Menuju konten utama
AS Terbuka 2019

Misi Berat Naomi Osaka Mengulang Sejarah di US Open 2019

Tahun lalu Naomi Osaka mencetak sejarah setelah memenangi AS Terbuka 2018. Namun, di US Open 2019 nanti, petenis Jepang ini agak diragukan.

Misi Berat Naomi Osaka Mengulang Sejarah di US Open 2019
Petenis Jepang Naomi Osaka. ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Kyung-Hoon

tirto.id - Di US Open atau AS Terbuka 2018 tahun lalu, Naomi Osaka mengguratkan sejarah sebagai petenis Jepang pertama yang meraih gelar Grand Slam. Namun, sang juara bertahan menghadapi misi berat untuk mempertahankan gelar juara di US Open 2019.

Naomi akan memulai perjalanannya di Amerika Terbuka (US Open) 2019, dengan status juara bertahan, sekaligus unggulan pertama di turnamen kategori Grand Slam ini. Namun, penampilannya akhir-akhir ini kurang meyakinkan, salah satunya tersingkir di babak pertama Wimbledon 2019.

Selain itu, petenis berusia 20 tahun ini juga menderita cedera di turnamen Cincinnati Masters, yang semakin memperberat langkahnya untuk mempertahankan gelar di US Open 2019. Situasi ini mempengaruhi persiapan Naomi jelang US Open 2019.

"[Kali] Ini benar-benar berubah bagi saya. Saya harus beristirahat dan menenangkan pikiran saya dan menyadari bahwa Anda harus bersenang-senang melakukan apa yang Anda sukai,” kata Naomi Osaka, dikutip dari The Guardian.

Selain tumbang di babak kuarter final Cincinnati Masters 1000, Naomi kandas terus di 10 turnamen lain yang ia ikuti. Setelah menjadi juara di Australia Terbuka 2019 pada Januari lalu, ia selalu gagal melewati babak kuarter final. Bahkan, di Wimbledon, ia langsung tersingkir di babak pertama.

Tetap Semangat

Kendati dibayangi oleh tren yang tidak terlalu baik, Naomi mengakui US Open selalu membuatnya bersemangat. Ia tercatat 4 kali bermain di US Open, dengan musim 2018 menjadi capaian terbaiknya setelah berhasil menjadi juara.

“Saya merasa lebih nyaman bermain di sini [US Open]. Saya tidak yakin apakah itu karena beberapa bulan terakhir telah bergejolak tetapi saya merasa sangat nyaman dan saya tahu bahwa, saya bermain bagus di sini setiap tahun. Saya tidak terlalu khawatir tentang itu," tutur Naomi.

Di final US Open 2018, Naomi berhasil menumbangkan wakil tuan rumah, Serena Williams, lewat pertandingan yang penuh kontroversi. Kala itu, Serena menyebut telah dicurangi oleh wasit yang dianggap membantu rivalnya.

Di sisi lain, Naomi merasa peristiwa tersebut sebagai sesuatu hal yang wajar. Di setiap turnamen kelas Grand Slam, menurutna, selalu terjadi drama-drama yang menegangkan. Ia mengaku tidak begitu memikirkan hal-hal seperti final tahun lalu.

"Aku tidak terkejut bahwa itu terjadi, karena di setiap Grand Slam selalu ada semacam drama. Anda [pasti] tahu apa yang saya maksud. Seperti, akan ada babak pertama yang seperti itu [dan babak berikutnya],” ujar Naomi, dikutip laman resmi WTA.

Petenis muda berbakat ini akan memulai perjuangannya di US Open 2019 dengan menghadapi Anina Blinkova (Rusia) di babak pertama yang akan berlangsung pada Selasa (27/8/2019).

Mampukah Naomi Osaka mengulang sejarah gemilang tahun lalu, atau ia justru belum sanggup keluar dari tren negatif yang terus mengakrabinya sepanjang tahun ini?

Baca juga artikel terkait SEJARAH OLAHRAGA atau tulisan lainnya dari Permadi Suntama

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Permadi Suntama
Penulis: Permadi Suntama
Editor: Iswara N Raditya