MUI Imbau Shalat Ghaib untuk Syeikh Ali Jaber, Ini Tata Cara & Doa

Oleh: Yulaika Ramadhani - 15 Januari 2021
Dibaca Normal 1 menit
Para Imam Shalat Jumat diimbau untuk melaksanakan shalat ghaib untuk almarhum Syeikh Ali Jabeer.
tirto.id - Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh mengimbau seluruh umat Islam, khususnya para Imam Shalat Jumat, untuk melaksanakan shalat ghaib untuk almarhum Syeikh Ali Jaber.

"Mari mendoakan agar yang bersangkutan (Syeikh Ali Jaber) diampuni segala kesalahan, pahala kebaikannya dilipatgandakan dan jadi ahlul jannah, serta kita semua diberi kekuatan untuk melanjutkan perjuangannya. Semoga akan lahir dai-dai yang sabar, ikhlas dan tak kenal lelah dalam menebar kebaikan, untuk kemaslahatan umat dan bangsa," tulis Asrorun.

Ia juga menyampaikan bahwa Syeikh Ali Jaber adalah sosok dai yang selalu mengajak, membimbing dan mendampingi, dengan penuh hikmah dan kebijaksanaan.

"Kita semua kehilangan dg wafatnya Syeikh Ali Jaber," tambahnya.

Salat gaib (sholat gaib) dilakukan untuk menshalatkan muslim yang meninggal di tempat yang jauh. Hal ini merupakan perbedaan salat gaib dengan salat jenazah.

Niat Salat Ghaib

Berikut ini adalah lafal niat salat gaib untuk jenazah umat Islam secara umum baik wafat di daerah lain atau wafat di masa jauh silam.

أُصَلِّيْ عَلَى المَيِّتِ الغَائِبِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةٍ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli ‘alāl mayyitil ghā’ibi arba‘a takbīrātin fardha kifāyatin lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang jenazah gaib empat takbir fardhu kifayah karena Allah SWT.”

Dalam Shalat Gaib dan Jenazah yang ditulis Ulil H dijelaskan, niat salat gaib yang ditujukan kepada mayat yang diketahui dengan jelas identitasnya maka bunyi niatnya adalah:

أصلى على ميت (فلان) الغائب اربع تكبيرات فرض الكفاية لله تعالى

Artinya, "Saya niat salat gaib atas mayat (si A) empat kali takbir fardhu kifayah karena Allah Ta’ala."


Tata Cara Salat Gaib

Bacaan dalam salat gaib sama dengan salat jenazah.

Yaitu dengan empat takbir tanpa rukuk dan sujud. Membaca surat alfatihah setelah takbir pertama (takbiratul ihram).

Kemudian takbir kedua membaca shalawat atas nabi miimal shalawat pendek “allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad”. Lalu mendo’akan mayat setelah takbir ketiga yang berbunyi:

اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه

Allahummaghfirlahu, warhamhu, wa ‘afihi wa’fu anhu.

Ya Allah ampuniah dia, berilah dia rahmat dan sejahterakan serta maafkanlah dia

Dan terakhir, setelah rakaat keempat disunnahkan membaca do’a sebelum salam. Adapun do’a setelah takbir keempat adalah:

اللهم لاتحرمنا أجره ولاتفتنا بعده واغفرلنا وله

Allahumma la tahrimna ajrahu wala taftinna ba’dahu waghfirlana walahu

Ya Allah, janganlah Engkau halangi pahalanya yang akan sampai kepada kami, dan jangan Engkau memberi fitah kepada kami sepeninggalnya serta ampunilah kami dan dia.

Dalam Ini Lafal Niat salat gaib atas Jenazah di Luar Kota atau Jenazah Hilang yang ditulis Alhafiz K dijelaskan, salat gaib pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW ketika Raja Najasyi wafat.

Rasulullah SAW bersama para sahabatnya di Madinah melakukan salat jenazah.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَى النَّجَاشِيَّ فِي الْيَوْمِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ خَرَجَ إِلَى الْمُصَلَّى فَصَفَّ بِهِمْ وَكَبَّرَ أَرْبَعًا

Artinya, “Rasulullah SAW mengabarkan kematian An-Najasyi pada hari kematiannya. Kemudian Rasul keluar menuju tempat salat lalu membariskan shaf kemudian bertakbir empat kali,” (HR Bukhari).


Baca juga artikel terkait SALAT GAIB atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Fitra Firdaus
DarkLight