Motif Bunuh Diri FX Ong Sekeluarga Diduga karena Utang Rp8,9 Miliar

Oleh: Felix Nathaniel - 29 Oktober 2018
Dibaca Normal 1 menit
Polisi menduga motif bunuh diri Fx Ong di Palembang karena masalah utang sebesar Rp8,9 miliar.
tirto.id -
Polisi kembali menemukan bukti baru yang makin menguatkan kejadian bunuh diri pengusaha di Sumatera Selatan, Fransiskus Xaverius (FX) Ong bersama istri dan kedua anaknya. Dari penelusuran polisi, FX Ong mempunyai utang kepada salah satu pihak sebesar Rp8,9 miliar.

Menurut Kapolda Sumatera Selatan Irjen Zulkarnain, ada tiga poin yang ditemukan dalam surat pengakuan utang FX Ong di laptopnya. Poin ketiga adalah tentang mewariskan utang tersebut.

"Poin ketiga bahwa apabila ini tidak dilunasi maka ahli waris akan menanggung utang-utangnya," kata Zulkarnain dihubungi reporter Tirto, Senin (29/10/2018).

Poin inilah yang menurut Zulkarnain menguatkan motif bunuh diri daripada FX Ong setelah membunuh keluarganya. FX dalam surat berbeda yang ditemukan polisi juga menyatakan tidak mau membuat anak dan istrinya hidup tanpa dirinya.

Padahal awalnya motif yang terungkap adalah masalah gugatan cerai daripada istrinya. Namun dengan penemuan ini polisi makin yakin. Tapi polisi kemungkinan besar tak memanggil pihak yang memiliki piutang pada FX Ong.

"Apa korelasinya kita panggil dia? Ini kan bunuh diri. Sudah. Kalaupun kita panggil ya paling dalam rangka menguatkan hasil penyelidikan bunuh diri saja," tegasnya.

Kasus bunuh diri FX Ong sekelurga terungkap pada Rabu (24/10/2018) siang setelah diketahui Dewi (28) dan Sarah (20), pekerja rumah tangga di rumah yang terletak di Jalan Villa Kebun Sirih, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, Palembang, Sumatera Selatan itu.

Sebelum memutuskan mengakhiri hidupnya, Ong diduga terlebih dulu membantai istri, kedua anak, dan bahkan dua ekor anjing peliharaannya dengan pistol. Malam sebelum peristiwa mengerikan itu terjadi Ong sempat membagikan uang dan perhiasan emas kepada pembantu juga tetangga.

========================

Jika Anda merasakan tendensi untuk melakukan bunuh diri, atau melihat teman atau kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, amat disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog atau psikiater maupun klinik kesehatan jiwa.

Klinik psikologi rekomendasi di Jakarta:
https://indopsycare.simplybook.asia/v2/
http://www.internationalwellbeingcenter.com/services/
http://yayasanpulih.org/faq/

Jika kamu hendak bercerita dengan segera, silakan kontak tim dari: Save Yourselves https://www.instagram.com/saveyourselves.id/
Kontak akun Line Yayasan Sehat Mental Indonesia: @konseling.online
Silakan kontak tim Pijar Psikologi untuk curhat terkait masalah selain kecenderungan bunuh diri https://pijarpsikologi.org/konsulgratis/






Baca juga artikel terkait BUNUH DIRI atau tulisan menarik lainnya Felix Nathaniel
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Agung DH