Menlu Iran: Perang Singkat dengan AS Hanya Ilusi Belaka

Oleh: Anggit Setiani Dayana - 2 Juli 2019
Dibaca Normal 1 menit
Iran masih mendapat dukungan dari Eropa, sementara AS mencari koalisi di Timur Tengah terkait nuklir.
tirto.id - Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif menyebut klaim bahwa perang antara AS-Iran akan berlangsung cepat tak benar, karena AS kini membentuk koalisi internasional melawan Iran.

"Ungkapan bahwa perang singkat AS dengan Iran adalah ilusi," cuit Zarif.

Cuitan itu diunggahnya sehari usai Trump menulis dalam akun Twitternya bahwa ia tak bermaksud berperang dengan Iran, tetapi tetap memberi peringatan jika perang benar-benar pecah, hal tersebut tidak akan berlangsung lama.

Aljazeera melaporkan, Iran menyebut AS melakukan "teror" ekonomi dan serangan psikologis terhadap mereka dengan diterapkannya sanksi.

Selain itu AS juga menarik diri dari perjanjian nuklir tahun 2015 bersama negara-negara adidaya lainnya.

Dalam perjanjian tersebut, Iran setuju untuk mengurangi program nuklir dengan imbalan keringanan sanksi ekonomi. Zarif menambahkan bahwa penguatan sanksi bukanlah alternatif perang, melainkan perang itu sendiri.

Di tengah meningkatnya ketegangan antar kedua negara tersebut, pejabat pertahanan AS menekan NATO untuk bergabung dengan AS dalam upaya menekan Iran.

AS juga ingin memastikan keamanan kapal teluk usai insiden rusaknya kapal-kapal komersil secara misterius di Teluk Hormuz. AS menyalahkan Iran atas kerusakan tersebut, yang kemudian disangkal oleh Iran.


AS juga menyebut Iran dengan sengaja membangkang dan memicu ketegangan di Timur Tengah. NATO mendesak sekutu internasional untuk menyadari ujaran publik yang mengecam perilaku Iran dan menekankan bahwa Teluk Hormuz harus bebas dari ancaman.

NATO juga akan membawa isu ini di kancah internasional dengan mendiskusikannya dalam pertemuan dewan pertahanan NATO di Brussel. Selain itu, PBB memberi laporan bahwa Iran tengah memiliki uranium sebanyak 200kg (batas kepemilikan yang disepakati 202,8kg).

Meski AS menekan Iran, Eropa tetap bersikukuh untuk melakukan perdagangan dengan Teheran. Mitra Iran di Eropa juga mengumumkan kredit jutaan dolar AS pada pertemuan puncak di ibukota Austria, Wina, pada hari Jumat (28/6/2019) untuk melindunginya dari sanksi yang menggoyahkan Iran secara ekonomi, Wall Street Journal melaporkan.

Kredit ini bertujuan untuk menghidupkan ikatan ekonomi antar pemerintah Eropa dan Iran dengan membuat mekanisme spesial yaitu rute perdagangan Iran-Barat.

Selagi Iran memperkuat hubungan dengan aliansi Eropa, AS memperkuat aliansi dengan Timur Tengah. AS, melalui Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengunjungi Arab Saudi untuk bertemu denggan pemimpin Arab Saudi dan Uni Emirat Arab membahas koalisi internasional untuk menekan Iran.

Selain tiga negara tersebut, rencananya mereka akan melibatkan 20 negara lainnya, sebagaimana diwartakan Times.

AS juga berniat menggandeng Eropa untuk bersekutu, tetapi nampaknya justru akan menerima sambutan dingin. Sebab Eropa menyetujui perjanjian nuklir dan keputusan Trump keluar dari perjanjian merupakan kesalahan yang membuat fraksi pendukung Iran meradang. Hal inilah yang kemudian berpotensi memicu konflik di Timur Tengah.

Baca juga artikel terkait PERANG AS IRAN atau tulisan menarik lainnya Anggit Setiani Dayana
(tirto.id - Politik)


Penulis: Anggit Setiani Dayana
Editor: Yantina Debora
Kontributor: Anggit Setiani Dayana
DarkLight