Menyambut BTP sebagai Bintang Youtube

Oleh: Ahmad Zaenudin - 29 Januari 2019
Dibaca Normal 2 menit
Dalam 3 hari, vlog pertama Ahok alias BTP sudah ditonton 4,6 juta kali.
tirto.id - Kamis, 24 Januari, lalu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok—kini dipanggil BTP—bebas dari hukuman penjara. Lima hari sebelum kebebasannya dari rumah tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, tim BTP resmi merilis kanal Youtube bernama “Panggil Saya BTP”.

Tepat pada hari kebebasannya, kanal resmi BTP pun merilis video pertama berjudul “BTP VLOG #1 - PULANG.” Video yang berisi obrolan BTP dengan anak sulungnya Nicholas Sean Purnama viral di media sosial. Hingga Senin (28/1), video tersebut telah ditonton 4,6 juta kali oleh warganet.

Masuknya BTP ke Youtube menambah daftar politikus yang telah lebih dahulu memanfaatkan platform berbasis video milik Google ini. Yang paling dikenal ialah kanal bernama “Presiden Joko Widodo” milik Presiden Joko Widodo. Politikus dari PDI Perjuangan itu memiliki 766 ribu pengikut dan total semua videonya telah ditonton sebanyak 34 juta kali.

Kanal politikus berikutnya ialah milik Fahri Hamzah: “Fahri Hamzah Official.” Ia menggunakan kanal yang kini memiliki 26 ribu pengikut tersebut untuk menyiarkan kegiatan-kegiatan kesehariannya.

Hadirnya BTP di Youtube terhitung sukses. Jumlah pengikutnya melebihi kanal Jokowi. Namun, sambutan positif terhadapnya masih kalah oleh antusiasme bernada negatif. Newstensity, platform analisis media sosial, menangkap 217 unggahan dengan 9,1 ribu komentar selama sepekan BTP bebas. Dari jumlah itu, 45 persennya bernada negatif, 31 persen positif, dan 24 persen netral.

Meski sentimen negatif kuat, BTP nampaknya akan terus mengunggah video-video berisi segala hal tentang BTP. Paling tidak, dalam video pertama, BTP memberi isyarat tentang hal ini.

"Bila ingin tahu banyak [tentang saya], ya bisa subscribe vlog kami," BTP mempromosikan akunnya.

Sebagai Youtuber baru, berapa video yang mesti diunggah BTP di Youtube tiap harinya? Jawabannya, BTP mungkin harus mencontek tiga besar kanal di Youtube tentang seberapa sering mereka mengunggah video.

Dilansir Statista, sejak Januari 2019, kanal PewDiePie jadi yang terunggul di seantero jagat Youtube. Kanal itu memiliki 82,4 juta pengikut. Duduk di posisi dua ada kanal T-Series dengan 82 juta pengikut. Terakhir, ada nama 5-Minute Crafts dengan 48 juta pengikut.

Ketiga kanal tersebut memiliki strategi berbeda tentang seberapa sering video diunggah. PewDiePie, si pemuncak klasemen, mengunggah satu video tiap hari. Artinya, dalam sepekan PewDiePie mengunggah tujuh video. Sementara itu, kanal T-Series mengunggah dua hingga tiga video baru tiap harinya. Terakhir, 5-Minute Crafts mengunggah empat video per hari.

Kunci dari tiga kanal terunggul tersebut soal video yang diunggah ialah konsistensi. BTP, jika ingin sukses mendulang lebih banyak pengikut dan lebih banyak penonton, harus konsisten mengunggah video secara konsisten saban hari.

Youtube Sebagai Kanal Politik

Dalam dunia perpolitikan Brasil, Youtube jadi platform yang tidak bisa diremehkan. Mamae Falei, aktivis yang pada 2018 berhasil masuk ke parlemen selepas memperoleh lebih dari 470 ribu suara, memanfaatkan Youtube untuk tujuan politiknya.

“Saya jamin, di Brasil Youtubers jauh lebih berpengaruh dibandingkan politikus," katanya dengan yakin.

Dalam laporan BuzzFeed, Movimento Brazil Livre (MBL) kini didaulat sebagai salah satu organisasi yang berpengaruh dalam dunia maya Brasil. Selama masa kampanye 2018 berlangsung, konten-konten dari organisasi yang digagas Kim Kataguiri, yang kemudian terpilih jadi anggota parlemen termuda, tersebut terus-terusan merangsek di daftar populer Youtube, yang kemudian jadi santapan publik Brazil secara luas.

“Kami adalah jaringan politis terbesar di internet,” aku Kataguiri.

Formula MBL terbilang sederhana. Untuk menjadikannya populer, MBL merilis konten-konten kontroversial yang cenderung menjurus menampilkan informasi keliru. Selain itu, MBL menggandeng organisasi-organisasi kanan untuk mendukung mereka. Akibatnya, organisasi maya tersebut kini memiliki lebih dari 1 juta pengikut di Youtube.

Infografik HL Indepth Youtuber
Infografik HL Indepth Youtuber Iklan Youtube


Sebelum benar-benar mengandalkan Youtube, MBL menggunakan segala media sosial untuk berkampanye, misalnya di Facebook, tempat organisasi itu memiliki 3 juta pengikut. Namun, karena MBL menggunakan formula konten kontroversial plus informasi keliru, Facebook tak mengakomodasinya.

Menurut klaim MBL, keterlihatan konten-konten mereka di Facebook jauh berkurang hingga 20 kali lipat dibandingkan yang terjadi pada 2016 dan 2017. Akibatnya, MBL beralih ke Youtube, platform yang kemudian menyumbang hampir 40 persen pendanaan yang diperlukan organisasi ini.

“MBL fokus pada topik kontroversial yang akan membuat banyak komentar hingga menjadikannya mencapai halaman depan YouTube,” tulis laporan BuzzFeed itu.

Populernya penggunaan Youtube oleh politikus tak hanya terjadi di Brasil, tapi juga di Korea Selatan. Demikian disebut laporan The Korea Times. Yang terbaru, politikus sayap kanan Hong Joon-pyo merilis kanal Youtube bernama “TV Hongka Cola.” Menurutnya, perilisan kanal itu ditujukan untuk menyeimbangkan pemberitaan yang ada di media-media konvensional.

Pertanyaan yang muncul kemudian, mengapa Youtube populer bagi politikus? Dilansir Statista, Youtube termasuk media sosial paling laku di bumi. Paling tidak, hampir seperempat milenial menonton video online selama 10 hingga 20 jam tiap pekannya dan Youtube adalah aplikasi yang dominan.

Karena Youtube merupakan platform video, penontonnya akan “terbuai” untuk mencerna informasi secara pasif.

Dalam paper “Who Tube? How YouTube’s News and Politics Space Is Going Mainstream” yang ditulis Albert May, Youtube pada 2008 dianggap sebagai platform netral. Pada saat itu, tujuh kandidat presiden Amerika Serikat menggunakan Youtube untuk menyebarkan segala tindak-tanduk mereka. Tercatat ada 220 juta penonton video terkait pemilu 2008 di Youtube kala itu.

Lambat laun, Youtube kemudian jadi platform mainstream dalam dunia politik. Ini sebetulnya sesuai dengan visi si pendirinya, Chad Hurley: Youtube sebagai “platform demokratis”.

Baca juga artikel terkait PEMBEBASAN BTP atau tulisan menarik lainnya Ahmad Zaenudin
(tirto.id - Politik)


Penulis: Ahmad Zaenudin
Editor: Maulida Sri Handayani
* Data diambil dari 20 top media online yang dimonitor secara live