Menkeu Sri Mulyani Beberkan Prediksi Asumsi Makro APBN 2022

Reporter: Dwi Aditya Putra - 1 Jul 2022 12:40 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Prediksi Menkeu Sri Mulyani Indrawati terkait pertumbuhan ekonomi pada semester I-2022 tumbuh di kisaran 4,9 persen hingga 5,2 persen.
tirto.id - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati memprediksi pertumbuhan ekonomi pada semester I-2022 tumbuh di kisaran 4,9 persen hingga 5,2 persen. Selanjutnya untuk semester II-2022 diperkirakan mencapai 4,9 persen hingga 5,5 persen.

"Dengan demikian untuk keseluruhan tahun, ekonomi akan tumbuh dalam rentang 4,9 persen hingga 5,4 persen, yang didukung konsumsi masyarakat yang akan terus pulih," kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat, Jumat (1/7/2022).

Meski akan tumbuh lebih tinggi, pemerintah tetap diwaspadai kecenderungan inflasi dalam negeri yang akan bisa menggerus dukungan pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan investasi. Terutama jika suku bunga acuan Bank Indonesia naik.

Bendahara Negara tersebut pun memperkirakan inflasi akan mengalami sedikit tekanan pada semester II-2022, yakni pada level 3,5 persen hingga 4,5 persen. Sehingga untuk keseluruhan tahun akan ada dalam rentang antara 3,5 persen hingga 4,5 persen.

Asumsi dasar ekonomi makro lainnya yakni suku bunga surat berharga tenor 10 tahun juga kemungkinan mengalami tekanan ke atas pada semester II-2022 di kisaran 6,83 persen hingga 8,56 persen persen. Sedangkan untuk keseluruhan tahun diperkirakan berada di antara 6,85 persen hingga 8,42 persen.

"Nilai tukar rupiah juga sedikit mengalami tekanan dengan penguatan indeks dolar AS sehingga dalam semester II-2022 akan berada di antara Rp14.180 per dolar AS hingga Rp14.925 per dolar AS dan untuk keseluruhan tahun di Rp14.300 per dolar AS sampai Rp14.700 per dolar AS," tuturnya.

Dia juga memproyeksikan harga minyak mentah Indonesia pada semester II-2022 akan berada dalam kisaran 90 dolar AS per barel hingga 105 dolar AS per barel. Sehingga keseluruhan tahun ada di 95 dolar AS per barel hingga 105 dolar AS per barel.

Sedangkan untuk lifting minyak dan gas kemungkinan masing-masing 635 ribu sampai 703 ribu barel. Ini setara minyak per hari dan 956 ribu sampai 1,036 juta barel setara minyak per hari di semester II-2022, begitu pula dengan keseluruhan tahun ini.


Baca juga artikel terkait APBN 2022 atau tulisan menarik lainnya Dwi Aditya Putra
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Maya Saputri

DarkLight