Menuju konten utama

Microsoft Akui Hacker Retas Akun Outlook dalam 3 Bulan Terakhir

Layanan webmail Outlook diakui Microsoft telah diretas pada kurun waktu Januari-Maret 2019.

Microsoft Akui Hacker Retas Akun Outlook dalam 3 Bulan Terakhir
Foto Microsoft Windows 8.FOTO/iStock

tirto.id - Microsoft mengonfirmasi bahwa layanan webmail-nya, Outlook.com, telah diretas hacker dalam 3 bulan terakhir, tepatnya antara tanggal 1 Januari sampai dengan 28 Maret 2018.

Microsoft pada Jumat (12/4/2019) malam waktu AS sudah menginformasikan kabar tersebut ke sejumlah penggunanya. Namun, menurut The Verge, yang dilansir Selasa (16/4), dampak peretasan tersebut ternyata lebih buruk.

Awalnya, Microsoft mengingatkan bahwa peretas hanya dapat melihat alamat email, nama folder, dan judul email. Masih dari The Verge, berdasar pemberitahuan kepada pengguna lain yang terdampak, Microsoft mengatakan bahwa peretas juga dapat melihat isi email.

Sebelumnya, laman Motherboard pada Minggu (14/4) melaporkan, Microsoft mengirim pesan pemberitahuan yang berbeda ke sekitar enam persen dari akun Outlook.com terdampak. Klaim Motherboard baru diakui Microsoft usai terungkap bukti tangkapan layar terkait peretasan yang dialami sejumlah pengguna layanan webmail tersebut.

Selain itu, Motherboard juga mengklaim bahwa peretas telah mengakses beberapa akun Otlook.com hingga enam bulan dan menggunakan aksesnya untuk mereset akun iCloud yang ditautkan ke iPhone yang dicuri.

"Klaim 6 bulan tidak akurat," bantah seorang juru bicara Microsoft kepada The Verge, yang tetap teguh seperti pemberitahuan awal, antara Januari sampai dengan Maret 2019.

Microsoft juga menegaskan bahwa pengguna terdampak tak perlu risau bahwa isi email mereka telah "diintip" peretas.

"Pemberitahuan kami kepada mayoritas mereka yang terkena dampak mencatat bahwa 'aktor jahat' tidak akan memiliki akses tidak sah ke konten email atau lampiran," tandas juru bicara Microsoft itu.

Meski begitu, lanjut perwakilan Microsoft, sebagian kecil dari mereka, sekitar 6 persen dari jumlah semestinya telah mendapat pemberitahuan bahwa peretas memiliki akses tidak sah ke konten email.

"[Pengguna terdampak] diberi panduan dan dukungan tambahan," kata Microsoft.

Microsoft tak mengungkap jumlah pasti penggunanya yang terdampak kasus ini, termasuk bagaimana hacker dapat meretas layanan webmail-nya, yang diluncurkan pada 1996 sebagai Hotmail, sebelum berganti nama menjadi Outlook.com pada 2012.

Baca juga artikel terkait MICROSOFT atau tulisan lainnya dari Ibnu Azis

tirto.id - Teknologi
Penulis: Ibnu Azis
Editor: Agung DH