Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Lampung Utara sejak Minggu malam kemarin. Sebelumnya penyidik berhasil membekuk empat orang termasuk Bupati Agung Ilmu Mangkunegara, hari ini KPK menangkap tiga orang lainnya.

"Sampai pagi ini, total yang diamankan tim KPK berjumlah 7 orang," kata Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah lewat keterangan tertulis pada Senin (7/10/2019).

Tiga orang yang ditangkap belakangan berasal dari unsur pejabat setara kepala seksi dan pihak swasta. Empat orang yang ditangkap sebelumnya terdiri atas satu orang perantara, dua orang kepala dinas, dan Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara.

Selain itu, KPK pun menyita uang Rp600 juta. Jumlah ini bertambah dibanding informasi sebelumnya yang menyatakan hanya menyita Rp 200 juta. Diduga seluruh uang tersebut berkaitan dengan proyek di Lampung Utara.

"Total uang yang diamankan sekitar Rp600 juta. Diduga terkait dengan proyek di Pemkab Lampung Utara," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Senin.


Febri mengatakan saat ini tujuh orang itu sedang dalam perjalanan menuju Gedung Merah Putih KPK lewat jalur darat dan kini sudah ada di Pelabuhan.

"Berikutnya dilakukan perjalanan menyeberangi Selat sunda dan dibawa ke kantor KPK di Jakarta untuk proses lebih lanjut," kata Febri.

Bupati Lampung Utara Diperiksa

Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara tiba di gedung KPK Jakarta, Senin untuk menjalani pemeriksaan lanjutan usai operasi tangkap tangan (OTT) pada Minggu (6/10/2019).

Agung yang mengenakan jaket kulit hitam itu tiba di Gedung KPK sekitar pukul 10.10 WIB setelah dibawa melalui jalur darat dari Lampung.

Ia hanya melontarkan senyum kepada awak media sebelum memasuki Gedung KPK.

Sebelumnya, KPK menangkap Agung bersama enam orang lainnya. Enam orang lainnya terdiri dari dua kepala dinas, satu orang perantara, pejabat pemkab setingkat kepala seksi, dan swasta.

Tujuh orang yang ditangkap tersebut langsung dibawa ke Jakarta melalui jalur darat.

Dalam waktu paling lama 24 jam akan ditentukan status hukum, perkara, dan orang-orang yang ditangkap tersebut.

"Info lebih lanjut akan kami sampaikan melalui konferensi pers malam ini," kata dia.