Menristekdikti: Staf Khusus Tak Boleh Main Jual Beli Ijazah Bodong

Oleh: Haris Prabowo - 29 November 2018
Dibaca Normal 1 menit
"Saya sudah perintahkan pada dirjen dan direktur, yang bermasalah dengan penjual ijazah palsu, tutup saja."
tirto.id - Menristekdikti Mohammad Nasir mengatakan akan menutup kampus-kampus yang dinilai bermasalah dengan berbisnis jual beli ijazah palsu atau bodong. Apalagi, katanya, jika melibat Staf Khusus maupun pihak lain yang berada di bawah naungannya.

"Saya sudah perintahkan pada dirjen dan direktur, yang bermasalah dengan penjual ijazah palsu, tutup saja enggak usah diberikan izin. Bikin orang susah. Itu penting. Itu akan merusak marwah pendidikan tinggi di Indonesia. Siapa pun yang melakukan enggak boleh, apa itu Staf Khusus maupun orang lain, enggak boleh," kata Menteri Nasir di Gedung D Kemenristekdikti, Kamis (29/11/2018) pagi.

"Saya selalu wanti-wanti semacam itu. Jika ada perguruan tinggi macam itu, jika terjadi ada kasus ijazah palsu di kampus, langsung tutup saja," lanjutnya.


Sebelumnya, Nasir mengisi pidato dalam agenda pengangkatan Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan yang baru. Dalam pidato tersebut ia sempat menyinggung untuk dirjen yang baru berkoordinasi dengan dirjen lainnya guna mengatasi masalah jual beli ijazah bodong.

"Jangan sampai ada, dulu pada tahun 2014-2015 dan sebelumnya, yaitu muncul ijazah bodong. Jangan sampai terjadi lagi. Ini harus kita awasi. Hukumnya haram. Kita harus kerja keras untuk melakukan hal ini," katanya dalam pidato.

Nasir mengatakan pihaknya akan mulai melakukan tindakan kembali kepada kampus-kampus yang bermasalah, yang dinilai muncul kembali ke permukaan akhir-akhir ini.

"Makanya ini yang saya lakukan kan sudah berjalan dengan baik. Kami tidak pernah mentoleransi ijazah bodong itu. Apa pun bentuknya. Tiba-tiba muncul akhir-akhir ini, karena sudah saya pasang dengan sistem, kok muncul lagi ya. Beberapa hari lalu muncul," katanya.



Ia menyadari bahwa pihak yang bermain dalam kasus jual beli ijazah bodong saat ini merupakan 'orang lama'. Nasir mengaku heran mengapa 'orang lama' tersebut muncul kembali dengan modus baru, yaitu mengganti kampus-kampus yang ditutup dengan nama universitas baru.

"Ternyata itu cara lama bermain lagi, saya dikasih tahu informasi, lho ini kan orang lama, udah berhentikan saja. Enggak boleh bermain. Tapi dia menggunakan nama universitas lain. Yang saya tutup, ternyata pakai nama lain. Universitas baru. Kalau enggak salah Universitas Pelita Bangsa. Membuat itu. Padahal yang lama itu ada ijazah palsu yang mereka terbitkan sekitar 700an, enggak boleh begitu," katanya.

Nasir juga menegaskan akan memecat staf atau pegawai Kemenristekdikti yang terbukti ikut terlibat dalam sindikat jual beli ijazah perguruan tinggi.


Merespons pemberitaan itu, Menteri Nasir menyatakan telah memanggil dan meminta konfirmasi pada staf khususnya itu.

"Saya panggil dia [Maktub]. Dia bilang enggak melakukan,” kata Nasir.

"Ya.. sudah silakan laporkan siapa yang melakukan ini jangan ada yang memainkan peran ini," kata Nasir menirukan percakapan dengan staf khususnya tersebut.

Menteri Nasir menambahkan, jika ada keterlibatan Maktub dalam kasus tersebut, pihak Kemenristekdikti akan memberhentikannya.


"Kalau ada keterlibatan dia, pasti sudah saya berhentikan. Saya tidak mau toleransi. Beberapa dosen saya berhentikan, saya tidak mau ambil risiko apa pun," Nasir menambahkan.

Baca juga artikel terkait IJAZAH PALSU atau tulisan menarik lainnya Haris Prabowo
(tirto.id - Pendidikan)

Reporter: Haris Prabowo
Penulis: Haris Prabowo
Editor: Yulaika Ramadhani