Menkes Minta Jokowi Tunggu 25 Hari untuk Lihat Kenaikan Kasus COVID

Reporter: Farid Nurhakim, tirto.id - 9 Mei 2022 18:10 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Menurut Kemenkes, kenaikan kasus tersebut akan mulai terjadi di hari ke-27 sampai hari ke-34 seusai hari raya.
tirto.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar Indonesia bisa menunggu sekitar 20-25 hari ke depan untuk melihat apakah ada pola kenaikan kasus COVID-19 pascaLebaran yang sama seperti liburan Lebaran serta liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebelumnya.

Menurut Kemenkes, kenaikan kasus tersebut akan mulai terjadi di hari ke-27 sampai hari ke-34 seusai hari raya.

“Kami juga melakukan monitoring [pemantauan] mengenai kenaikan kasus pascaLebaran ya. Berdasarkan monitoring sebelumnya yang kita lakukan setiap pasca liburan besar seperti Lebaran tahun lalu dan liburan Natal dan Tahun Baru yang lalu, kenaikan akan mulai terjadi di hari ke-27 sampai hari ke-34 sesudah hari rayanya,” kata Budi dalam keterangan pers bersama Menteri Kabinet Indonesia Maju, yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (9/5/2022) sore.

Dia menyebut hari ini merupakan H+7 Hari Raya Idulfitri 2022. Oleh karena itu, Kemenkes mengusulkan kepada Jokowi agar Indonesia menunggu dahulu sekitar 20-25 hari ke depan untuk melihat apakah ada pola kenaikan kasus COVID-19 yang sama seperti liburan Lebaran serta liburan Nataru sebelumnya.

“Nah, sekarang kita sudah 7 hari sesudah hari raya, jadi kami mengusulkan kepada Bapak Presiden, kalau kita tunggu dulu sekitar 20 sampai 25 hari ke depan untuk melihat apakah ada pola kenaikan yang sama seperti liburan Lebaran dan liburan Natal dan Tahun Baru sebelumnya. Itu yang kami sampaikan ke beliau,” tutur Budi.

Lanjut dia, ada hal lain yang dia sampaikan ke Jokowi yaitu mengenai vaksinasi COVID-19. Menurut catatan Kemenkes, Indonesia telah menembus angka 400 juta dosis vaksinasi COVID-19 pada pekan lalu.

“Tepatnya sudah ada 406 juta dosis vaksinasi yang diberikan ke 199.400.000 masyarakat Indonesia,” sambung Budi.

Dia menuturkan, di awal vaksinasi COVID-19 di Indonesia pada 13 Januari 2021, negeri ini butuh 10 tahun untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok. Hal ini disampaikan oleh Bloomberg dalam analisisnya melalui Bloomberg Vaccine COVID-19 Tracker Global Distribution.

“Sekarang dalam waktu 16 bulan, kita sudah berhasil menyuntikan 406 juta dosis vaksin ke seluruh masyarakat Indonesia,” pungkas Budi.



Baca juga artikel terkait KENAIKAN KASUS CORONA USAI LEBARAN atau tulisan menarik lainnya Farid Nurhakim
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Farid Nurhakim
Penulis: Farid Nurhakim
Editor: Restu Diantina Putri

DarkLight