1 Agustus 1981

Nyawa MTV Bukan Hanya Video Musik, tapi Juga VJ dan Reality Show

MTV, salah satu pendorong revolusi dalam dunia musik. tirto.id/Sabit
Oleh: Joan Aurelia - 1 Agustus 2018
Dibaca Normal 4 menit
Saluran musik.
Kumpulan video klip
yang paling asyik.
tirto.id - Ada masa di mana Getar Cinta jadi salah satu acara yang dinantikan remaja wanita. Remaja mana yang tak suka mendengar ramalan cinta, bahasan tentang tanda-tanda yang menunjukkan perasaan gebetan, cara menarik hati seseorang, dan berbagai tips penghalau kegalauan tentang asmara. Momen duduk di depan televisi pun memunculkan rasa harap-harap cemas karena menanti solusi perkara cinta yang disampaikan para pembawa acara atau yang lebih dikenal dengan nama Video Jockey (VJ).

Sesekali mereka ditemani bintang tamu yang berasal dari kalangan selebritas idola anak muda seperti Winky Wiryawan atau Angga, vokalis band Maliq D’Essentials. Bintang tamu bikin penonton makin semangat karena membuat saran cinta terdengar lebih dipercaya. Acara ditutup dengan kutipan cinta. Inilah sesi yang bisa menjadi bekal untuk bertemu gebetan di sekolah.

Kisah di atas mungkin terdengar konyol. Tetapi itulah kenyataannya. Tayangan tersebut diproduksi MTV Indonesia pada dekade 1990-an sampai awal 2000-an dan disiarkan dua kali seminggu. Tahun-tahun tersebut ialah masa keemasan MTV Indonesia. Shanty, Alex Abbad, Cathy Sharon, dan Rianty Cartwright pernah jadi pembawa program ini. Mereka adalah orang-orang yang kerap bilang “Love melulu”—tagline acara yang diucap dengan nada manja dan membuat sosok mereka tetap diingat meski umur acara tidak begitu panjang.

Masa keemasan MTV turut memunculkan keinginan sejumlah orang untuk jadi VJ. Program televisi kerap berganti, tetapi posisi VJ selalu dibutuhkan. Wajah seorang VJ bisa tampil dalam sejumlah acara. Selain membawakan program pelengkap seperti Getar Cinta, mereka pun tampil dalam acara musik yang jadi karakter MTV seperti MTV Ampuh (Ajang Musik Pribumi Dua Puluh), MTV 100 % Indonesia, dan MTV Most Wanted.

Berjumpa dan berbincang dengan sejumlah penyanyi internasional adalah momen menggiurkan bagi para VJ. Menjadi sosok populer di dunia hiburan bikin orang-orang ingin jadi pembawa acara di MTV. Sarah Sechan, Daniel Mananta, Nirina Zubir, Nadya Hutagalung, Jamie Aditya ialah beberapa nama yang jadi besar lantaran karier mereka sebagai VJ MTV.

Dalam Shanty: Bongkar Rahasia, Bagi Cerita (2011) bab "University of M TV", selebritas ini mengungkap, “Di zaman gue itu, M TV is all about the VJ’s. Alasan paling utama orang nongkrong di M TV bukan apa, tepatnya siapa. Para VJ inilah yang jadi raja dan ratu di M TV.”

Pada akhir 1990-an, Shanty ingin jadi ratu MTV. Ia mengidolakan Sarah Sechan dan bermimpi untuk bisa ada di posisi sang idola. Selebritas yang kelak dikenal sebagai penyanyi ini menjalani tiga kali audisi sampai lolos jadi VJ MTV.

Lewat buku karangan Shanty dan Ve Handojo itu, Cindy Pareira, produser MTV, berkata bahwa pada masa awal MTV Indonesia, ia sangat selektif dalam memilih VJ. “VJ adalah citra yang mewakili generasi anak muda M TV. Setelah masuk M TV kelakuan mereka pun kami pantau. Jadi jangan sampai ada kelakuan negatif yang ditiru oleh anak-anak muda,” katanya.

Perkataan Cindy kian terbukti saat MTV Indonesia meluncurkan program tahunan VJ Hunt, kompetisi pencarian Video Jockey. Tayangan tersebut menyorot program karantina para VJ mulai dari pelajaran membawa acara sampai pelatihan fisik.

Kejayaan Video Jockey

VJ ialah istilah yang diciptakan tim perancang stasiun televisi MTV. Pada 1 Agustus 1981, tepat hari ini 37 tahun lalu, MTV pertama kali mengudara di New York, Amerika Serikat sebagai stasiun televisi yang fokus menyiarkan video musik selama 24 jam.

Pada masa itu, format MTV merupakan sebuah kebaruan karena konsep video klip belum jamak di kalangan penyanyi dan belum ada acara yang dikemas seperti bentuk visual dari siaran radio. Acara MTV ditayangkan pada saluran TV kabel. Pada penayangan perdana itu pula istilah VJ muncul pertama kali di depan publik.

