Musik Horor ala Black Sabbath dan Marylin Manson

INFOGRAFIK Musisi yang Berdandan Serupa Setan
Musisi dari Amerika Serikat, Marilyn Manson. FOTO/Fashionlifestyle.com
Oleh: Alexander Haryanto - 3 Januari 2017
Dibaca Normal 2 menit
Gara-gara sebuah film horor berjudul Black Sabbath, Ozzy Ousbourne dkk mengubah nama band-nya. Mereka juga membawakan tema-tema gelap di dalam liriknya: perang, kekacauan, supranatural, akhirat, serta konflik abadi antara kebaikan dan kejahatan.
tirto.id - Empat puluh tujuh tahun yang lalu, empat orang pemuda bernama Tony Iommi (gitar), Geezer Butler (bassis), Ozzy Ousbourne (vokal) dan Bill Ward (drum) merasa keliru memilih “Earth” sebagai nama band mereka. Meski demikian, mereka tetap memakai nama itu sampai tiba sebuah momen yang mengubah segalanya.

Saat hendak latihan di sebuah studio, tiba-tiba mata keempat pemuda asal Birmingham itu tertuju pada sebuah bioskop di seberang jalan. Di sana, orang-orang tengah antri hendak menonton film horor berjudul Black Sabbath (1963) yang disutradarai Mario Bava.

Sang bassis Geezer Butler bahkan bertanya-tanya, mengapa orang-orang rela menghabiskan banyak uang untuk menonton film yang membikin takut dirinya sendiri? Melihat hal itu, Butler kemudian mengajak Osbourne untuk menulis lagu berjudul “Black Sabbath” dengan harapan musik mereka bisa laris dan diterima layaknya film horor itu.

Horor ternyata memiliki daya tarik tersendiri, terutama dalam memberikan inspirasi pada musik serta lirik-lirik mereka. Dengan dibalut musik yang gelap, band ini tak harus menunggu lama untuk menjadi bintang baru dalam genre heavy metal.

Sejak saat itu, mereka pun memutuskan untuk fokus pada penulisan lirik dan penciptaan musik yang setara dengan film horor. Merasa kurang pas dengan nama Earth, mereka pun merubah nama menjadi Black Sabbath, tepatnya pada Agustus 1969.

“Saat itulah semua mulai terjadi... Nama [Black Sabbath] terdengar misterius, ia memberi orang sesuatu untuk dipikirkan, dan ia memberi kami arah untuk mengikutinya,” kata sang gitaris Tony Iommi seperti dikutip oleh blacksabbath.com.

Sementara, Butler mengatakan kepada Rolling Stone: “Ini adalah dunia setan… Iblis lebih memegang kendali sekarang.”

Dengan Butler sebagai penulis lirik utama dan Iommi sebagai arsitek musik, Black Sabbath semakin kukuh mengangkat tema-tema gelap seperti perang, kekacauan sosial, supranatural, akhirat, serta konflik abadi antara kebaikan dan kejahatan.

Hal inilah yang membuat Black Sabbath gampang dikenal sehingga mampu menjual lebih dari 70 juta albumnya ke seluruh dunia dan telah ditahbiskan pada Music Hall of Fame UK 2005 dan Rock and Roll Hall of Fame pada 2006, serta memenangi dua Grammy Awards untuk Best Metal Performance.

Black Sabbath bukan satu-satunya kelompok yang menjadikan horor sebagai merk dagangnya. Musisi bernama Alice Cooper juga terinspirasi oleh hal yang sama. Dengan dandanan menyerupai setan, Cooper sering membuat atraksi-atraksi mengerikan di atas panggung seperti berpura-pura menusuk perempuan, memenggal kepala boneka bayi, atau bercumbu dengan ular. Ulah-ulah liar, nakal dan menakutkan inilah yang membuat Cooper mendapat tempat tersendiri dalam industri musik.

