunakan jersey Qatar saat laga Piala Asia 2019.
tirto.id - Seorang pria Inggris ditahan di Uni Emirat Arab (UEA) karena menggunakan jersey Qatar selama pertandingan Piala AFC pada 22 Januari 2019.

Dikutip dari Aljazeera, pria Inggris tersebut bernama Ali Issa Ahmad (26), seorang penggemar sepak bola dan klub Arsenal dari Wolverhampton di Inggris.

Dia ditahan dan dipukuli karena mengenakan jersey yang menunjukkan dukungan kepada Qatar dalam pertandingan grup antara Qatar melawan Irak di ibukota, Abu Dhabi.

Menurut temannya, Lokie, Ahmad meminta bantuan untuk dibebaskan. Dia ditahan kembali dan dituduh berbohong setelah melaporkan kepada polisi mengenai kejadian penyerangan terhadap dirinya.

"Kami tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya, tetapi ia ditahan karena ia dituduh melakukan tuduhan palsu terhadap keamanan UEA," kata Lokie. "Dia bilang dia ditahan di tempat bernama Al Sharjar."

Menurut laporan The Guardian, Ahmad tidak mengetahui mengenai penggunaan jersey Qatar merupakan pelanggaran yang dapat dihukum dengan denda besar dan masa hukuman penjara yang panjang.

Kedutaan UEA mengatakan sedang menyelidiki kasus penangkapan tersebut dan Kantor Luar Negeri (FCO) mengatakan pihaknya menawarkan dukungan terkait penyelidikan itu.

Dari situs web FCO ini berisi informasi bagi para pelancong ke UEA yang tertulis, “Pihak berwenang UEA mengumumkan pada 7 Juni 2017, menunjukkan simpati kepada Qatar di media sosial atau dengan cara komunikasi lainnya adalah pelanggaran. Pelanggar bisa dipenjara dan dikenakan denda besar. ”


Sanksi untuk bakal dijatuhkan kepada pihak yang mempromosikan Qatar. Hal itu berkaitan dengan terputusnya hubungan diplomatik antara kedua negara pada Mei 2017. UEA menuduh Qatar merusak keamanan dan stabilitas di kawasan itu dengan mendanai dan menampung kelompok-kelompok teroris.

Dikutip dari Reuters, Uni Emirat Arab membantah laporan mengenai pihaknya yang telah menahan seorang pria Inggris karena menunjukkan dukungan kepada Qatar dalam sebuah turnamen sepak bola di UEA. Tetapi dia telah ditahan karena membuat klaim serangan palsu kepada polisi.

"Polisi membawanya ke rumah sakit di mana seorang dokter yang memeriksanya menyimpulkan bahwa luka-lukanya tidak konsisten dengan catatan kejadian dan tampaknya ini dilakukan sendiri," kata pemerintah.

Ahmad kemudian mengakui telah membuat pernyataan palsu dan membuang - buang waktu polisi setelah dia didakwa pada 24 Januari. Kasusnya akan diproses melalui pengadilan UEA.

Baca juga artikel terkait PIALA ASIA 2019 atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Sosial Budaya)


Penulis: Yantina Debora
Editor: Agung DH