Menuju konten utama

Minta Harga Pangan Naik, Kemendag: Demi Jaga Produksi

Isy Karim menjelaskan pernyataan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan terkait harga pangan yang perlu dinaikkan. 

Minta Harga Pangan Naik, Kemendag: Demi Jaga Produksi
Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman (kanan) berdialog dengan pedagang saat memantau harga pangan di Pasar Sago, Kota Pekanbaru, Jumat (23/12). Gubernur Riau menyatakan harga bahan pangan di daerah itu relatif stabil dan stok mencukupi menjelang perayaan Natal dan tahun baru. ANTARA FOTO/FB Anggoro/foc/16.

tirto.id - Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Isy Karim, menjelaskan pernyataan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan terkait harga pangan yang perlu dinaikkan.

Menurutnya, permintaan itu harus diletakkan pada konteks yang tepat, yakni menjaga kelangsungan usaha produksi petani/peternak di dalam negeri. Tanpanya, swasembada dalam negeri akan sulit dicapai.

“Keseimbangan dua sisi, produsen dan konsumen haruslah dijaga. Dalam konteks ini pemerintah memerbitkan kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan,” tutur Isy Karim ketika dihubungi Tirto, Jakarta, Jumat (12/5/2023).

Isy Karim mengatakan sebagai contoh, berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional No. 11 Tahun 2022, bahwa Harga Acuan cabai di tingkat konsumen adalah Rp40.000 - Rp57.000/kg untuk cabai rawit merah, dan Rp37.000 - Rp55.000/kg untuk cabai merah keriting.

Isy Karim menyebut, harga komoditas cabai saat ini yang berada di bawah Harga Acuan akan memberatkan produsen/petani karena beresiko mengalami kerugian.

“Kondisi tersebut justru akan berdampak pada beberapa waktu kedepan, dimana adanya potensi petani cabai akan beralih tanam ke komoditas lain sehingga berkurangnya pasokan di kemudian hari,” jelasnya.

Menurut Isy Karim, perlu adanya keseimbangan harga baik di tingkat konsumen maupun di tingkat produsen sehingga masyarakat dapat mengakses komoditas cabai dengan harga yang wajar, serta petani mendapatkan keuntungan yg wajar untuk dapat terus berbudidaya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas berharap harga telur di pasaran tidak merosot.

"Telur kemarin saya di Makassar Rp26.000 per 1 kilogram itu rugi kalau bisa telur di Makassar itu Rp29.000 kalau Rp29.000 petelur itu pasti untung kalau Rp26.000 dia belinya Rp24.000 rugi itu petelur," kata Zulhas di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Kamis (4/5/2023).

Tidak hanya telur, Zulhas juga berharap harga cabai bisa kembali naik. Pasalnya saat ini hanya dipatok Rp20.000 - Rp 30.000.

"Cabai Rp25.000 Rp30.000 di Papua aja Rp20.000 di Makassar Rp25.000 kalau bisa cabai itu Rp40.000," bebernya.

Sementara itu, dia juga berharap harga daging ayam berkisar Rp35.000-Rp40.000 per kilogram. Dia menilai jika harga jual ayam di Makassar hanya Rp32.000 per kilogram akan merugikan para peternak.

"Jadi kalau ada yang jual Rp40.000 enggak apa-apa lah kurangi utang-utang kemarin yang tekor karena kemarin rugi. Banyak yang demo itu. Rugi kemurahan, banyak yang datang kemarin asosiasi penggemuk ayam itu," bebernya.

Baca juga artikel terkait HARGA PANGAN NAIK atau tulisan lainnya dari Hanif Reyhan Ghifari

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Hanif Reyhan Ghifari
Penulis: Hanif Reyhan Ghifari
Editor: Anggun P Situmorang