OJK: Fintech Lending Salurkan Kredit 25,9 Triliun per Januari 2019

Oleh: Hendra Friana - 26 Maret 2019
Sampai Januari 2019, penyaluran pinjaman ke UMKM oleh Fintech P2P Lending telah mencapai Rp25,9 triliun.
tirto.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit kepada UMKM melalui Fintech peer to peer (P2P) Lending telah mencapai Rp25,9 triliun per Januari 2019.

Deputi Komisioner OJK Sukarela Batunanggar mengatakan angka penyaluran kredit tersebut berasal dari 4,3 juta pinjaman yang dilakukan oleh 207.506 lender.

Menurut Sukarela, tingginya pendanaan lewat Fintech P2P Lending tersebut membuktikan bahwa literasi digital berbanding lurus dengan transaksi keuangan yang semakin inklusif.

"Saya melihat sendiri UMKM mendirikan fasilitas pinjaman daerah. Selama memiliki handphone, jaringan internet, juga literasi digital, maka literasi pemahaman keuangan bisa menggunakan ini semua," kata dia dalam seminar "Peran Teknologi Finansial dalam Mendorong Inklusi Keuangan" di Jakarta Selatan, Selasa (26/3/2019).

Berdasarkan data OJK, akumulasi penyaluran kredit lewat fintech lending dalam dua tahun terakhir juga meningkat masing-masing 802,22 persen dan 784,3 persen.

Oleh karena itu, Sukarela menilai perlu ada aturan baru terkait dengan inovasi keuangan digital meski lembaganya kini sudah memiliki regulasi soal Fintech P2P Pending.

"Kami juga terus melakukan sosialiasi perlindungan konsumen, agar misalnya data pribadi tidak hilang dan disalahgunakan gara-gara permainan data," kata Sukarela.

"Silakan membangun kegiatan ekonomi online, [tapi yang] terpenting data pribadi terjamin," tambah dia.

Saat ini, Sukarela mencatat ada 99 fintech yang terdaftar dan disertifikasi oleh OJK. Selain itu, ada 34 fintech dengan 7-8 jenis bisnis baru yang sedang mendaftar ke OJK.

"Rencana bulan depan akan ada seleksi untuk diuji regulation sandbox, hasilnya tentunya setelah diuji tentunya ada enam bulan atau perpanjangan waktu," ujar dia.


Baca juga artikel terkait FINTECH atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Addi M Idhom