Naskah Pantomim, Pengertian, dan Contohnya

Oleh: Rizal Amril Yahya - 6 Desember 2021
Dibaca Normal 2 menit
Pantomim adalah seni teater yang pementasannya tidak menggunakan dialog ataupun kata-kata dan mengandalkan gerakan sesuai naskah.
tirto.id - Pantomim merupakan salah satu jenis pertunjukan seni teater yang berfokus pada gerak tubuh dan mimik muka. Pantomim berasal dari bahasa latin, "pantomimus" yang berarti meniru segala sesuatu.

Tiap-tiap adegan dalam pantomim dilakukan sesuai dengan naskah yang telah disusun sebelumnya. Gerak tubuh dan mimik muka aktor yang dipadukan dengan musik pengiring, menjadi kekuatan dalam pementasan pantomim. Hal ini karena pementasan pantomim tidak menggunakan dialog ataupun kata-kata.

Keunikan pantomim terletak pada kemampuan bercerita aktornya hanya dengan gerak tubuh dan mimik muka, tanpa suara maupun dialog.

Menurut buku "Seni Budaya" oleh Eko Purnomo, Deden Haerudin, Biyung Rohmanto, dan Julius Juih (2017:100), pertunjukan pantomim biasanya bersifat lucu, humoris, dan menghibur. Gerakan pantomim biasanya bersifat komikal atau gerakan lucu.

Pantomim biasanya dilakukan oleh satu orang, berpasangan, maupun kelompok. Pementasannya terdiri dari sebuah cerita atau tahapan adegan yang dituliskan dalam sebuah naskah. Naskah pantomim berisi adegan-adegan yang jika disatukan dapat menghasilkan sebuah cerita utuh.

Dikutip dari buku "Seni Budaya (Seni Teater)" oleh Kemendikbud (2020:2), penyusunan naskah pantomim bersumber pada kepekaan sosial, kreativitas, dan intensitas apresiasi pantomim.

Kelucuan, kepekaan sosial, serta krativitas pertunjukan pantomim dapat dilihat dari pementasan yang dilakukan seorang aktor pantomim paling terkenal, Charli Chaplin. Komedian asal Britania Raya itu sukses memasukkan pantomim dalam film layar lebar.

Di Indonesia sendiri, memiliki sejumlah aktor pantomim, seperti Jamek Supardi dan Septian Dwi Cahyo.

Menganalisis Naskah Pementasan Pantomim


Keberhasilan pementasan pantomim—selain faktor keahlian aktornya—besar dipengaruhi oleh naskah yang dipersiapkan sebelumnya.

Tidak seperti naskah teater pada umumnya, naskah pantomim tidak menggunakan dialog, tetapi menunggunakan deskripsi kegiatan tokoh.

Melansir modul "Seni Teater" terbitan Kemendikbud, terdapat beberapa poin penting yang harus diperhatikan untuk menganalisis naskah pantomim, yakni:

1. Judul

Judul pada naskah pantomim perlu diperhatikan dan dipastikan agar sesuai dengan isi ceritanya

2. Tema

Sebuah pementasan pantomim membawa sebuah tema besar yang terlihat dari isi ceritanya. Tema sendiri merupakan ide pokok atau gagasan utama yang terkandung dalam cerita yang dibawakan oleh aktor pantomim.

3. Penokohan

Penokohan dalam naskah pantomim merupakan hal penting karena menjadi arahan aktor dalam melakukan pantomim. Penokohan dalam pantomim sendiri meliputi kondisi fisik tokoh (tua-muda, tegap-bungkuk), kejiwaan/psikologis (senang, sedih), dan sosial.

4. Plot Cerita

Naskah pantomim juga dapat dianalisis melalui plot cerita yang dibangun di dalamnya. Terdapat tiga jenis plot yang digunakan dalam pementasan pantomim, antara lain:

  • Liner: Cerita runtut dari awal hingga akhir.
  • Sirkuler: Cerita melingkar-lingkar, dalam artian cerita memiliki banyak bahasan namun ujung persoalan pada satu inti cerita/peristiwa.
  • Episodik: Cerita memiliki jeda-jeda atau potongan-potongan. Namun, cerita masih berjalan runtut sesuai jeda sebelumnya.

Naskah pantomim sendiri memiliki struktur yang jamak digunakan yaitu:
  • Judul;
  • Keterangan pemain dan karakter (jumlah aktor dan karakternya);
  • Guidung Script (pengantar untuk masuk ke cerita, bisa cara aktor masuk dan/atau panduan musik pengiring);
  • Isi cerita, ditulis dengan urutan penulisan: nama tokoh, nomor adegan (#1, #2, #3), dan deskripsi adegan.

Contoh Naskah Pantomim


Berikut ini merupakan salah satu contoh naskah pementasan pantomim:

HATI PATAH

Jumlah Pemain: 2 orang laki-laki

Karakter: orang kaya dan orang miskin

(Musik fade in sedih)

(Lampu Fade in sayu ke tengah panggung)

Orang Kaya #1 : Duduk disebuah kursi taman di tengah panggung sedih dan gelisah, duduk berubah-ubah posisi.

Orang Kaya #2 : meminum, air putih banyak sekali (botol ilusi).

Orang Miskin #3 : Baju acak-acakan, berjalan sedih, sebelum tiba dikursi lelaki terjatuh tersandung batu (batu Ilusi).

Orang Miskin # 4: Bangun dari jatuhnya kemudian menuju kursi taman (kursi nyata). Duduk saling pandang dengan lelaki kaya. Kemudian mengeluarkan foto (foto ilusi) menciumi foto tersebut.

Orang Kaya #5 : Bergeser dari tempat duduk, sedikit menjauh dengan orang miskin, melihat orang miskin mencium foto, orang kaya itu mengeluarkan foto (foto ilusi) dengan ukuran lebih besar, menciumi dengan hasrat dan tangisan.

Orang Miskin #6: orang miskin melihat orang kaya, melompat dari kursi, seakan berada ditempat yang tinggi tapi tak terjadi apapun.

Orang Kaya #7: orang kaya ini semakin frustasi dia menirukan aktifitas yang dilakukan oleh orang miskin.

Orang kaya & orang miskin #8: keduanya berusaha pingsan hingga menjatuhkan diri berkali-kali tapi tak kunjung pingsan.

Orang miskin #9 : Orang miskin memberikan pistol kepada orang kaya.

Orang kaya & orang miskin #10 : keduanya menodongkan pistol (pistol ilusi) kekepalanya.

Orang kaya # 11 : orang kaya mati karena pistol (pistol ilusi) berisikan peluru.

Orang miskin # 12 : pistol (pistol ilusi) yang dimiliki tak ada pelurunya namun dia pura2 jatuh, tersadar orang kaya mati, kemudian dia bangun dan mengambil dompet dan jam tangan yang dibawah.

Orang miskin #13: Berlari, tersandung kemudian tejatuh pingsan.


Baca juga artikel terkait NASKAH PANTOMIM atau tulisan menarik lainnya Rizal Amril Yahya
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Yonada Nancy
DarkLight