Musik dan Pengaruhnya untuk Perkembangan Anak

Oleh: Febriansyah - 28 Februari 2019
Dibaca Normal 1 menit
Bagaimana sebuah lagu mempengaruhi perkembangan anak?
tirto.id - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat membatasi jam tayang atau penyiaran 17 lagu berbahasa Inggris dengan alasan memuat konten seksual. Lagu-lagu yang dibatasi jam tayangnya oleh KPID Jabar di antaranya tembang Chris Brown ft Agnes Mo, Ed Sheeran, Zayn Malik, The Killers dan sebagainya.

Tetapi apakah lagu memang bisa mempengaruhi anak? Atau bagaimana sebuah lagu mempengaruhi perkembangan anak?

Musik dinilai mampu merangsang berbagai indera dan membantu anak-anak dalam belajar dan meningkatkan keterampilan bahasa. Musik juga mengembangkan keterampilan mendengarkan, membaca, dan menulis, meningkatkan kelancaran berbicara, dan komunikasi.

Terkait hal ini, penelitian Charlotte P. Mizener yang dipublikasi oleh Sage Journal menjelaskan bahwa kegiatan bermusik memperkuat banyak aspek perkembangan bahasa. Mengucapkan mantra dan berirama, bernyanyi, dan mendengarkan adalah semua pengalaman yang mendukung perkembangan bahasa.

Dengan menyanyikan lagu, anak-anak dapat belajar kata-kata baru dengan cara yang menyenangkan dan tentu saja belajar cara mengucapkannya.

Dengan mempelajari dan memainkan berbagai instrumen, anak-anak dapat menemukan bagaimana musik memainkan peran penting dalam budaya lain. Misalnya, alat musik bongo dan timbale dapat memperkenalkan anak-anak gaya musik Afrika dan Kuba.


Meskipun biola moderen berakar di Italia, belajar memainkannya memaparkan anak-anak pada musik klasik yang dipopulerkan oleh musisi Jerman dan Austria. Instrumen serbaguna, seperti biola dan piano, dapat mengiringi repertoar gaya yang luas, termasuk klasik dan jazz yang berasal dari Amerika Selatan.

Sangat penting untuk membiasakan anak-anak dengan budaya lain di usia muda karena ini menumbuhkan pikiran terbuka tentang dunia dan tradisi di luar yang mereka tahu.

“Musik dan matematika sangat terkait. Dengan memahami ketukan, ritme, dan skala, anak-anak belajar cara membagi, membuat pecahan, dan mengenali pola. Tampaknya musik menggunakan otak anak untuk membantunya lebih memahami bidang matematika lainnya,“ kata Lynn Kleiner, pendiri Music Rhapsody di Redondo Beach, CA dilansir Asian Parent.

Ketika anak-anak bertambah besar, mereka akan mengingat kembali memori masa kecil dan lagu-lagunya. Kemampuan menggunakan metode musik ini juga akan diterapkan pada keterampilan mengasah memori lainnya. Misalnya, memetik senar pada gitar atau biola mengajar anak-anak tentang getaran harmonis dan simpatik.

Dilansir The Asian Parent Singapore, Carol Loy, Direktur Kiderland, sekolah musik di Singapura menjelaskan bahwa nada-nada menenangkan yang dimainkan selama waktu tidur siang membantu anak-anak untuk tenang. Bahkan jika mereka tidak benar-benar mengantuk pada saat itu, mereka akan tetap berbaring dan mendengarkan musik yang sedang diputar.

Contoh lain adalah ketika seorang anak mengalami masa tenang setelah latihan fisik; musik membantu memperlambat denyut nadi dan detak jantung, menurunkan tekanan darah, dan menenangkan anak.

Instrumen tertentu, seperti perkusi, membantu anak-anak mengembangkan koordinasi dan keterampilan motorik; mereka membutuhkan gerakan tangan, lengan, dan kaki. Jenis instrumen ini sangat bagus untuk anak-anak berenergi tinggi. Instrumen senar dan keyboard, seperti biola dan piano, menuntut aksi berbeda dari tangan kanan dan kiri secara bersamaan.

"Ini seperti menepuk-nepuk kepala Anda dan menggosok perut Anda secara bersamaan," kata kata Kristen Regester dari Sherwood Community Music School di Columbia College Chicago seperti dilansir Parents.

Instrumen tidak hanya membantu mengembangkan ambidexterity, tetapi mereka juga dapat mendorong anak-anak untuk merasa nyaman dalam posisi yang secara alami tidak nyaman. Meningkatkan koordinasi dan pengaturan waktu yang sempurna dapat mempersiapkan anak-anak untuk hobi lain, seperti menari dan olahraga.


Baca juga artikel terkait PERKEMBANGAN ANAK atau tulisan menarik lainnya Febriansyah
(tirto.id - Musik)

Penulis: Febriansyah
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight