Menteri Susi: Perempuan Sekarang Masih Terkungkung Norma-norma

Oleh: Aulia Adam - 2 April 2018
Susi Pudjiastuti mengidolakan Kartini dan Angela Merkel.
tirto.id - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti rupanya mengidolakan Kartini dan tulisan-tulisannya dalam surat-surat Kartini. Ia senang dengan pikiran-pikiran Kartini yang jauh dan maju untuk seorang perempuan Jawa di zaman kolonial. “Apa yang dia tulis sangat relevan hingga hari ini,” kata Menteri Susi, dalam program Minister Live! Series, program kerja sama antara Facebook dan Tirto. Menurutnya, relevansi tulisan Kartini masih tinggi karena perempuan Indonesia zaman ini masih terkungkung norma-norma.

“Tapi terkadang, norma-norma itu cuma yang ada di pikiran perempuan itu saja,” tambahnya. Menurut Susi, perempuan sekarang harusnya berhenti berpikir kalau perempuan punya banyak batasan. Lebih baik langsung saja berpikir apa yang mau dilakukannya, apa yang bisa dilakukannya, kata Susi. “Liberate your mind!” tambahnya.

Bagi Susi, tak ada pekerjaan yang cuma bisa dilakukan perempuan atau laki-laki. “Tidak ada perempuan tidak boleh berani, ya perempuan sama dengan laki-laki,” katanya. Kecuali fungsi fisik yang berbeda, menurut Susi, laki-laki dan perempuan punya kesempatan yang sama.

Selain Kartini, Susi juga suka dengan gaya kepemimpinan Angela Merkel, Konselor Jerman. Menurutnya, karakter Merkel yang unggul adalah sifat logis-fragmatis-nya, sesuatu yang kata Susi mungkin cuma bisa dimiliki perempuan. “Kalau laki-laki enggak mungkin se-blended itu, biasanya cuma bisa rasional saja,” tambahnya.

Minister Live! Series sendiri adalah program kerja sama antara Facebook dan Tirto.id yang dapat ditonton langsung lewat fans page Tirto di Facebook. Dalam edisi pertamanya ini, Tirto sengaja mengundang Menteri Susi dalam rangka menyambut Hari Kartini, 21 April nanti.

Minister Live! Series episode satu bisa ditonton di sini:


Baca juga artikel terkait SUSI PUDJIASTUTI atau tulisan menarik lainnya Aulia Adam
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Aulia Adam
Penulis: Aulia Adam
Editor: Aulia Adam
DarkLight