Menuju konten utama

Menteri Brazil Disingkirkan Pasca Munculnya Rekaman Rahasia

Bocornya rekaman pembicaraan rahasia Menteri Perencanaan Romero Juca yang berencana menggulingkan Dilma Rousseff membuat kredibilitas pemerintah sementara Brazil terguncang. Dalam transkrip rekaman rahasia itu, tampak jelas Juca -Sekutu kuat Temer di Partai Gerakan Demokratik Brazil (PMDB)- dan Sergio Machado berbicara mengenai pemakzulan Rousseff.

Menteri Brazil Disingkirkan Pasca Munculnya Rekaman Rahasia
Romero Jucá. Foto/Twitter.com/Romerojuca.

tirto.id - Kredibilitas pemerintah sementara Brazil terguncang pada Senin (23/5/2016) setelah seorang menteri senior dipaksa turun di tengah pengungkapan skenario 'licik' untuk pemakzulan Presiden Brazil Dilma Rousseff.

The Guardian melaporkan, hanya 10 hari setelah menjabat sebagai Menteri Perencanaan Romero Juca mengumumkan bahwa ia akan "mengambil cuti" setelah dirilisnya sebuah percakapan telepon yang direkam dengan diam-diam, dimana dia mengatakan Rousseff perlu digulingkan untuk membatalkan investigasi korupsi besar yang melibatkan dirinya dan anggota lain dari elit politik Brazil.

Hal ini mungkin bukan merupakan pukulan terakhir bagi presiden sementara Michel Temer di mana di dalam kabinetnya terdapat tujuh menteri yang diduga terlibat dalam operasi Lava Jato (Operation Car Wash) tentang tindakan suap dan pencucian uang di perusahaan minyak negara Petrobraz.

Temer mengambil alih kekuasaan pada awal bulan ini setelah senat memulai sebuah sidang pemakzulan pada Rousseff, yang jabatannya ditangguhkan selama enam bulan, menunggu putusan majelis tinggi terkait tuduhan bahwa dia memanipulasi rekening pemerintah yang dilakukan sebelum pemilu terakhir.

Pendukung pemimpin Partai Buruh mengatakan tuduhan itu adalah dalih untuk "kudeta." Sementara Sekutu Temer menjawab bahwa pemakzulan itu konstitusional dan diperlukan untuk mengatasi kelumpuhan politik dan resesi terburuk yang terjadi dalam beberapa dasawarsa.

Tapi motif pemakzulan yang meragukan, dengan dibumbui skenario yang sedikit berbau machiavellian untuk menggulingkan Rousseff sangat jelas tampak pada transkrip percakapan telepon antara Juca - sekutu kuat Temer di Partai Gerakan Demokratik Brazil (PMDB)- dan Sergio Machado, mantan senator yang sampai saat ini adalah presiden dari perusahaan minyak milik negara yang lain, Transpetro.

Setelah membahas bagaimana mereka berdua ditargetkan oleh Jaksa Lavo Jato, Juca mengatakan jalan keluarnya adalah dengan politik: "Kita harus menghentikan hal ini," katanya dalam investigasi. "Kita harus mengubah pemerintah untuk menghentikan 'pendarahan' ini."

Machado sepakat: "solusi termudah adalah dengan memasukkan Michel [Temer]."

Percakapan itu berlangsung beberapa minggu sebelum majelis rendah melakukan voting untuk pemakzulan Rousseff, demikain menurut surat kabar Folha de Sao Paulo yang menerbitkan transkrip tersebut.

Pada satu titik pembicaraan, Juca tampaknya mengejek para investigator Lava Jato karena tekad mereka yang tinggi untuk menangkap semua senator korup dan anggota kongres. "[mereka ingin] mengakhiri kelas politik ini sehingga [yang baru] bisa naik, untuk membangun generasi baru [yang] murni."

Dia kemudian mengatakan bahwa ancaman tersebut akhirnya disadari tidak hanya oleh dia, tetapi juga oleh para pemimpin Partai Sosial Demokrat, seperti mantan kandidat presiden Aecio Neves, Senator Aloysio Neves, Jose Serra dan Tasso Jereisatti - yang mana semuanya berada dalam kabinet pemerintah sementara saat ini atau pendukung utama koalisi.

Dalam percakapan tersebut, Juca juga mengatakan ia telah menyampaikan rencananya kepada para hakim agung, yang mengatakan bahwa "penyelidikan korupsi dan liputan media" tidak akan pernah berhenti selama Rousseff tetap berkuasa. Juca juga mengatakan, ia menerima "jaminan" dari para komandan militer bahwa mereka bisa mencegah gangguan dari kelompok sayap kiri radikal seperti the Landless Workers Movement.

Juca, yang menempati posisi berpengaruh dalam pemerintah sementara sebagai Menteri Perencanaan, mengakui pada Senin bahwa percakapan tersebut benar adanya, tetapi ia mengklaim bahwa kata-katanya diambil di luar konteks. Dia berargumen bahwa ia merujuk pada kerugian ekonomi ketika berbicara mengenai "pendarahan." Pengacaranya, Almeida Castro menegaskan: Juca tidak pernah berbicara menentang Lava Jato atau berusaha untuk mencampuri operasi [mereka]."

Namun Machado, yang merupakan sumber dari rekaman tersebut, sudah dilaporkan melakukan negosiasi tawar menawar pembelaan dengan para jaksa. Menurut laporan media lokal, Juca mengatakan dia akan tetap "cuti" hingga jaksa memutuskan apakah ia telah melakukan sebuah kejahatan.

Baca juga artikel terkait BRAZIL atau tulisan lainnya dari Yantina Debora

tirto.id - Politik
Penulis: Yantina Debora
Editor: Ign. L. Adhi Bhaskara