Menlu Retno: Pemerintah Ikut Terlibat Pencarian Vaksin COVID-19

Oleh: Andrian Pratama Taher - 23 April 2020
Dibaca Normal 1 menit
Pemerintah klaim ada 14 rumah sakit yang telah ditunjuk untuk terlibat dalam percobaan uji klinis vaksin COVID-19.
tirto.id - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, pemerintah Indonesia ikut berpartisipasi dalam pencarian vaksin COVID-19. Pemerintah mengklaim juga sudah mengujicobakan vaksin COVID-19 di Indonesia.

Retno mengaku, Indonesia sudah meningkatkan usaha mereka dalam pengembangan vaksin, obat therapeutic dan mengembangkan laboratorium. Saat ini, Indonesia bersama sekitar 100 negara di bawah WHO terlibat dalam pencarian vaksin tersebut. Ia pun mengatakan, Indonesia sudah menunjuk beberapa rumah sakit untuk mencoba vaksin ujicoba COVID-19.

"Sebanyak 14 rumah sakit telah ditunjuk untuk terlibat dalam percobaan tersebut. Sembilan di antaranya sudah menjalani ujicoba riset klinis minggu ini," kata Retno saat konferensi pers via virtual, Kamis (23/4/2020).

Retno menambahkan, lembaga Eijkman Indonesia juga tengah mengembangkan obat COVID-19 dengan menggunakan metode Convalencent plasma. Sementara itu, beberapa perusahaan Indonesia mulai bekerja sama untuk memproduksi vaksin COVID-19 bersama mitra mereka di luar negeri.

"Perusahaan seperti Biofarma sedang melakukan pengembangan bersama dengan mitra kerja luar negeri untuk memproduksi vaksin masa depan dan menjadi bagian dari percobaan obat," kata Retno.

Retno pun mengatakan, pemerintah juga ikut mengembangkan laboratorium untuk tes kesehatan COVID-19 serta penanganan medis yang komprehensif. Retno menyebut, laboratorium Indonesia kini mampu menguji hingga puluhan ribu tes per hari. Hal tersebut tidak lepas dari bantuan Korea Selatan beberapa waktu lalu.

"Untuk pengujian, kapasitas tes pengujian telah meningkat hingga 12 ribu per hari," kata Retno.

Retno menambahkan, pemerintah juga menyiagakan rumah sakit darurat untuk membantu penanganan COVID-19. Rumah sakit darurat menangani penderita COVID-19 dengan gejala ringan-sedang sementata rumah sakit rujukan untuk penyakit berat dan kritis.

Saat ini, pemerintah sudah menyiapkan Wisma Atlet sebagai rumah sakit darurat. Wisma Atlet diperkirakan bisa menampung 3000 pasien. Selain itu, pemerintah daerah juga mengalihfungsikan fasilitas daerah seperti balai pelatihan untuk rumah sakit darurat. Retno mengaku, Indonesia memiliki hingga 10 ribu lebih tempat tidur khusus untuk menangani COVID.

"Hari ini sekitar 668 rumah sakit yang memiliki sekitar 10321 tempat tidur untuk pasien COVID," Kata Retno.

Pemerintah juga menerapkan konsultasi kesehatan via daring atau telemedicine. Strategi ini digunakan untuk mencegah masyarakat untuk berkerumun saat di rumah sakit.

"Program ini membuat masyarakat tetap menerima pelayanan kesehatan dari dokter dan ahli kesehatan tanpa memenuhi rumah sakit dan fasilitas kesehatan. sebagai contoh satu telemedicine di indonesia punya 17 juta lebih pengguna bulanan. 16 juta menggunakan saluran konsultasi COVID-19," kata Retno.


Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Restu Diantina Putri
DarkLight