Menuju konten utama

Menteri BUMN: LRT Jabodebek Bakal Dilengkapi 3 Cadangan Listrik

LRT Jabodebek bakal memiliki backup listrik cadangan. Setiap stasiun LRT membutuhkan listrik sebesar 2,5 Megawatt (MW).

Menteri BUMN: LRT Jabodebek Bakal Dilengkapi 3 Cadangan Listrik
Kereta Light Rail Transit (LRT) melintas saat uji publik di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (11/6/2019). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/ama.

tirto.id - Kasus terjebaknya kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta saat terjadi pemadaman listrik massal di Jakarta, Banten dan Jawa Barat jadi pelajaran berharga bagi pemerintah.

Menteri BUMN, Rini Soemarno mengatakan, bakal menyiapkan rencana mitigasi agar kasus serupa tak membuat operasional kereta LRT Jabodebek lumpuh.

LRT Jabodetabek direncanakan untuk uji coba pada September mendatang dengan rute Cibubur-Cawang.

Nantinya LRT bakal memiliki backup listrik cadangan. Apalagi, setiap stasiun LRT nantinya bakal membutuhkan listrik sebesar 2,5 Megawatt (MW).

"Kita harapkan ada minimal 3 backup, jadi karena itu makanya dengan pengalaman yang kemarin [mati lampu], kali ini kita akan lebih ngetes lebih detail lebih dalam, sehingga backup system yaitu minimal ada 3," ujar dia, di stasiun LRT Cibubur, Jumat (23/8/2019).

Rini juga menyebut, progres pembangunan LRT Jabodebek rute Cibubur-cawang sudah mencapai 85 persen.

Ia menargetkan, akhir Oktober mendatang sudah beroperasional untuk mengangkut penumpang, meski belum semua rute terlintasi.

Sembari uji coba, kata dia, juga bakal menyiapkan akses masuk ke rel LRT lewat lahan milik Kwarnas Pramuka di dekat bumi perkemahan Cibubur.

"Satu set kereta bisa memasukkan penumpang termasuk yang berdiri kira-kira berapa 1.366 [orang]. Ini kan aksesnya harus melalui kwarnas jadi nanti kita tinggal final kan mengenai turun di mananya," imbuh dia.

Baca juga artikel terkait PROYEK LRT atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Zakki Amali