Menuju konten utama
Bencana Longsor di Natuna

Modifikasi Cuaca, Lanud RSA Tabur Garam di Langit Serasan Natuna

Modifikasi cuaca sudah berlangsung selama empat hari dengan penyemaian kurang lebih 4 ton garam di Pulau Serasan, Natuna.

Modifikasi Cuaca, Lanud RSA Tabur Garam di Langit Serasan Natuna
Foto udara bencana tanah longsor di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (7/3/2023). ANTARA FOTO/Kiky Firdaus/Lmo/foc.

tirto.id - Pangkalan TNI AU (Lanud) Raden Sadjad (Lanud RSA) menabur garam di langit Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) dalam operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Penaburan garam menggunakan pesawat TNI AU Casa C-212-200 nomor registrasi A-2103 Skadron Udara 4 Lanud Abd Saleh di Natuna.

"TMC dilakukan di wilayah udara bencana longsor Pulau Serasan," kata Komandan Lanud Raden Sadjad (Danlanud RSA), Kolonel (Pnb) Jajang Setiawan dikutip dari Antara, Rabu (15/3/2023).

Jajang mengatakan misi TMC sudah berlangsung selama empat hari. Petugas telah melaksanakan penyemaian kurang lebih 4 ton garam di Pulau Serasan.

Dia menjelaskan satu sortie penyemaian kurang lebih 700 kg sampai dengan 800 kg garam.

“Penyemaian dilakukan sebanyak tiga kali dalam satu hari dengan menyesuaikan dari potensi awan yang untuk kita luruhkan sebelum terjadinya hujan,” katanya.

Jajang berharap TMC dapat membantu tim SAR gabungan di Pulau Serasan untuk mencari para korban bencana tanah longsor di Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan, Natuna.

“Alhamdulilah selama kegiatan TMC berjalan dengan baik dan lancar, semoga misi ini bisa membantu tim satgas yang sedang menjalankan misi pencarian korban di lokasi bencana,” kata dia.

Operasi TMC di Serasan dilaksanakan oleh TNI AU bersama BNPB, BRIN dan BMKG. Operasi ini digelar guna mengantisipasi cuaca ekstrem atau curah hujan yang tinggi di Pulau Serasan.

Turut serta dalam pemantauan kegiatan TMC Sekda Natuna Boy Wijanarko Novrianto, Ketua Komisi I DPRD Natuna Wan Aris Munandar, Captain Pilot Casa C-212-200 Mayor Pnb Gestha, Lettu Pnb Yanuar, serta perwakilan BRIN dan BMKG.

Berdasarkan data Pemkab Natuna per Senin (13/3/2023) malam, korban tewas akibat bencana longsor di Serasan mencapai 48 orang. Sementara korban yang masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan sebanyak 6 orang.

Baca juga artikel terkait LONGSOR NATUNA

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: Antara
Editor: Gilang Ramadhan