Nike Akan Rilis Jordan Air Latitude 720 "Fossil" 22 Agustus 2019

Oleh: Wisnu Amri Hidayat - 19 Agustus 2019
Dibaca Normal 1 menit
Jordan Air Latitude 720 dirilis dengan mengusung tema warna "fosil" serta dipadu dengan model ultra high-top
tirto.id - Nike merilis foto resmi seri Jordan Air Latitude 720 "Fossil" pada Kamis (15/8/2019). Foto-foto resmi itu menampilkan penampakan terbaru varian sepatunya, Air Latitude 720, demikian sebagaimana dikutip dari Sneaker News.

Sepatu ini rencananya diluncurkan di situs web Nike.com pada Kamis (22/8/2019). Dengan menggaet model, aktris, sekaligus influencer kenamaan Amerika Serikat, Karruche Tran, Nike ingin menegaskan varian ini sebagai varian Air Jordan khusus untuk kaum hawa yang tetap ingin tampil modis dalam balutan sepatu keluaran Air Jordan.

Air Jordan Latitude 720 dirilis dengan mengusung tema warna "fosil" serta dipadu dengan model ultra high-top dan tali strip yang melintang dari bagian jari kaki hingga ke bagian punggung kaki. Menurut Nike, desain dalam Air Latitude 720 adalah gabungan dalam aspek futuristik, sport, dan keanggunan dalam porsi yang seimbang.

Selain membawa desain yang baru, para penyuka sneaker bisa melihat sedikit nostalgia pada desain strip hitam melintang pada Air Latitude 720.

Penggunaan strip hitam yang membantu kenyamanan pemakai dalam meng-adjust Air Latitude dengan besar kaki pemakainya adalah desain strip yang sama yang digunakan pada Air Jordan 8 yang dipakai oleh sang ikon Michael Jordan pada medio NBA pada tahun 1992 hingga 1993 saat membela klub Chicago Bulls.

Meski terkesan memiliki potongan seperti sepatu bot karena desain ultra high-top nya, harus diakui model seperti inilah yang membawa merek Air Jordan menempati tempat tersendiri di hati para sneakerhead. Air Latitude 720 "Fossil" akan dirilis Nike pada toko-toko berbasis online-nya pada 22 Agustus mendatang dengan harga sekitar 2,8 jutaan.

Air Jordan merupakan sepatu yang dibuat Nike untuk pebasket Michael Jordan pada 1985. Kala itu, Jordan baru saja menjalani musim luar biasa bersama tim basket Universitas North Carolina. Salah satu prestasinya adalah menyabet gelar Pemain Terbaik Kompetisi Tahun 1984. Performa tersebut membuat Chicago Bulls kepincut dan menyodorkan kontrak bermain kepada Jordan.

Tak lama usai bersepakat dengan Bulls, giliran Nike yang mengajak Jordan kerja sama. Jordan pun setuju. Kontrak yang ia tandatangani dengan Nike berdurasi lima tahun dan punya nilai 2,5 juta dolar.

Sadar bahwa Jordan adalah potensi yang mampu mendatangkan banyak uang, Phil Knight, CEO Nike waktu itu, lantas membikin strategi untuk mengenalkan dirinya kepada penggemar basket di AS. Maka, dibuatlah seri sepatu yang kelak mampu menggambarkan identitas Jordan, tak hanya sebagai pebasket tapi juga sebagai brand. Dari sini lah Air Jordan muncul ke permukaan.

Air Jordan versi awal dijual seharga 65 dolar. Warnanya adalah perpaduan hitam dan merah dengan tali berwarna putih. Banyak yang beranggapan, sepatu Air Jordan tak cocok dengan jersey Bulls. Nike tak peduli. Mereka terus tancap gas memproduksi Air Jordan.

Memasuki akhir 1980-an, popularitas Air Jordan seolah tak dapat dibendung. Di fase inilah, logo Air Jordan—gambar Jordan sedang terbang atau biasa disebut “Jumpman”—dibikin. Pembuatnya adalah Tinker Hatfield, desainer Nike yang lulusan arsitektur. Dari lapangan basket, Air Jordan lantas memenuhi rak-rak pertokoan di hampir seluruh Amerika—dan dunia.

Sejak pertama diluncurkan sampai sekarang, Air Jordan bermetamorfosis ke dalam lebih dari 30 seri. Dari Air Jordan Space Jamps, Bordeauxs, Coppers, Concords, Coments, Grapes, Breds, hingga Infrareds. Air Jordan dijual rutin dengan harga 200 dolar per pasang. Untuk model tertentu, bisa dijual dengan harga ribuan dolar.


Baca juga artikel terkait NIKE atau tulisan menarik lainnya Wisnu Amri Hidayat
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Wisnu Amri Hidayat
Penulis: Wisnu Amri Hidayat
Editor: Dipna Videlia Putsanra
DarkLight