Menuju konten utama

Nokia Catat Kerugian 130 Juta Dolar AS di Kuartal Pertama 2019

Nokia catat kerugian 130 juta dolar AS di kuartal pertama 2019.

Nokia Catat Kerugian 130 Juta Dolar AS di Kuartal Pertama 2019
Rajeev Suri, Presiden dan CEO Nokia. ANTARA FOTO/REUTERS/Yves Herman

tirto.id - Nokia melaporkan kerugian kuartal pertama 2019 yang mengejutkan di tengah ketatnya persaingan untuk jaringan 5G yang diperkirakan akan meningkat dalam bisnis tahun ini.

Perusahaan telekomunikasi Nokia mencatat kerugian 116 juta euro atau 130 juta dolar AS di kuartal pertama (Januari-Maret), sementara tahun lalu Nokia membukukan laba 83 juta euro dikutip dari Associated Press.

CEO Nokia, Rajeev Suri Dia mengatakan bahwa pertumbuhan melambat di kuartal pertama ini karena persaingan agresif dengan Ericson dari Swedia dan Huawei dari Cina yang juga meluncurkan 5G.

Persaingan itu memaksa Nokia untuk menawarkan harga rendah guna meraih perjanjian pasar. Hal tersebut, menurut Suri akan menciptakan tekanan jangka pendek. Ia berharap pendapatan dari jaringan 5G meningkat di paruh kedua tahun ini.

Para analis mengatakan bahwa Nokia dan Ericson sedang mencoba memanfaatkan tuduhan yang menimpa Huawei bahwa perangkat perusahaan Cina tersebut dijadikan alat spionase oleh intelijen negaranya, yang membuatnya mengalami penolakan di berbagai negara, terutama AS.

Para ahli mengatakan bahwa ada risiko jika Nokia dan Ericson menekan harga untuk meraih pasar selagi Huawei bermasalah karena akan berimbas pada keuntungan.

“[Pasar] jaringan 5G masih berada dalam tahap awal, dan ekosistemnya belum cukup matang. Nokia menghadapi tantangannya sendiri,” kata Suri.

“Namun secara keseluruhan saya melihat ini meningkat dengan cepat dan pasti. Kami memiliki portofolio [produk] yang unik untuk era 5G. Tetap masih banyak pekerjaan untuk dilakukan di area bisnis tetapi waktunya belum tepat,” katanya.

Saham Nokia turun hingga 9 persen di Helsinki. Sebelumnya pada 2018, sahamnya naik menjadi 30 persen ketika Nokia mulai mengembangkan skema teknologi 5G.

Menurut CNBC, perusahaan yang dulu menjadi penghasil ponsel terbesar di dunia ini memanfaatkan momentum dalam komunikasi nirkabel dengan membuat peralatan dan perangkat 5G.

Nokia membantu Finlandia kembali merajai peta dunia melalui teknologi nirkabel generasi kelima ini.

“Nokia berusaha menjadi pemimpin teknologi lagi di era 5G setelah 15 tahun kehilangan daya karena digerus era ponsel pintar,” kata Tim Hatt, kepala peneliti di GSMA Intelligence.

Nokia bersama beberapa perusahaan lainnya, seperti DoCoMo, Huawei, dan Samsung sedang bersaing merengkuh kesempatan di era 5G.

Baca juga artikel terkait NOKIA atau tulisan lainnya dari Anggit Setiani Dayana

tirto.id - Bisnis
Kontributor: Anggit Setiani Dayana
Penulis: Anggit Setiani Dayana
Editor: Yantina Debora