Menuju konten utama

Merawat Bayi Prematur, Mulai dari NICU RS Hingga Saat di Rumah

Perawatan bayi prematur di rumah sakit dan rumah

Merawat Bayi Prematur, Mulai dari NICU RS Hingga Saat di Rumah
bayi prematur di dalam inkubator rumah sakit setelah seksi-C. iStockphoto/Getty Images

tirto.id - Organisasi Kesehatan Dunia, WHO mencatat, terdapat 15 juta kelahiran bayi prematur setiap tahun. Jika dibuat perbandingan, jumlah kasus kelahiran prematur adalah 1 dari 10 kelahiran.

Kelahiran prematur merupakan kasus di mana bayi lahir sebelum memasuki usia 37 minggu. Bayi yang lahir secara prematur memiliki risiko terkena komplikasi di masa awal kelahirannya.

Hal ini karena bayi prematur lahir dengan tubuh dan organ yang belum siap untuk bekerja sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, bayi prematur memerlukan perawatan intensif.

Perawatan di rumah sakit

Untungnya, teknologi medis saat ini memungkinkan bayi prematur untuk bertahan hidup selama beberapa hari pertama, minggu, atau bahkan bulan sampai tubuh mereka cukup kuat untuk melakukannya sendiri. Begitu lahir, bayi prematur akan dirujuk ke Neonatal Intensive Care Unit (NICU).

Dilansir American Pregnancy Association NICU adalah rumah perlindungan untuk bayi yang baru lahir dalam jangka waktu terbatas.

NICU dilengkapi dengan berbagai peralatan untuk memonitor kondisi bayi. Meski berbeda di tiap rumah sakit, umumnya mesin monitor yang ada di NICU memiliki sistem kerja yang sama: mencatat detak jantung, laju pernapasan, tekanan darah, dan suhu. Selain itu terdapat pula oksimeter yang digunakan untuk mengukur jumlah oksigen dalam darah.

Bayi yang baru lahir, khususnya bayi prematur biasanya membutuhkan bantuan pernapasan. Bantuan pernapasan bisa dilakukan dengan berbagai metode seperti menggunakan respirator, Continuous Positive Airway Pressure (C-PAP) atau bantuan udara ke paru-paru, dan tudung oksigen.

Sementara itu, untuk makan, bayi prematur biasanya mendapat asupan melalui intravena maupun tabung.

Bayi yang lahir pada usia 25 - 29 minggu belum bisa menerima ASI. Ini karena bayi prematur biasanya memiliki sistem pencernaan yang belum matang serta belum mampu untuk mengisap, menelan, dan bernapas secara normal.

Selama masa ini, bayi prematur perlu mendapatkan penanganan medis sehingga perlu tinggal di rumah sakit selama beberapa waktu.

Perawatan di rumah

Perawatan khusus tidak berhenti setelah bayi dinyatakan boleh meninggalkan rumah sakit. Karena sistem kekebalan tubuh mereka masih berkembang, bayi prematur berisiko terkena infeksi.

Maka dari itu, selama beberapa hari pertama di rumah, orangtua perlu melakukan tindakan pencegahan. Dilansir Kids Health, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk merawat bayi prematur pada masa awalnya di rumah.

    • Membatasi keluar ruangan, khususnya pada musim pancaroba dimana virus banyak berkembang. Kebanyakan dokter merekomendasikan untuk tidak mengunjungi tempat umum dengan bayi prematur.
    • Membatasi kunjungan untuk tamu dan kerabat yang ingin melihat si kecil. Tegaskan pada keluarga dan sahabat untuk tidak mengunjungi saat sakit, tidak merokok di rumah, dan semua pengunjung harus mencuci tangan sebelum menyentuh bayi.Ada baiknya untuk menanyakan ke dokter seberapa terbatas kontak bayi dengan anak-anak dan orang dewasa lainnya selama minggu-minggu pertama ini.
    • Letakkan bayi prematur untuk tidur terlentang. Memberi makan dan tidur untuk bayi sangat penting bagi kesehatan mereka. Pada bayi prematur, ada baiknya tidur lebih banyak namun dengan periode yang pendek. Semua bayi, termasuk bayi prematur, harus ditidurkan untuk mengurangi risiko sudden infant death syndrome (SIDS) atau sindrom kematian bayi mendadak.
    • Melakukan kangaroo care atau perawatan kanguru. Ini merupakan teknik di mana bayi prematur ditempatkan dalam posisi tegak di dada telanjang ibu sehingga memungkinkan kontak perut ke perut dengan menempatkan bayi di antara payudara ibu. Kepala bayi diputar sehingga telinganya diposisikan di atas jantung ibu. Perawatan ini dapat meningkatkan ikatan orangtua-anak, memudahkan proses menyusui, dan meningkatkan kesehatan bayi prematur.

Baca juga artikel terkait BAYI PREMATUR atau tulisan lainnya dari Yonada Nancy

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Yonada Nancy
Penulis: Yonada Nancy
Editor: Yulaika Ramadhani