Merawat Kulit Sebaiknya Dilakukan Sejak Dini, Itulah Guna Skincare

Infografik Perawatan Kulit Remaja
Ilustrasi perawatan Kulit. FOTO/iStockphoto
Oleh: Aditya Widya Putri - 14 Agustus 2019
Dibaca Normal 3 menit
Razia skincare di sekolah menunjukkan bahwa ada yang tidak memahami pentingnya merawat kulit.
tirto.id - Anak-anak dan remaja membawa pelembap, sabun cuci muka, dan parfum ke sekolah?

Sebagian orang di negeri ini mungkin akan menganggap kebiasaan tersebut ‘kurang pantas’ dengan alasan sekolah bukan tempat untuk berdandan dan berhias diri. Jika Anda termasuk yang berpendapat demikian, ada baiknya menengok yang digambarkan dalam film The Return of Superman, variety show dari Korea Selatan yang menyuguhkan hiburan berupa rekaman aktivitas harian anak-anak bersama dengan ayah mereka.

Dalam salah satu episode, ada adegan seorang anak laki-laki bernama Seojun mengoleskan pelembap bibir saat menunggu temannya di cuaca yang panas. Di episode lain, tiga anak laki-laki kembar bernama Daehan, Minguk, dan Manse juga menggunakan mentimun untuk melembapkan wajah mereka.

Selebritas lain seperti Victoria Beckham juga pernah terlihat merekam aktivitas perawatan putrinya, Harper—yang masih berusia 7 tahun—melakukan facial. Victoria mengabadikan momen Harper memakai masker cokelat dalam unggahan di akun Instagram-nya pada awal tahun lalu.


Kisah-kisah di atas membuktikan bahwa sudah banyak orang di luar sana yang paham bahwa perawatan kulit harus dilakukan sejak dini. Namun, fakta serupa tidak terjadi di Indonesia. Baru-baru ini, muncul perdebatan di Instagram soal perlu-tidaknya membawa produk perawatan kulit ke sekolah. Wacana itu muncul akibat tersebarnya potret razia pelembap, parfum, sisir, sabun dan tabir surya di suatu sekolah.

“Kalau cuma pelembap bibir, kasihan [disita], apalagi buat orang yang seperti aku. Kalau nggak oles sejam sekali bakal berdarah,” kata selebgram Rachel Vennya, turut berkomentar.

Laman Northwestern Medicine menjelaskan pelembap dan pembersih wajah adalah dua perawatan dasar yang tak bisa dilepas. Usai membersihkan wajah, kulit harus diberi pelembap agar tetap terhidrasi. Pada kasus serius, kurangnya hidrasi kulit dapat membuat kulit retak dan bercelah sehingga menimbulkan infeksi dan peradangan.


Laman kesehatan Harvard mengatakan bahwa masalah kulit kering yang paling lazim dan membikin tidak nyaman adalah rasa sakit, kasar, merah, dan gatal. Penggunaan pelembap penting untuk meminimalkan risiko kulit menjadi kering. Setelahnya, barulah menggunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 agar kulit terlindung dari UVA dan UVB.

Penggunaan tabir surya ini juga harus diulangi setiap 2-4 jam sekali agar perlindungannya maksimal. Perawatan semacam ini perlu dilakukan remaja karena paparan sinar UV merupakan penyebab utama keriput, warna kulit tidak merata, kulit mengendur, penuaan dini, dan kanker kulit. Semakin jarang tabir surya digunakan, semakin cepat Anda mendapat kerutan pada wajah.

“Pelembap dan tabir surya dianjurkan dipakai sedini mungkin. Tipis saja [pemakaiannya], sejak bangku sekolah dasar sudah bisa,” kata Kardiana Purnama Dewi, Dokter Spesialis Kulit dari RS Pondok Indah.


