Neraca Dagang Juni Surplus, BI Prediksi CAD 2019 Capai 2,5-3,0% PDB

Oleh: Hendra Friana - 16 Juli 2019
Dibaca Normal 1 menit
BI memprediksi surplus perdagangan pada Juni 2019 akan berdampak positif terhadap defisit transaksi berjalan 2019, yakni berkisar di angka 2,5 hingga 3,0 persen terhadap PDB.
tirto.id - Bank Indonesia menilai, surplus neraca perdagangan pada Juni 2019 berdampak positif terhadap prospek Current Account Positif (CAD) atau defisit transaksi berjalan 2019, yang diprakirakan berada di rentang 2,5–3,0 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Ke depan, Bank Indonesia dan Pemerintah akan terus berkoordinasi mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik sehingga tetap dapat menjaga stabilitas eksternal, termasuk prospek neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan," ujar Direktur Eksekutif BI Onny Widjanarko dalam laporan yang dirilis Senin (15/7/2019) malam.

Berdasarkan catatan BI, neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2019 mencatat surplus sebesar 0,19 miliar dolar AS, setelah pada bulan sebelumnya juga mencatat surplus 0,22 miliar dolar AS. Surplus tersebut terutama bersumber dari defisit neraca perdagangan migas yang membaik, sedangkan surplus neraca perdagangan nonmigas stabil.

Impor tercatat masih menyebabkan defisit neraca migas, sementara di sisi perdagangan non migas, surplus neraca perdagangan tercatat stabil dipengaruhi penurunan ekspor nonmigas, di tengah penurunan impor nonmigas.

Neraca perdagangan migas tercatat defisit 0,97 miliar dolar AS pada Juni 2019, membaik dibandingkan dengan defisit pada bulan sebelumnya yang sebesar 1,05 miliar dolar AS. Hal ini ditopang oleh menurunnya impor migas dari 2,18 miliar dolar AS pada Mei 2019 menjadi 1,71 miliar dolar AS pada Juni 2019.

Sementara itu, ekspor migas menurun dari 1,14 miliar dolar AS menjadi 0,75 miliar dolar AS pada Juni 2019. Penurunan terutama terjadi pada komponen ekspor gas sejalan dengan menurunnya volume dan harga ekspor gas.

Di sisi lain, surplus pada neraca perdagangan nonmigas Juni 2019 terpangkas menjadi 1,16 miliar dolar AS,dibandingkan dengan kondisi bulan sebelumnya yang mencatat surplus 1,26 miliar dolar AS. Hal tersebut dipengaruhi oleh penurunan ekspor nonmigas yakni dari 13,69 miliar dolar AS pada Mei 2019 menjadi 11,03 miliar dolar AS pada Juni 2019.

Penurunan terutama terjadi pada komponen bahan bakar mineral, kendaraan dan bagiannya, serta lemak dan minyak hewani/nabati.

Sementara itu, impor nonmigas tercatat sebesar 9,87 miliar dolar AS pada Juni 2019, menurun 2,55 miliar dolar AS (mtm) dibandingkan dengan impor pada bulan sebelumnya. Penurunan impor nonmigas terutama terjadi pada komponen mesin/pesawat mekanik, mesin dan peralatan listrik, serta besi dan baja.


Baca juga artikel terkait NERACA PERDAGANGAN atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno
DarkLight