Menteri PPPA: Pengeroyokan AY di Pontianak Harus Disikapi Hati-hati

Oleh: Alfian Putra Abdi - 10 April 2019
Menteri Yohana mengimbau, agar semua pihak yang sedang menangani kasus ini tidak gegabah dan berhati-hati.
tirto.id - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise menanggapi kasus pengeroyokan terhadap siswi SMP berinisial AY yang dikeroyok oleh tiga siswi SMA di Pontianak, Kalimantan Barat.

Menteri Yohana menyampaikan, kementeriannya akan segera melakukan rapat koordinasi lintas sektor, untuk mencari solusi terbaik dan penegakan hukum yang berkeadilan.

"Saya harap keduanya bisa diberikan pendampingan. Korban didampingi proses trauma healing-nya, sedangkan pelaku didampingi untuk pemulihan pola pikir atas tindakan yang telah dilakukan," ujarnya di Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Ia juga mengimbau, agar semua pihak yang sedang menangani kasus ini tidak gegabah dan berhati-hati. Ia juga meminta agar mencari alasan secara lengkap terkait penyebab pelaku melakukan pengeroyokan tersebut.

Ia juga menyarankan untuk tetap mengacu pada Undang-Undang No.11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, dalam menangani kasus pengeroyokan ini.

"Paling penting, kita harus memastikan pemenuhan hak-hak mereka. Sebagai korban atau pun pelaku, mereka tetap anak-anak kita. Sudah seharusnya kita lindungi dan kita luruskan jika mereka berbuat salah," ujarnya.

Terlepas dari kasus tersebut, Ia mengatakan bahwa Kementerian PPPA sangat tidak ingin ada tindakan-tindakan kekerasan yang terjadi pada anak dan perempuan.

Bahkan Kementerian PPPA sudah melakukan upaya mitigasi dengan mengadakan sosialisasi dan pelatihan kepada orang tua, anak dan aktivis masyarakat melalui Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).


Baca juga artikel terkait KASUS PENGANIAYAAN atau tulisan menarik lainnya Alfian Putra Abdi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Alfian Putra Abdi
Penulis: Alfian Putra Abdi
Editor: Alexander Haryanto