Kepada Daily Mail, Cooper mengatakan: “Pada tahun 1970, ketika saya berpura-pura untuk memotong kepala saya dan darah muncrat di mana-mana... Setiap orangtua di dunia tidak ingin anak-anak mereka untuk tumbuh terlihat seperti Alice Cooper.”

Berkat branding ala setan yang tiada duanya, ia bahkan pernah membuat Alice Cooper Goes to Hell 3D di Halloween Horror Nights Hollywood pada 2012 lalu, dengan mengambil tema dari berbagai liriknya. Acara itu padat dikunjungi para penggemarnya.

Selain itu, ada pula sederet nama yang mengambil tema horor lainnya seperti Marilyn Manson, Kiss, Slipknot, Mayhem, Gwar, Rammstein, dan masih banyak lagi. Namun, dari sekian banyak nama itu mungkin Manson-lah yang gampang diingat.

Manson sering berbicara kritis soal agama dan budaya media mainstream dalam lirik-liriknya. Dalam lagunya yang berjudul “Astonishing Panorama of the Endtimes” dan “Rock is Dead,” Manson mengklaim bahwa televisi telah menjadi dewa. Sementara di lagu berjudul “I Don't Like the Drugs,” ia menertawakan orang-orang Kristen.

“Saya menolak dipaksa untuk percaya pada interpretasi orang lain terhadap Tuhan. Saya tidak berpikir siapa pun harus. Tidak ada satu orang yang dapat memiliki hak cipta atas apa arti Tuhan,” katanya seperti dikutip The Hollowverse.

Berkat penampilannya yang menyerupai iblis serta liriknya yang kontroversial, Manson sering mendapat serangan dari kelompok agama yang menafsirkan bahwa musiknya telah memengaruhi penembakan Columbine.

Tragedi Columbine adalah peristiwa penembakan membabi buta yang terjadi pada April 1999 di SMA Columbine di Colorado, Amerika Serikat yang dilakukan oleh dua siswa remaja Eric Harris dan Dylan Kelbold yang menewaskan 12 orang guru dan murid.



Sebatas di Atas Panggung

Meskipun berpenampilan seperti setan, kritikus musik Lester Bangs menyebut Black Sabbath sebagai kelompok pertama yang benar-benar membenamkan diri pada tema penyelamat. Tak jarang juga liriknya berbicara tentang Tuhan.

Meskipun mereka punya reputasi sebagai setan, menurut Bangs, sebenarnya Black Sabbath bisa dibilang lebih dekat dengan band Kristen. Lirik lagunya yang berjudul “After Forever” menyebut Allah sebagai satu-satunya cara untuk mencintai dan menyelamatkan manusia dari segala dosa dan kebencian.

Tapi mengapa mendengarkan musiknya serasa seperti di neraka?

William Irwin menulis dalam tulisannya berjudul “Black Sabbath and the Secret of Scary Music” mengatakan band itu banyak menggunakan akord minor yang biasanya sedih di telinga orang-orang barat. Akan tetapi, akord itu juga digunakan untuk menyampaikan kebahagiaan dalam beberapa musik India.

Irwin mengatakan, ketakutan berasal dari beberapa nada rendah yang datang dari suara bass. Penelitian menunjukkan bahwa suara parau yang rendah, seperti geraman marah dari anjing atau hewan-hewan telah lama dilihat sebagai sebuah ancaman. Itulah mengapa editor suara biasanya menyisipkan samar-samar suara bass pada suasana tegang. Hal itulah yang memicu rasa takut.

Untuk membantu menciptakan suasana seram pada musik mereka, Black Sabbath memainkan akord gitar dan bass-nya pada nada rendah. Bahkan orang yang tak dibesarkan dalam kultur Barat pun bisa terguncang oleh suara-suara itu.

Baca juga artikel terkait HEAVY METAL atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Musik)

Reporter: Alexander Haryanto
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Maulida Sri Handayani
DarkLight