Advertorial

Mudik Lebih Nyaman Lebih Tenang Bareng Zurich

Penulis: Advertorial - 27 Apr 2022 20:29 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Mudik kali ini adalah masa untuk menyegarkan kembali hati dan pikiran setelah bertahun-tahun dihajar rutin, pekerjaan, dan pandemi.
tirto.id - Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang bolehnya masyarakat Indonesia untuk melakukan mudik lebaran tahun 2022 tak ubahnya angin segar. Betapa tidak, sejak pandemi Covid-19 melanda dunia pada Maret 2020 lalu, inilah kali pertama pemerintah mengizinkan masyarakat melakukan mudik—tradisi yang tak bisa lepas dari momen lebaran di negeri ini.

"Bagi masyarakat yang ingin mudik lebaran juga dipersilahkan diperbolehkan dengan syarat sudah mendapatkan vaksin dan 1 kali booster dan menerapkan protokol kesehatan," kata Jokowi, Rabu (23/3).

Bukti bahwa pernyataan Jokowi disambut dengan penuh suka cita oleh masyarakat tampak pada, salah satunya, survei mudik lebaran 2022 yang dilakukan Balitbang Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sebelum Jokowi mengeluarkan pernyataan resmi perihal mudik, dua survei yang dilakukan Balitbang Kemenhub memprediksi jumlah pemudik lebaran berkisar di angka 55 juta orang (survei pertama) dan 79,4 juta orang (survei kedua). Terakhir, survei yang sama, yang dilakukan setelah Jokowi membolehkan mudik, memperkirakan jumlah pemudik kali ini mencapai 85,5 juta orang.

“(Angka di atas) bisa dimaklumi karena sudah 2 tahun terakhir ini mudik tidak diperbolehkan dan tentu banyak masyarakat yang sudah rindu kampung halaman. Ini yang kemudian diprediksi: animo untuk melaksanakan perjalanan mudik akan sangat meningkat," ujar Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati pada gelaran Media Briefing, Jumat (8/4) lalu.

Adita merinci, 47 persen pemudik akan menggunakan moda transportasi pribadi berupa mobil dan sepeda motor. 31 persen pemudik pulang ke kampung halaman menggunakan moda transportasi darat umum berupa bus dan travel, lalu moda transportasi udara dan kereta api masing-masing 10 persen, moda transportasi laut 2 persen, dan moda lainnya 0,11 persen.

Jelas, angka 85,5 juta pemudik bukanlah angkat yang sedikit—dan karenanya perlu persiapan matang dari semua pihak (baik pemerintah maupun pemudik) agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Sebagai perbandingan, terakhir kali pemerintah membolehkan masyarakat mudik pada 2019, jumlah pemudik hanya 18,3 juta orang.

Mudik, artinya ke kembali ke udik/asal, pada praktiknya bukan perkara melepas kangen belaka. Ia sarat nilai, dari nilai moral hingga nilai-nilai spiritual. Selama mudik, seseorang mudah diingatkan oleh banyak hal: dari mana ia berasal dan bagaimana seharusnya bersikap di perantauan. Tak kalah penting, masa mudik kali ini adalah masa untuk menyegarkan kembali hati dan pikiran setelah bertahun-tahun dihajar rutin, pekerjaan, dan pandemi.

Tetap Persiapkan Perlindungan agar Lebih Tenang

Ada banyak cara yang bisa dilakukan agar mudik lebih nyaman dan tenang, salah satunya dengan memastikan bahwa aset yang Anda tinggalkan di perantauan, serta apa pun yang terjadi di perjalanan menuju kampung halaman telah terproteksi dengan baik. Bersama Zurich lindungi aset Anda supaya lebih tenang, karena #BarengJadiLebih.

Infografik Advertorial Pentingnya Asuransi buat Mudik
Infografik Advertorial Pentingnya Asuransi buat Mudik. tirto.id/Mojo


Kehadiran Zurich di Indonesia selama lebih dari 30 tahun mampu memahami bahwa masyarakat Indonesia selalu mengedepankan nilai-nilai guyub dalam kehidupan sehari-hari, terlebih melindungi orang-orang terdekat, mulai dari keluarga, teman, hingga tetangga. Oleh sebab itu, kampanye #BarengJadiLebih jawaban atas kebutuhan masyarakat Indonesia akan pentingnya memiliki asuransi.

Dalam konteks mudik, pernyataan di atas kian relevan. Mudik, kita tahu, bukan semata urusan orang per orang (personal), tapi juga merupakan perkara komunal—cermin nyata atas sifat guyub yang melekat dalam masyarakat Indonesia. Orang-orang dari perantauan membawa buah tangan untuk mereka yang di kampung halaman; dan sebaliknya, orang-orang di kampung menyiapkan banyak hal untuk menyambut handai taulan yang bakal pulang dari rantau.

Di atas segalanya, bersama cinta dan perhatian, hal terbaik yang bisa diberikan adalah kepastian bahwa masing-masing mereka dalam keadaan aman dan bahagia, sehat walafiat, prima, tanpa kurang suatu apa—baik sebelum, selama, maupun sesudah melangsungkan mudik.

Lewat kampanye #BarengJadiLebih, Zurich menyediakan berbagai perlindungan untuk memastikan mudik kali ini bisa dilakukan dengan nyaman, tanpa perlu mengkhawatirkan risiko-risiko yang mungkin saja terjadi. Ya, sebagai perusahaan asuransi yang punya produk dan layanan lengkap bagi Anda, keluarga, dan aset-aset Anda, Zurich memiliki produk asuransi perjalanan yang mampu memberikan perlindungan saat Anda melakukan perjalanan untuk mudik.

Zurich juga memiliki produk asuransi kendaraan yang mampu memberikan perlindungan untuk kendaraan Anda saat hal-hal tidak terduga seperti keserempet mobil/motor lain di tengah perjalanan. Hal yang kerap terjadi saban mudik.

Kemudian ada juga produk asuransi rumah yang mampu memberikan perlindungan untuk rumah tinggal Anda hingga perabotan yang ada di dalamnya dari hal-hal tidak terduga seperti kebakaran, kemalingan, kebanjiran saat Anda harus mudik ke kampung halaman.

Terakhir, Zurich memiliki produk asuransi mikro demam berdarah dan tifus dengan premi terjangkau yang memberikan santunan apabila Anda terkena penyakit tersebut saat saat harus mudik ke kampung halaman.

Singkatnya, bareng Zurich, mudik pun bisa menjadi lebih nyaman dan lebih tenang.

Zurich percaya semangat kebersamaan dan berkomitmen untuk mendampingi Anda di setiap tahap kehidupan; bersama Zurich, masyarakat bisa merasa lebih nyaman, aman, serta optimis untuk mewujudkan masa depan yang lebih cerah.
(tirto.id - Mild Report)

Penulis: Advertorial
Editor: Advertorial

DarkLight