Pacu Investasi Infrastruktur, Kadin akan Datangkan Ribuan Investor

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 10 Oktober 2019
Kadin Indonesia siap membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan investasi pembangunan infrastruktur dalam negeri yang ditaksir mencapai 429,7 miliar dolar AS atau setara Rp6.000 triliun hingga lima tahun ke depan.
tirto.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia siap membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan investasi pembangunan infrastruktur dalam negeri yang ditaksir mencapai 429,7 miliar dolar AS atau setara Rp6.000 triliun hingga lima tahun ke depan.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Konstruksi dan Infrastruktur Erwin Aksa mengatakan salah satu cara yang diambil Kadin dalam memenuhi kebutuhan tersebut adalah dengan menggelar Indonesia Infrastructure Week (IIW).

"Kami bekerjasama dengan Bappenas dengan kembali menggelar ajang Indonesia Infrastucture Week (IIW), pada 6-8 November 2019 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta," kata Erwin dia di Menara Kadin, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2019).

Bukan tanpa sebab, Kadin membantu pemerintah. Pasalnya, alokasi anggaran dari APBN untuk infrastruktur sampai dengan lima tahun ke depan tidak cukup dalam memenuhi kebutuhan investasi infrastruktur senilai Rp6.000 triliun tersebut.

Alhasil, pemerintah mendorong peran sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta Pembiayaan lnvestasi Non Anggaran Pemerintah (PINA).

"Kami harap IIW bisa membantu pemerintah dalam mengakselarasi pembangunan infrastruktur nasional. Tentunya melalui ajang ini sinergi swasta dengan pemerintah dan juga para investor dapat terbangun dengan Iebih baik,” jelas Erwin.

Jika tidak ada aral melintang, IIW 2019 akan dihadiri oleh sekitar 16,000 pengunjung, mulai dari profesional pada sektor energi, air dan pengolahan limbah, perkeretaapian, pelabuhan, utilitas, konstruksi serta transportasi.


Baca juga artikel terkait PROYEK INFRASTRUKTUR atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Ringkang Gumiwang
DarkLight