OJK: Pertumbuhan Kredit Tertahan di 4-4,5% Bila Vaksinasi Lamban

Reporter: Vincent Fabian Thomas - 18 Feb 2021 10:13 WIB
Dibaca Normal 1 menit
OJK mengkhawatirkan sektor riil tumbuh dengan skala yang rendah apabila pandemi COVID-19 berkepanjangan.
tirto.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan penanganan pandemi COVID-19 akan menentukan seberapa tinggi pertumbuhan kredit perbankan pada 2021. Bila pandemi berkepanjangan, OJK memprediksi pertumbuhan kredit akan tertahan di level konservatif yaitu 4-4,5 persen. Angka ini jauh di bawah prediksi OJK awal tahun 2021 di kisaran 7,5 persen.

“Kalau semua itu berjalan sangat lambat dan kita tidak bisa memitigasi dampak dari COVID-19, pertumbuhan demand dan sektor riil belum terlalu recover. Kami perkirakan pertumbuhan kredit masih bisa tumbuh kisaran 4-4,5 persen,” ucap Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK Heru Kristiyana dalam konferensi pers virtual, Kamis (18/2/2021).

Skenario konservatif ini mengasumsikan vaksinasi berjalan lamban dan pandemi yang terus berlanjut. Bila asumsi itu terealisasi, OJK mengkhawatirkan sektor riil tumbuh dengan skala yang rendah dengan demikian belum banyak membutuhkan penyaluran kredit. Di sisi lain, OJK juga memperkirakan kredit para debitur yang tengah menjalani restrukturisasi berpotensi mengalami penurunan kualitas kredit.

Heru pun berharap agar vaksinasi dapat berjalan efektif sehingga perekonomian dapat beranjak normal per Semester II 2021. Jika asumsi ini terpenuhi, OJK meyakini permintaan sektor riil dapat tumbuh dan kredit dapat tumbuh dengan skenario moderat di kisaran 7 persen sesuai prediksi OJK.

Heru menambahkan angka pertumbuhan di kisaran 7 persen sejalan dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) yang telah disetorkan perbankan ke otoritas. RBB yang diajukan industri perbankan mematok perkiraan kredit tumbuh di angka 7,13 persen.

Akan tetapi jika pemulihan ekonomi terjadi lebih cepat yaitu pada Q1 2021, maka pertumbuhan kredit dapat mencapai level yang tinggi atau skenario optimis. Pertumbuhannya diperkirakan bisa mencapai 9-9,8 persen.

“Jika vaksinasi dapat berjalan, pertumbuhan demand meningkat cepat pada triwulan Q1 2021, kami optimis pertumbuhan kredit bisa mencapai 7-9 persen,” ucap Heru.



Baca juga artikel terkait PERTUMBUHAN KREDIT atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Gilang Ramadhan

DarkLight