Lebaran 2021

Naskah Khutbah Salat Idulfitri 2021: Buah yang Dipetik Usai Ramadan

Oleh: Beni Jo - 12 Mei 2021
Dibaca Normal 3 menit
Naskah khutbah Idul Fitri, contoh khotbah Lebaran 2021, tema khutbah Idulfitri 2021.
tirto.id - Puasa Ramadan 2021 atau 1442 Hijriah setelah selesai dikerjakan. Sebagai salah satu di antara tuntunan dalam Islam, puasa juga merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT selaku Maha Pencipta dan Maha Segalanya.

Selama satu bulan penuh umat Islam telah menjalani puasa. Dengan cara menahan diri dari rasa lapar dan haus sejak sebelum terbitnya fajar hingga terbenamnya sang matahari.

Puasa yang sudah dijalankan tersebut tidak hanya mengajarkan manusia untuk sebisa mungkin menahan diri dari rasa haus dan lapar saja.

Lebih dari itu, puasa juga telah menuntun umat untuk senantiasa menahan diri dari segala cobaan yang ada hingga membentuk jati diri seorang muslim yang baik.

Berdasarkan salah satu hadis, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

"Barangsiapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni," (HR Ibnu Majah).

Dalam versi lain, hadis riwayat Muslim juga menyebutkan:

"Jarak antara shalat lima waktu, shalat jum’at dengan jum’at berikutnya dan puasa Ramadan dengan Ramadan berikutnya merupakan penebus dosa-­dosa yang ada diantaranya, apabila tidak melakukan dosa besar".

Melihat sisi kemuliaan yang dimiliki bulan Ramadan, maka Ramadan bisa menjadi kesempatan yang cukup besar untuk semakin memperbanyak amalan ibadah.

Akan tetapi, bulan yang penuh berkah tersebut kini telah berlalu. Sebagai umat manusia, selayaknya Ramadan memiliki dampak positif dalam menjalani kehidupan setelahnya.

Artinya, hasil atau buah usai Ramadan juga sangat penting untuk dilanjutkan dalam menyongsong bulan-bulan berikutnya sembari menunggu Ramadan bakal tiba lagi.

Berkaitan dengan masa lebaran 2021, berikut adalah salah satu contoh khotbah Salat Idulfitri bertema "Bagaimana Membentuk Jati Diri Umat Muslim Usai Ramadan?" sebagaimana dikutip laman NU Online.

Lantaran usai salat Id terdapat 2 khotbah, maka akan dibagi pula menjadi dua bagian khotbah. Pelaksanaannya dilakukan dengan dua khotbah yang dipisahkan dengan duduk sejenak.

Khotbah Pertama

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ. اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ وَفَّقَنَا ِلإِتْمَامِ شَهْرِ رَمَضَانَ وَأَعَانَناَ عَلىَ الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَجَعَلَنَا خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ للِنَّاسِ. نَحْمَدُهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَهِدَايَتِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُ الْمُبِيْنُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ خَاتَمُ النَّبِيِّيْنَ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ، أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ، وَأَحُسُّكُمْ عَلَى طَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

Allahu Akbar, wa lillahilh hamd

Dengan bersyukur ke hadirat Allah SWT atas karunia dan rahmat yang telah diberikan menyambut kedatangan hari yang agung, hari raya fitri, hari raya kemuliaan dan kesucian.

Bulan Ramadan sebagai bulan yang mulia telah pergi. Mari bertakbir, mengagungkan Allah SWT dan menyucikan-Nya dengan bertasbih, menyucikan dari segala sesuatu yang tidak sesuai.

Hari raya Idulfitri dinantikan kehadirannya oleh setiap insan yang beriman. Artinya, manusia kembali kepada fitrah, yaitu kemurnian dan kesucian.

Kembali kepada kemurnian dan kesucian juga bermakna kembali kepada suasana yang bersih terlepas dari dosa serta kesalahan.

Setiap orang yang melaksanakan puasa Ramadan sesuai petunjuk Al-Qur’an dan al-Sunnah akan terlepas dosa dan kesalahannya sehingga menjadi suci kembali.

Kesucian yang diperoleh sebaiknya dilanjutkan hingga bulan-bulan berikutnya dengan cara meningkatkan iman dan takwa.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

Melalui surah Al-Baqarah ayat 185, Allah SWT telah berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

"Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).

"Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.

"Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur,".

Puasa Ramadan yang sudah dijalani membentuk setiap umat Islam agar memiliki kemampuan untuk mengendalikan hawa nafsu dan dapat meningkatkan kesucian rohani.

Ibadah tersebut dapat meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT. Iman dan takwa dibuktikan dengan berpegang teguh kepada petunjuk, melaksanakan segala perintah dan meninggalkan segala larangan-Nya.

Pembentukan jati diri selama proses ibadah puasa merupakan aktivitas yang sangat penting dalam kehidupan seorang mukmin, karena dengan jati diri itulah kita akan bersikap istiqomah dalam menjalani ajaran agama.

Ibadah tersebut selayaknya mampu membentuk jati diri setiap Muslim dan meningkatkan kualitasnya dari tahapan yang paling rendah menuju tahapan yang paling tinggi.

Kembali kepada fitrah yang suci dan bersih sesungguhnya sedang dijalani sekarang ini. Yakni Hari Idulfitri, kesucian dan keutuhan yang telah diperoleh kembali setelah melakukan puasa Ramadan dalam waktu satu bulan penuh.

Dengan kembali kepada fitrah, manusia mencapai kebahagiaan dan kesuksesan lahir batin yang selalu dinantikan. Semoga umat muslim selalu dapat mengikuti petunjuk Allah dan memperoleh rahmat-Nya. Amiin.

عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فِي هذَا الْعِيْدِ السَّعِيْدِ، وَأَحُثُّكُمْ عَلَى طَاعَتِهِ، فَمَنْ أَطَاعَهُ فََهُوَ سَعِيْدٌ وَمَنْ أَعْرَضَ وَتَوَلَّى عَنْهُ فَهُوَ فِي الضَّلاَلِ الْبَعِيْدِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَآئِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khotbah Kedua

Pada khotbah kedua, khatib dapat merangkum khotbah yang pertama atau langsung mendoakan kaum muslimin, yang kemudian diaminkan oleh jemaah salat Idulfitri.

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لاَ إِلهَ إِلاَّ هُوَ الرَّحْمنُ الرَّحِيْمُ، أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. اللّهُمَّ ارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ وَعَنْ جَمِيْعِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا كَامِلاً وَيَقِيْنًا صَادِقًا وَقَلْبًا خَاشِعًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَتَوْبَةً نَصُوْحًا. اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْياَءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، اللّهُمَّ أَصْلِحِ الرَّعِيَّةَ وَاجْعَلْ إِنْدُوْنِيْسِيَّا وَدِيَارَ الْمُسْلِمِيْنَ آمِنَةً رَخِيَّةً. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار. عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فِي السِّرِّ وَالْعَلَنِ وَجَانِبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ.


Baca juga artikel terkait KHOTBAH IDUL FITRI atau tulisan menarik lainnya Beni Jo
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Dhita Koesno
DarkLight