Meski Singapura Resesi, Ekspor Indonesia Naik 137,3 Juta Dolar AS

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 15 Juli 2020
Kepala BPS Suhariyanto berkata kinerja perdagangan RI tetap positif kendati Singapura resmi masuk resesi secara teknis akibat dua kuartal berturut-turut mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi.
tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja perdagangan Indonesia dan Singapura masih relatif baik pada Juni 2020. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan kinerja perdagangan tetap positif kendati negara itu resmi masuk resesi secara teknis akibat dua kuartal berturut-turut mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi.

“Singapura kemarin baru mengumumkan PDB Q2. Secara teknis mengalami resesi, pertumbuhan negatif (dua kuartal). Tapi bisa dilihat, Juni 2020 ekspor ke Singapura meningkat 137,3 juta dolar AS,” ucap Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Rabu (15/7/2020).

PDB Singapura tercatat minus 12,6 persen pada Q2 (year on year). Pada Q1, PDB Singapura mengalami kontraksi 0,3 persen.

Peningkatan ekspor nonmigas ke Singapura ini merupakan kenaikan 5 terbesar setelah Jepang yang mencapai 163 juta dolar AS. Suhariyanto mencatat kenaikan ekspor ke Singapura ini disumbang oleh logam mulia, perhiasan permata, mesin dan perlengkapan listrik, perlengkapan mekanis, dan tembakau-rokok.

Sementara itu, impor dari Singapura juga tercatat masih mengalami kenaikan. Selama Juni 2020, impor dari Singapura naik 129,2 juta dolar AS. Kenaikan ini merupakan keempat terbesar usai peningkatan impor dari Jepang senilai 203,9 juta dolar AS.

Suhariyanto berharap tren positif dalam perdagangan Indonesia dan Singapura ini tetap berlanjut di periode berikutnya. Terutama usai Singapura mengumumkan kontraksi pertumbuhan ekonomi Q2 2020.

Suhariyanto juga mengaku belum dapat memprediksi bilamana ke depannya kontraksi pertumbuhan ekonomi Singapura dapat berdampak pada ekonomi Indonesia. “Seberapa dalam pengaruhnya kami akan lihat ke depannya,” ucap Suhariyanto.


Baca juga artikel terkait RESESI EKONOMI atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Abdul Aziz
DarkLight