Orang Terkaya Jeff Bezos Cerai, Harta Gana-Gini Bukan "Masalah"

Jeff Bezos, pendiri Amazon dan CEO Amazon, berbicara di The Economic Club of the Milestone Celebration Washington di Washington. AP / Tebing Owen
Oleh: Dea Chadiza Syafina - 16 April 2019
Dibaca Normal 3 menit
Perceraian seorang CEO perusahaan bisa berpotensi berdampak terhadap perusahaan, tak cuma soal harta gana-gini.
tirto.id - Pada Kamis (4/4), pukul 10.10 waktu setempat, pendiri sekaligus CEO Amazon.com, Jeff Bezos, mengumumkan perjanjian perceraian dengan sang mantan istri, MacKenzie. Orang terkaya di dunia versi Forbes Billionaires 2019 dengan total nilai kekayaan senilai $151 miliar ini mengucapkan rasa terima kasih sekaligus pujian terhadap mantan istri yang telah menemani selama 25 tahun.

“Dalam semua pekerjaan kita bersama, MacKenzie telah menampilkan kemampuan secara penuh. Dia telah menjadi pasangan, sekutu sekaligus ibu yang luar biasa. Dia (perempuan) cerdas, banyak akal, penuh kasih sayang, dan saya akan selalu belajar darinya di masa depan yang membentang,” tulis Jeff Bezos melalui akun twitter-nya @JeffBezos.

Saat hampir bersamaan, sang mantan istrinya MacKenzie Tuttle melalui akun Twitter @mackenziebezos memberikan pernyataan. Perempuan berusia 49 tahun ini menyatakan rasa bersyukur bahwa ia telah menyelesaikan proses perceraian dengan Jeff.

MacKenzie menyatakan rasa senangnya dengan melepaskan seluruh kepentingannya di Washington Post dan Blue Origin kepada Jeff. Ia juga memberikan 75 persen saham bersamanya dengan Jeff di Amazon, termasuk hak suaranya atas saham untuk sang mantan suami.

Ini artinya, perempuan yang berprofesi sebagai novelis itu hanya mengantongi 25 persen dari saham bersama mereka. Jumlahnya setara empat persen dari total 16 persen saham bersama mereka di Amazon, setara 78,8 juta saham. Jumlah saham kepemilikan MacKenzie sebanyak 19,7 juta saham dengan nilai ditaksir $35,7 miliar dengan harga saat ini.

Hal itu sekaligus menjadikan MacKenzie Tuttle sebagai perempuan terkaya ketiga di dunia dengan nilai mencapai $68,5 miliar berdasarkan daftar Forbes dan nomor empat terkaya di dunia menurut hitungan Fortune.

Selain berasal dari saham Amazon.com dan berbagai kepemilikan saham lain, kekayaan MacKenzie juga berasal dari pembagian aset pendapatan dan kepemilikan real estate.

Penulis Business Insider Tanza Laudenback menyebut bahwa berdasarkan hukum negara bagian Washington, AS, lokasi Jeff dan MacKenzie tinggal, segala sesuatu yang diperoleh selama pernikahan berlangsung, dianggap sebagai milik bersama. Artinya, aset yang dimiliki Jeff dan MacKenzie dapat dibagi dengan sama besar 50:50. Washington merupakan satu dari sembilan negara bagian AS yang mengatur hal ini.


Kekayaan Jeff Bezos Setelah Cerai



Kondisi kepemilikan saham yang direvisi dan pembagian harta kekayaan selama pernikahan dengan mantan istri, memang menjadikan jumlah kekayaan bersih Jeff Bezos berkurang. Namun, pemilik nama Jeffrey Preston Bezos ini masih memegang gelar orang terkaya di dunia.

Alasannya, karena 75 persen kepemilikan saham bersama dengan MacKenzie sebesar 16 persen di Amazon masih memberikan Jeff sebanyak 59,1 juta saham. Berdasarkan harga pasar saat ini, saham revisi pasca perceraian Jeff di Amazon bernilai sekitar $107,4 miliar. Saham Amazon tersebut menempatkan kekayaan bersih Jeff berada di atas peringkat Bill Gates yang memiliki kekayaan sekira $96,5 miliar menurut catatan Forbes.

Pada 2018, kinerja Amazon menghasilkan pendapatan senilai $230 miliar dan mencatatkan rekor capaian laba bersih perseroan sebesar $10 miliar. Laba bersih perseroan itu naik signifikan dibanding capaian 2017 yang hanya $3 miliar.

Kinerja kinclong Amazon menjadikan Jeff jadi penghuni utama daftar manusia terkaya di dunia mulai 2018 dan 2019. Sebelumnya, Jeff juga langganan daftar orang terkaya di dunia versi Forbes. Bahkan nilai kekayaan Jeff telah melampaui jumlah kekayaan Bill Gates sejak Oktober 2017.

Kendali kepemimpinan Amazon.com masih berada dalam genggaman Jeff setelah perceraiannya dengan MacKenzie. Sang mantan istri memberikan dukungan kendali kepemimpinan ke tangan Jeff. Hal ini tertuang dalam dokumen yang diserahkan kepada komisi sekuritas dan bursa atau Securities and Exchange Commission AS.

