Menlu AS Bendung Pengaruh Cina di RI lewat Isu Agama & Laut Natuna

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 29 Oktober 2020
Dibaca Normal 1 menit
Menlu AS Mike Pompeo menentang Cina dalam isu muslim Uighur dan klaim laut Cina Selatan.
tirto.id - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo berkunjung kembali ke Indonesia dan memakainya untuk propaganda menentang Cina dalam isu muslim Uighur dan Laut Cina Selatan (LCS).

“Kami menghabiskan waktu membicarakan ekonomi lalu keamanan. Sebagai negara yang taat pada hukum, kami menolak klaim yang dibuat Partai Komunis Cina di Laut Cina Selatan,” ucap Pompeo dalam konferensi pers bersama Menlu RI di Jakarta, Kamis (29/10/2020).

Indonesia menyebut LCS sebagai laut Natuna dan tidak mengakui klaim Cina, menurut Retno Marsudi, menteri luar negeri Indonesia. Sebaliknya Retno mendorong wilayah yang diklaim Cina dikelola dengan damai dan stabil sesuai dengan Hukum internasional, khususnya UNCLOS 1982.

Setelah bertemu Retno, Pompeo bergegas menghadiri acara bertajuk “Nurturing the shared civilizational aspirations of Islam Rahmatan li al-‘Alamin” bersama Gerakan Pemuda Ansor. Dalam organisasi sayap Nahdlatul Ulama, ormas besar Islam Indonesia, ia membawa isu nasib Muslim Uighur Provinsi Xinjiang di Cina.

Pompeo mengatakan Partai Komunis Cina telah melakukan upaya “pluralisasi” terhadap masyarakat Uighur dalam upaya melawan terorisme dan mengentaskan kemiskinan. Namun, ia yakin hal itu tidak benar.

Ia mencontohkan dalam sejumlah kasus muslim Uighur dipaksa memakan babi selama bulan suci Ramadan dan sterilisasi perempuan Uighur, sampai mereduksi anak-anak penduduk Uighur ke sekolah kejuran bikinan pemerintah Cina.

Ia bahkan menyandingkan pemerintah Cina dengan sikap pemerintah Iran yang membatasi agama lain di wilayah itu. Terutama Islam Sunni karena Iran memiliki mayoritas penganut Syiah.

“Saya tau Partai Komunis Cina berusaha untuk meyakinkan Indonesia untuk memalingkan pandangan dari ini,” ucap Pompeo di acara Gerakan Pemuda Ansor.

Sebelum berkunjung ke Indonesia, Pompeo nyatanya juga sudah berkunjung ke India pada 27 Oktober 2020. Melansir Reuters, ia bertemu dengan Menteri Pertahanan India dan menandatangani perjanjian untuk berbagi data satelit dan peta dalam rangka menghadapi ancaman Cina terhadap keamanan dan kebebasan.

Jika di Indonesia Pompeo menggunakan isu agama dan Laut Cina Selatan, di India isu yang disoroti adalah perselisihan India-Cina mengenai perbatasan di Himalaya.


Baca juga artikel terkait MIKE POMPEO atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Politik)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Zakki Amali
DarkLight