STOP PRESS! Jadi Saksi di Sidang E-KTP Hari Ini, Setnov Sibuk Acara HUT Golkar

Menpora & Bupati Kirim Karangan Bunga untuk Suporter Persita

Menpora & Bupati Kirim Karangan Bunga untuk Suporter Persita
Karangan bunga almarhum Banu Rusman. Tirto.id/Ahsan Ridhoi.
Reporter: M. Ahsan Ridhoi
13 Oktober, 2017 dibaca normal 1 menit
Dari pantauan Tirto di kediaman almarhum, diketahui beberapa karangan bunga untuk korban bentrok suporter Persita berasal dari Menpora Imam Nahrawi dan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.
tirto.id -
Deretan karangan bunga terpasang di depan rumah almarhum Banu Rusman, suporter Persita Tangerang yang meninggal dalam kerusuhan dalam pertandingan Liga 2 Persita Tangerang vs PSMS Medan, Rabu (11/10/2017). 

Dari pantauan Tirto di kediaman almarhum, diketahui karangan bunga tersebut berasal dari Menpora Imam Nahrawi, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Dandim 0506/Tangerang Letkol Inf MI Gogor AA, Danrem 052/WKR Kol Inf Iwan Setiawan, dan keluarga besar Persita Tangerang. 

Menurut Tumina, sepupu almarhum, karangan bunga tersebut mulai datang pukul 2 dini hari. "Dari jam 2 sampai subuh itu pada dateng," kata Tumina pada Tirto, di rumah almarhum Banu, Jalan Kavling Serpong, RT/3 RW/4, Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (13/10/2017). 

Dari penjelasan Tumina juga diketahui beberapa anggota TNI dan Kepolisian datang dan berjaga sampai subuh di rumah almarhum. "Ada banyak tentara sama polisi semalam. Sampai subuh," kata Tumina.

Selain itu, menurutnya, suporter Persita dan teman almarhum lainnya juga melayat ke rumah duka bergiliran dari malam sampai pagi. "Barusan aja temen sekolahnya pulang. Tadi ada 20-an orang lah. Nanti abis jumatan ada yang mau dateng lagi," terang Tumina.

Jenazah almarhum sendiri, kata Tumina, sudah dibawa ke Pekalongan, Jawa Tengah, untuk dikuburkan sejak pukul 9 malam kemarin. "Tadi pagi katanya sudah sampai dan langsung dikubur," kata Tumina.

Sementara itu, kakak kandung korban, Sri, mengaku terpukul dengan kematian Banu. Menurutnya, kejadian itu terbilang mendadak.

"Dia itu pendiam. Waktu mau berangkat biasa saja. Kok bisa gitu ya mereka itu bunuh adik saya. Enggak habis pikir," kata Sri pada Tirto, di rumah duka, Jumat (13/10/2017).

Saat ini, rumah duka terlihat sepi dengan tenda dan bendera kuning terpasang di depannya. Menurut Sri, nanti malam keluarga akan menggelar pengajian sampai 7 hari ke depan. 

Sebagai catatan, Banu diketahui tewas akibat bentrokan seusai pertandingan pada Rabu (11/10/2017). Saat itu sejumlah pendukung Persita turun ke lapangan seusai pertandingan. 

Mereka kemudian bentrok dengan suporter PSMS berseragam. Banu terkena pukulan benda tumpul di kepala oleh salah satu suporter PSMS yang telah diketahui sebagai anggota Kostrad TNI. Ia meninggal akibat pendarahan parah di otak pada Rabu sore setelah mendapat perawatan di rumah sakit. 


Baca juga artikel terkait KERUSUHAN SUPORTER atau tulisan menarik lainnya M. Ahsan Ridhoi
(tirto.id - san/may)

Keyword