Menuju konten utama

Nadiem Makarim: Jadi Menteri Lebih Mudah Daripada Jadi Guru

Nadiem menilai tugas guru di Indonesia sangat sulit karena harus membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

Nadiem Makarim: Jadi Menteri Lebih Mudah Daripada Jadi Guru
Salah satu pendiri yang juga CEO goJek Nadiem Makarim berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Menurut rencana Presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya hari ini usai dilantik Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan keduanya bersama Wapres Ma'ruf Amin periode tahun 2019-2024. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc.

tirto.id - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menilai profesi seorang guru merupakan profesi yang memiliki tugas tersulit di Indonesia. Bahkan, kata Nadiem tugas guru lebih sulit dibandingkan tugas seorang menteri.

"Saya kalau bicara dengan guru-guru sudah jelas bahwa ini adalah satu tugas tersulit di negara kita, menjadi guru. Saya bisa bilang menjadi menteri mungkin lebih mudah daripada jadi guru," ujar Nadiem saat hadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi X di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (6/11/2019).

Nadiem menilai tugas guru di Indonesia sangat sulit karena harus membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Tak hanya berguna untuk dalam negeri tetapi juga harus membangun SDM yang bisa bersaing dengan negara lain.

Apalagi, murid-murid di Indonesia dalam satu kelas saja berasal dari beragam sosial ekonomi, kepribadian berbeda, bahkan pola belajar yang berbeda yang dilakukan orangtua di rumahnya.

Dengan sumber daya yang terbatas bagi guru di Indonesia, kata Nadiem guru tetap dituntut memberi pembelajaran yang baik. Hal itu lah yang membuat Mantan CEO Gojek itu mengakui rumitnya menjadi guru.

"Tapi guru harus memastikan dengan resource yang minim, saya pastikan pembelajaran itu terjadi. Jadi kompleksitas tugas guru luar biasa," pungkas Nadiem.

Nadiem dilantik menjadi Mendikbud di Kabinet Indonesia Maju yang dipimpin Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Senelum menjadi Menteri Nadiem berkecimpung di dunia industri digital Gojek.

Nadiem tercatat lahir di Singapura, 4 Juli 1984. Dia putra Nono Anwar Makarim. Ayah Nadiem merupakan praktisi hukum ternama, yang pernah menjadi anggota Komite Etik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia meraih gelar BA jurusan Hubungan Internasional di Brown University (AS). Ia juga memiliki gelar MBA dari Harvard Business School. Namanya mencuat setelah mendirikan Gojek Indonesia pada 2010 dan berhasil memimpin perusahaan itu hingga berstatus sebagai startup Decacorn.

Keberhasilan mengembangkan Gojek, membuat pria berusia 35 tahun itu mendapatkan sejumlah penghargaan bergengsi. Misalnya, pada 2018, Nadiem masuk daftar Bloomberg 50 Most Influential atau Daftar 50 Orang Paling Berpengaruh di dunia versi media Bloomberg.

Sementara pada tahun ini, Nadiem meraih penghargaan Nikkei Asia Prize ke-24 untuk Inovasi Ekonomi dan Bisnis. Dia menjadi tokoh termuda se-Asia yang menerima penghargaan itu.

Sebelum sepenuhnya berfokus di Gojek, pada November 2011, Nadiem pernah bekerja untuk Zalora Indonesia sebagai Managing Director selama 10 bulan. Sekitar 8 bulan setelah keluar dari Zalora, dia sempat bergabung dengan startup penyedia layanan pembayaran non-tunai, Kartuku, dan menempati posisi Chief Innovation Officer.

Setelah mundur dari Kartuku pada 2014, ia berfokus mengembangkan Gojek, demikian seperti dilansir Antara.

Baca juga artikel terkait MENDIKBUD atau tulisan lainnya dari Bayu Septianto

tirto.id - Pendidikan
Reporter: Bayu Septianto
Penulis: Bayu Septianto
Editor: Irwan Syambudi