Menuju konten utama
Geografi

Model Pengembangan Wilayah di Negara Maju

Pola pengembangan di wilayah negara maju, dari Pola metropolis menyebar hingga Pola metropolis cincin.

Model Pengembangan Wilayah di Negara Maju
Ilustrasi Negara Maju. foto/IStockphoto

tirto.id - Kemajuan negara-negara di dunia mengalami perbedaan sehingga muncul istilah negara maju dan berkembang.

Perbedaan ini terjadi karena adanya standarisasi yang diterapkan pada masing-masing pemerintahan negara.

Sehingga, tidak dipungkiri banyak kawasan negara maju yang dijadikan pembelajaran bagi negara berkembang.

Pembagian istilah maju dan berkembang didasari oleh penggolongan negara yang besar-kecil, negara yang memiliki pembangunan ekonomi tinggi-rendah, negara dengan tingkat pendidikan tinggi-kecil, sampai negara yang memberikan dan meminta bantuan saat terjadi bencana.

Salah satu ciri pengembangan negara maju adalah adanya keteraturan dalam mengordinir pertumbuhan dan perkembangan wilayah.

Hal ini didukung oleh beberapa faktor, seperti: pendapatan ekonomi masyarakat yang tinggi, penguasaan teknologi yang mengakibatkan sektor industri berkualitas, pendidikan penduduk yang tinggi dan merata.

Negara yang tergolong dalam 10 peringkat teratas negara maju berdasarkan HDI tahun 2006 di antaranya:

  • Norwegia
  • Islandia
  • Australia
  • Irlandia
  • Swedia
  • Kanada
  • Jepang
  • Amerika serikat
  • Swiss
  • Belanda
Model pengembangan pada negara maju seringkali dilirik untuk pengembangan kemajuan sebuah negara terutama negara berkembang.

Menurut Prasongko dalam buku Geografi SMA Kelas XII menyatakan bahwa negara maju adalah julukan bagi negara-negara yang memimpin dalam hal ekonomi di dunia, karena sektor industri di dalam negerinya didominasi oleh sektor tersier dan kuarter (2019: 129).

Pengembangan pada wilayah kota menggunakan dasar desentralisasi kota, yaitu kota industri yang rapat menjadi kelompok permukiman kota.

Setiap permukiman seluas 400 hektar dihuni oleh 30.000 penduduk dan dikelilingi oleh pertanian holtikultura sebagai jalur hijau dengan luar 2.000 hektar.

Sikander dan Malik dalam Prasongko (2019) mendeskripsikan lima macam pola yang dijadikan trend pengembangan wilayah di masa depan:

1. Pola metropolis menyebar

Pola kota dengan jumlah penduduk paling sedikit. Sehingga, bagian kota yang padat penduduk dibangun kembali untuk mengurangi kepadatan penduduk.

Sehingga, prasarana sosial ekonomi juga ikut menyebar. Akibatnya, membuat citra kota metropolitas akan terkesan kurang hidup.

2. Pola metropolis galaktika

Kota dengan luas wilayah kecil tetapi padat penduduk, dipisahkan oleh kawasan pertanian yang jarang penduduk. Sehingga, kegiatan sosial terpusat di berbagai permukiman.

3. Pola metropolis memusat

Pola pengembangan kegiatan sosial ekonomi tinggi dengan kepadatan penduduk tinggi terutama di pusat, sehingga mayoritas penduduk tinggal di apartemen dan rumah susun.

Namun, hal ini memunculkan tingkat biaya ekonomi yang tinggi karna inti kota yang padat.

4. Pola metropolis bintang

Pola yang terbentuk karena mempunyai inti yang utama dengan pola kepadatan penduduk membentuk bintang yang memanjang pada beberapa bagian kota.

Namun, masalahnya bentuk fisik pola ini cepat berubah karena perkembangan penduduk.

5. Pola metropolis cincin

Pola dengan kepadatan penduduk berapa pada sekeliling tengah kota. Selain itu, daerah dengan penduduk yang jarang juga terletak di tenagh kota.

Hal ini mengakibatkan biaya transportasi yang tinggi dan penyesuaian yang tidak musah bagi penduduknya setiap mengalami perubahan.

Infografik SC Tren Pengembangan Wilayah Masa Depan

Infografik SC Tren Pola Pengembangan Wilayah Masa Depan. tirto.id/Sabit

Baca juga artikel terkait NEGARA MAJU atau tulisan lainnya dari Wulandari

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Wulandari
Penulis: Wulandari
Editor: Dhita Koesno