Perawatan Kulit Sejak Dini

Untuk menentukan perawatan dasar yang cocok, perlu untuk mengetahui tipe kulit yang kita miliki. Menurut WebMD kulit remaja—serta kulit pada umumnya—terbagi menjadi empat tipe. Pertama tipe normal, ditandai dengan warna kulit yang rata, halus, tekstur kulitnya lembut, tidak memiliki noda, bintik merah, atau bercak. Tipe kulit ini merupakan yang paling ideal karena memiliki pori kecil, terhidrasi, tidak berminyak, dan tidak kering.

Tipe kedua adalah kulit kering yang seringkali kusam, kasar, bersisik, dan gatal. Pemilik tipe kulit kering sebaiknya menggunakan produk perawatan kulit yang ringan, tanpa pewangi, dan tanpa alkohol. Jangan mandi dengan air hangat lebih dari 10-20 menit dan jangan lupa pula menggunakan pelembap atau minyak untuk mengunci kelembapan kulit.

“Perlu juga olahraga, minum, dan tidur cukup agar tubuh melepaskan antioksidan,” ujar Kardiana. Antioksidan dalam tubuh berfungsi menangkal radikal bebas, termasuk sinar UV, untuk mencegah penuaan, kerut, bintik hitam, dan jerawat.


Sementara itu, untuk Anda pemilik kulit berminyak yang punya pori-pori terbuka, gampang berjerawat, komedo, dan terlihat mengkilap, disarankan mencuci muka dua hingga tiga kali sehari. Jika perlu, bawalah pembersih ke sekolah. Laman WebMD menyarankan pembersih yang ringkas dan mengandung benzoil peroksida, sulfur atau asam salisilat untuk membantu melarutkan minyak.

“Jangan pernah memencet jerawat karena akan menyebarkan peradangan, memperburuk kondisi jerawat, dan menyebabkan jaringan parut,” saran laman tersebut.

Terakhir, perawatan untuk kulit kombinasi bisa dilakukan dengan menggunakan losion biasa di area kering dan losion ringan di area berminyak. Pemilik kulit kombinasi biasanya punya area berminyak ‘T-Zone’ yang berada di dahi, hidung, dan dagu, sementara area lainnya cenderung kering.

Untuk menjaga agar kulit sehat sejak dini, WebMD menyarankan empat langkah dasar perawatan kulit bagi remaja.

Pertama membersihkan kulit, tahapan ini akan membuang kelebihan minyak dan kotoran pada kulit sehingga mencegah timbulnya jerawat. Setelahnya menggunakan pelembap, minimal pagi dan sore hari. Ketiga, rawat bagian kulit yang butuh perlakuan khusus, misalnya mengoleskan krim khusus di area jerawat.


Tutup rangkaian perawatan dasar itu dengan menggunakan tabir surya, terutama pada puncak waktu panas, sekitar pukul 10 hingga 14. Meski demikian Kardiana menyarankan untuk menggunakan tabir surya sepanjang waktu, saat di luar maupun dalam ruangan, ketika cuaca mendung ataupun cerah.



“UV dan panas itu memicu pigmentasi, bukan hanya matahari, panas kompor atau lampu juga berpengaruh. Jadi, di dalam rumah pun harus menggunakan tabir surya,” katanya.

Jika beraktivitas di dalam ruangan, cukup gunakan tabir surya SPF 30, sementara mereka yang lebih banyak berada di luar disarankan menggunakan SPF 50. Kandungan SPF pada tabir surya dapat ditentukan dari tingkat kepadatan losion. Semakan lengket tabir surya, maka semakin tinggi SPF yang terkandung di dalamnya.

Sayangnya, edukasi soal kesehatan kulit ini tak didapatkan sebagian masyarakat Indonesia. Murid yang kedapatan membawa perawatan kulit ke sekolah itu sedang merawat dirinya. Tak seharusnya mereka dilabeli dengan sebutan yang seksis dan misoginis seperti "centil", "cabe", atau "ganjen".

Baca juga artikel terkait SKINCARE atau tulisan menarik lainnya Aditya Widya Putri
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Aditya Widya Putri
Editor: Maulida Sri Handayani
DarkLight