Menperin akan Bolehkan Pabrik Gula Konsumsi Impor Bahan Baku

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 9 Februari 2021
Dibaca Normal 1 menit
Menperin Agus akan mengizinkan pabrik gula konsumsi eksisting di Indonesia untuk mengimpor bahan baku dengan cara revisi regulasi.
tirto.id - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita akan mengizinkan pabrik gula konsumsi eksisting di Indonesia untuk mengimpor bahan baku. Rencana ini ia tuangkan dalam revisi Permenperin No. 10 Tahun 2017 yang sebelumnya hanya mengakomodir pabrik gula baru yang kebun tebunya belum siap memasok bahan baku. Agus menyatakan revisi Permen itu sedang berada dalam proses.

“Pabrik gula yang sudah eksisting yang kebetulan kebun tebunya ini mengalami kesulitan panen. Ini kami revisi agar mereka juga bisa mendapat fasilitas bahan baku bagi masing-masing pabrik gulanya,” ucap Agus dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI, Selasa (9/2/2021).

Agus menjelaskan awalnya aturan Permenperin 10/2018 hanya ditujukan bagi pabrik gula baru. Mereka yang menerima hanya terbatas pada pabrik yang kebun tebunya belum siap menyumbang bahan baku ke pabriknya.

Pada 2021 ini, revisi Permenperin itu akan memungkinkan pabrik gula yang sudah lama ada di Indonesia dapat memperoleh fasilitas serupa. Agus hanya memberi batasan pada pengusaha yang kebun tebunya kesulitan panen baik karena kendala cuaca maupun bencana alam.

Meski memberi kemudahan masuknya bahan baku gula impor, ia berjanji akan mengawasinya. Agus bilang Kemenperin akan memverifikasi kebutuhan impor bahan baku gula itu sehingga mencegah penyalagunaan.

Di sisi lain, ia meyakini kebijakan ini akan lebih banyak manfaat ketimbang mudaratnya. Ia bilang kebijakan ini memungkinkan pabrik gula dalam negeri dapat terus beroperasi sehingga utilisasinya tidak berkurang hanya karena masalah bahan baku.

“Ini semua akan kami verifikasi. Tidak akan kami sembarang memberi izin importasi bahan baku untuk pabrik gula di luar rafinasi,” ucap Agus.



Baca juga artikel terkait GULA atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Abdul Aziz
DarkLight