Muhaimin: Kader Bisa Jadi Pemimpin Minimum Pernah Diekspos Media

Oleh: Andrian Pratama Taher - 22 Agustus 2019
Dibaca Normal 1 menit
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menilai setiap kadernya bisa menjadi pemimpin di daerah masing-masing, salah satu tolak ukurnya dikenal publik lewat media massa.
tirto.id -
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menilai setiap kadernya bisa menjadi pemimpin di daerah masing-masing.

Muhaimin mengatakan, setiap pengurus anak cabang bisa mengusulkan nama sesuai prestasi dan kompetensi. Namun, Muhaimin memandang, kompetensi minimum seorang pemimpin partai adalah diekspos media. Ia pun berseloroh kalau calon ketua di daerah belum "afdol" tanpa medsos.

"Gak pernah masuk media kok nyalon Ketua DPC gitu lho? Kok ya pede banget. Mana rakyat bisa mendengar calon Ketua DPC yang belum pernah sekalipun masuk ke media pubik. Belum lagi calon Ketua DPC kok ga punya akun medsos itu loh keterlaluan," kata Muhaimin saat memberikan sambutan di Muktamar V PKB, Nusa Dua, Bali, Rabu (21/8/2019).

Muhaimin mengatakan, setiap kader kini bisa menjadi pemimpin. Hal itu sesuai dengan deklarasi Bali yang disampaikan sebelum penutupan Muktamar di Nusa Dua, Bali. Ia pun memandang setiap kader bisa menjadi pemimpin dengan menunjukkan kinerja di partai.

Akan tetapi, Muhaimin beranggapan, kinerja saja tidak cukup untuk menjadi pemimpin. Sebab, modal dasar politik saat ini juga memerlukan pemahaman modal politik untuk menjadi pemimpin. Dengan demikian, partai bisa menjadi lebih maju dan bisa bersaing dengan partai lain.

"Jadi saya harapkan siapapun yang akan menjadi pemimpin mengerti betul modal dasar sebagai pemimpin di era politik yang begitu keras dan tajam ini untuk bisa menjadi pemimpin yang benar-benar hadir mewarnai dan berkompetisi bukan sesama PKB tetapi kita berkompetisi dengan kekuatan-kekuatan lainnya yang lebih besar," kata Muhaimin.

Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin secara aklamasi kembali terpilih sebagai Ketua Umum PKB di Bali, Rabu (21/8/2019).

Muktamar kali ini tidak dihadiri dua orang mantan sekjen dan keluarga pendiri partai. Dua orang mantan sekjen itu ialah Lukman Edy (sekjen hasil muktamar 2005) dan Abdul Kadir Karding (sekjen hasil muktamar 2014).

Sedangkan keluarga pendiri partai yang tak diundang ialah keluarga Abdurrahman Wahid. Lukman Edy, yang menjabat Ketua DPP PKB, mengatakan dari pengurus harian yang tidak diundang "paling tidak saya dan Mas Karding." "Sedang yang lain di tingkat staf lebih banyak lagi," katanya kepada wartawan, Selasa (20/8/2019) kemarin.



Baca juga artikel terkait MUKTAMAR PKB atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Politik)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Maya Saputri
DarkLight