Ide VJ muncul dari Bob Pittman, konseptor MTV. Dalam I Want My M TV: The Unsencored Story of The Music Video Revolution (2011) pada bab “What’s a VJ?”, Craig Marks dan Rob Tannembaum mengisahkan bahwa Pittman ingin acara musik dibawakan beberapa pria dan wanita dengan karakter berbeda. Ia ingin ada sosok yang tampilannya serupa sebagai gadis manis dan baik-baik, gadis tomboi berdandan rock & roll, pria yang terlihat bukan berasal dari Amerika, dan sosok kulit hitam.

Audisi dibuka satu bulan sebelum MTV diresmikan. Nina Blackwood ialah wanita pertama yang direkrut jadi VJ. Pittman tidak mencari sosok presenter profesional. Ia menyeleksi orang-orang dengan beragam karakter mulai dari yang nyeleneh sampai yang kaku. Blackwood mengirim foto yang telah ia coret-coret pada bagian rambut. “Saya ingin tampilan saya di foto terkesan sebagai anak punk,” katanya dalam VJ: The Unplugged Adventures of MTV’s First Wave (2013).

Selain Blackwood, ada Alan Hunter, Mark Goodman, Martha Quinn, dan John Jackson (JJ). Di antara mereka hanya JJ yang punya pengalaman di ranah penyiaran. Ia punya pembawaan supel dan punya kenalan selebritas. VJ lain bahkan sulit memperkenalkan diri dan tak punya koneksi ke beberapa penyanyi.

Hal yang kemudian terjadi dengan komposisi VJ seperti ini ialah kesalahan penyebutan nama penyanyi dan judul lagu. Pittman mengungkap bahwa episode pertama MTV kacau balau. Beberapa video klip yang ditayangkan pada hari itu ialah "Video Killed the Radio Star" (The Buggles), "She Won’t Dance with Me" (Rod Stewart), "You Better You Bet" (The Who), "Take It on the Run" (REO Speedwagon), dan "Rockin’ the Paradise" (Styx).

Kesalahan pada hari pertama tak serta merta membuat Pittman mengubah formasi VJ. Formasi ini tetap berjalan. Ketidaksempurnaan itu justru dibiarkan tetap terjadi. Vanity Fair menyebut bahwa setahun setelah televisi ini mengudara popularitasnya melonjak cepat. Para VJ mulai dikenal. Tak hanya oleh kalangan menengah ke atas tetapi juga para tunawisma. Penyanyi Elton John bahkan pernah menawarkan diri untuk menjadi VJ tamu. Ini membuat tim MTV merasa bahwa mereka telah melakukan hal yang benar.




Makin Sukses Setelah "Thriller"

Inovasi lain yang dilakukan Pittman selain VJ ialah pembuatan video klip penyanyi. MTV mendanai pembuatan video klip lagu "Thriller" karya Michael Jackson pada 1983. Klip tersebut diharapkan bisa jadi contoh atau panduan bagi penyanyi lain yang hendak membuat video klip.

"Thriller" ialah video klip pertama dengan durasi 14 menit. Dalam satu hari video ini bisa berkali-kali ditayangkan di MTV. Penayangannya pun disertai pengumuman agar publik tidak terlewat menyaksikan klip. "Thriller" diminati dan membuat sejumlah musisi lain menciptakan video klip dengan format serupa.


MTV hendak mengulang kesuksesan "Thriller" dengan mendanai video klip Madonna. Dalam bab "The Two M’s Madonna Touches M TV For The Very First Time", Marks dan Tannembaum menulis bahwa Madonna adalah wanita pertama yang menjadikan video klip sebagai medium provokasi dan eksibisionisme. “Madonna mengisi video dengan adegan salib terbakar, ciuman sesama jenis, sex toys, dan mengekspos belahan dada,” catat Marks dan Tannembaum.

Meski terlihat vulgar, video ini membawa dampak baik bagi MTV.

Nama MTV terus melambung. Pada 1984, mereka mengadakan MTV Video Music Awards untuk pertama kali. Npr melaporkan bahwa kepopuleran MTV sempat dijadikan ajang kampanye Bill Clinton pada 1990-1991.

Pada tahun yang sama, MTV berinovasi lagi dengan menciptakan reality show bertajuk The Real World. Npr mengutip pernyataan Tannembaum yang menyebut bahwa reality show punya rating yang lebih tinggi ketimbang video musik. Sejak 1992, MTV mengurangi penayangan video musik.

Daya tarik MTV masih besar. Pada 1995, MTV Indonesia hadir di stasiun televisi ANTEVE. Pada 2002, MTV Indonesia pindah tayang ke Global TV dengan waktu penayangan yang lebih panjang. Program yang ditayangkan disesuaikan dengan penonton di Indonesia. Selama ditayangkan, MTV Indonesia setidaknya punya sekitar 60 program. Stasiun televisi tersebut berhenti tayang di dalam negeri pada 2015. Stasiun televisi terakhir yang menayangkan program MTV ialah RTV.

Kini, MTV pusat pun tengah berjuang agar dapat bertahan seiring berubahnya zaman. Mereka tidak lagi bergantung pada video musik dan para VJ melainkan pada program reality show seperti Jershey Shore.

Baca juga artikel terkait POP CULTURE atau tulisan menarik lainnya Joan Aurelia
(tirto.id - Musik)

Penulis: Joan Aurelia
Editor: Ivan Aulia Ahsan
DarkLight