Dalam dokumen satu halaman tersebut tertuang bahwa Jeff akan terus menggunakan otoritas suara tunggal atas saham bersama dengan setiap saham tambahan yang dikeluarkan kepada Jeff sehubungan dengan pemecahan saham, dividen saham, rekapitalisasi, reorganisasi, atau sejenisnya. Ini sesuai dengan perjanjian dan proksi pemungutan suara antara Jeff dan MacKenzie. Apa yang terjadi pada Jeff dan MacKenzie sebagai konsekuensi dari perceraian yang berimbas pada kekayaan dan posisi saham seorang pengusaha atau eksekutif perusahaan.



David F. Larcker, Allan L. McCall, and Brian Tayan dalam jurnal terbitan Stanford Closer Look Series berjudul Separation Anxiety: The Impact of CEO Divorce on Shareholders (PDF) mengungkapkan, setidaknya ada tiga potensial akibat perceraian yang melanda pernikahan CEO sebuah perusahaan besar atau berstatus perusahaan terbuka. Pertama, perceraian CEO mungkin akan berdampak pada perusahaan dan perusahaan pemegang saham. Di mana, sang CEO kehilangan kendali atau pengaruh atas perusahaan akibat perceraian yang terjadi.

“Seorang CEO dengan kepemilikan saham yang signifikan di sebuah perusahaan mungkin terpaksa menjual atau mentransfer sebagian dari kepemilikan saham untuk memenuhi persyaratan penyelesaian perceraian. Hal ini dapat mengurangi pengaruh yang dimiliki oleh CEO tersebut dan berdampak pada keputusan mengenai strategi perusahaan, kepemilikan aset serta komposisi kepemilikan saham,” tulis David dkk.

Reaksi pemegang saham atas kerugian kontrol sang CEO di perusahaan tersebut akan bervariasi, tergantung pandangan investor bahwa CEO memiliki kinerja dan tata kelola perusahaan yang berkualitas baik. Begitu pula dengan reaksi pemegang saham yang memiliki pilihan untuk menjual kepada pihak ketiga atau standby buyer ataupun dilepas ke publik.



Kedua, perceraian CEO dapat memengaruhi produktivitas, konsentrasi, serta kinerja seorang CEO. Walter J. Wheatley, Judith F. Vogt, and Kenneth L. Murrell, dalam seri jurnal tentang pernikahan dan perceraian berjudul “The Concern of Divorce in Organizations: A Survey of Human Resource Managers,” mengungkapkan sebanyak 37 persen perusahaan melaporkan perceraian karyawan dan berdampak negatif terhadap produktivitas perusahaan. Secara ekstrem, gangguan perceraian dapat menyebabkan pensiun dini.

Ketiga, perceraian dapat memengaruhi sikap CEO dan memberikan risiko bagi perusahaan. Menurut David Larcker, profesor Pascasarjana Bisnis di Stanford University, CEO yang bercerai dan melepaskan aset pribadi untuk mendanai perceraian, berpeluang untuk menghindari risiko besar dalam bisnis.

Pada kasus perceraian Jeff dan MacKenzie nampak diselesaikan dengan kepala dingin tanpa melibatkan konflik dan drama berkepanjangan yang merugikan kinerja perusahaan. Namun, kejadian semacam ini tidak semua dialami oleh semua pasangan kaya raya.

Perceraian Bill dan Sue Gross misalnya, adalah perceraian yang mengakibatkan perpindahan harta
sebesar $1,3 miliar, jumlahnya memang tak seberapa dibandingkan dengan perceraian Jeff dengan MacKenzie yang mengakibatkan perpindahan harta setidaknya senilai $35 miliar.

Bill Gross merupakan pendiri perusahaan manajer aset bernama Pimco. Akibat perceraian tersebut, Bill kehilangan tempat dalam daftar orang kaya versi Forbes 200 tahun 2018 setelah selama 14 tahun berturut-turut menghuni daftar tersebut.

Pendiri kasino raksasa Wynn Resorts yaitu Steve dan Elaine Wynn yang bercerai untuk kedua kalinya, mengakibatkan perpindahan harta senilai $850 juta. Penyelesaian perceraian membuat Elaine menerima 11 juta saham di Wynn Resorts dan menjadi dewan anggota perusahaan. Akibat perceraian, Steve memilih untuk menjual kepemilikan sahamnya senilai $114 juta dan menggugat perusahaan untuk memperebutkan kepemilikan 9 persen saham.

Perceraian para CEO atau eksekutif perusahaan memang tak hanya soal harta gana-gini tapi dapat memengaruhi kontrol, produktivitas, dan insentif ekonomi dari seorang eksekutif perusahaan atau pengusaha kaya raya.

Baca juga artikel terkait PERCERAIAN atau tulisan menarik lainnya Dea Chadiza Syafina
(tirto.id - Bisnis)

Penulis: Dea Chadiza Syafina
Editor: Suhendra
DarkLight