Menko Muhadjir Sebut "Trisula" Strategi RI Tangani Pandemi COVID-19

Oleh: Andrian Pratama Taher - 8 Mei 2020
Dibaca Normal 1 menit
Muhadjir Effendy menyatakan tiga strategi pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19, yaitu sektor kesehatan, kedaruratan sosial masyarakat, dan masalah ekonomi.
tirto.id - Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy membuka tiga strategi pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 atau strategi trisula dalam penanganan Corona.

Strategi utama atau trisula tengah pemerintah siapkan adalah sektor kesehatan. Pemerintah berusaha menyelesaikan penyebaran COVID-19 di masyarakat.

“Ujung tengah ini adalah menangani darurat langsung berhadapan untuk menyelesaikan darurat kesehatan yaitu bagaimana mengatasi, membatasi penularan, juga memperkecil penyebaran, dan nanti segera mempercepat penyelesaian COVID-19. Itu adalah ujung tombaknya di sektor kesehatan," kata Muhadjir dalam konferensi pers secara teleconference dari Istana Negara, Jumat (8/5/2020).

Sektor tersebut dikomando Kemenko PMK dengan dua penanggung jawab, yakni Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai pemberi dukungan fasilitas serta Kementerian Kesehatan sebagai pihak yang menelusuri dan melakukan perawatan.

Ujung tombak kedua adalah mengatasi kedaruratan sosial masyarakat. Dua kementerian menjadi ujung tombak yang juga di bawah komando Kemenko PMK, yakni Kementerian Sosial dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Ketiga adalah permasalahan ekonomi yang berada di komando Kemenko Perekonomian.

Ia membocorkan strategi ekonomi yang diterapkan Indonesia saat ini mengedepankan survabilitas ekonomi.

“Artinya pemerintah sekarang ini lebih banyak berupaya untuk bagaimana kondisi ekonomi kita bisa bertahan dalam kondisi sekarang ini untuk sekedar hidup. Survival saja," kata Muhadjir.

Muhadjir pun mengutip penjelasan Scott Morrison tentang hibernasi ekonomi. Ia menganalogikan ekonomi Indonesia saat pandemi seperti kehidupan beruang kutub yang hibernasi saat musim dingin.

“Hibernasi ekonomi ini kita bayangkan seperti beruang kutub memasuki musim dingin yang kemudian harus tidur, menghemat energi yang dia miliki, memperlambat detak jantungnya, kemudian juga menurunkan serendah mungkin panas badannya, temperatur badannya. Supaya apa? Supaya dia tetap bertahan hidup tidak mati sehingga nanti bisa bangkit lagi setelah musim dingin berlalu," kata Muhadjir.

“Kita melakukan hal yang sama dan itu caranya adalah melakukan survivabilitas ekonomi setelah itu nanti kita melakukan recovery. Saya tidak akan panjang berbicara ini karena itu bukan wewenang saya karena itu domain dari menko ekonomi dan seluruh timnya," kata Muhadjir.


Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Abdul Aziz
DarkLight