Muslim Uighur Dijadikan Buruh di Kamp Tahanan Xinjiang Cina

Oleh: Yantina Debora - 18 Desember 2018
Dibaca Normal 1 menit
Muslim Uighur yang ditahan bahkan yang sudah dinyatakan bebas dikirim ke pabrik pakaian olahraga.
tirto.id - Minoritas Muslim Uighur yang ditahan di Xinjiang, di barat Cina dipaksa menjadi buruh.

Menurut laporan The Associated Press, Muslim Uighur baik itu laki-laki maupun perempuan setiap harinya menjahit pakaian olahraga yang diduga dikirim ke Amerika Serikat.

The Associated Press baru-baru ini melacak pengiriman terbaru pakaian olahraga yang diproduksi oleh etnis Uighur.

Badger Sportswear yang berlokasi di North Carolina, disebut menjadi salah satu tujuan pengiriman pakaian olahraga yang diproduksi di dalam kamp interniran itu. Padahal, AS melarang mengimpor produk dari produsen yang melakukan kerja paksa.

Pengiriman menunjukkan betapa sulitnya untuk menghentikan produk yang dibuat dengan kerja paksa masuk ke rantai pasokan global, meskipun impor tersebut ilegal, kata CEO Badger AS John Anton.

John juga menyampaikan bahwa perusahaannya akan mencari pemasok lainnya hingga investigasi soal produk ini selesai.

Menurut laporan Amnesty International, jumlah Muslim Uighur yang ditahan otoritas Cina di kamp-kamp tahanan itu mencapai 1 juta orang.

Kamp-kamp tahanan itu dijaga oleh petugas bersenjata dibentengi kawat berduri dan diintai oleh ratusan kamera tersembunyi. Setidaknya terdapat 30 asrama sekolah, gedung hingga bengkel di kawasan itu.


Tak hanya di pabrik pakaian olahraga, pemerintah Cina juga memaksa beberapa tahanan Muslim Uighur untuk bekerja di industri manufaktur dan makanan.

Beberapa dari mereka ditempatkan dipabrik yang berada di kamp tahanan, sedang yang lain ditempatkan di pabrik milik perorangan, pabrik yang disubsidi negara.

Umumnya, mereka yang ditempatkan di luar tahanan adalah yang sudah dinyatakan bebas. Meski dinyataka bebas, pemerintah Cina akan tetap mengawasi dan memilih lokasi pabrik bagi mereka.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina menampik tudingan terkait Muslim Uighur. Ia malah menuduh media asing membuat "banyak laporan tidak benar" tentang kamp tahanan Muslim Uighur.

Bagi pemerintah Cina, kamp tahanan itu lebih tepatnya disebut pusat pelatihan.

"Laporan-laporan itu sepenuhnya didasarkan pada bukti desas-desus atau dibuat dari udara tipis," kata Hua Chunying.

Namun, puluhan orang yang pernah berada di kamp itu mengatakan kepada AP bahwa mereka tahu tidak diberi pilihan selain bekerja di pabrik.

Sebagian besar orang Uighur dan Kazakh, yang diwawancarai di pengasingan, juga mengatakan, bahkan orang-orang dengan pekerjaan profesional dilatih kembali untuk melakukan pekerjaan kasar.

Meski demikian, mereka yang bekerja di pabrik disebut menerima upah yang bervariasi. Namun beberapa tidak mendapat bayaran.

The Associated Press melaporkan bahwa diperkirakan lebih dari 10.000 tahanan yang bekerja di pabrik hanya diupah sepersepuluh dari apa yang biasa mereka hasilkan sebelumnya.


Baca juga artikel terkait MUSLIM UIGHUR atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Sosial Budaya)


Penulis: Yantina Debora
Editor: Yantina Debora