Menkes: Kemampuan Contact Tracing Corona Indonesia di Bawah Standar

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 13 Januari 2021
Dibaca Normal 1 menit
Budi Gunadi Sadikin mengatakan hal itu disebabkan keterbatasan data yang sedang dicari solusinya oleh Kemenkes.
tirto.id - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui kemampuan penelusuran kontak erat atau contact tracing kasus COVID-19 di Indonesia masih di bawah standar. Budi mengatakan hal ini disebabkan keterbatasan data yang sedang dicari solusinya oleh Kemenkes.

“Sesudah testing, data itu harus dikasih ke tracer dan mesti mencari 30 kontak erat mereka dalam seminggu terakhir. Kenyataanya kita mungkin hanya mendapatkan baru 4. 4 itu bukan seminggu tapi dalam 3 minggu. Susah sekali melacaknya dengan manual,” ucap Budi dalam siaran YouTube Kominfo, Selasa (12/1/2021).

Pernyataan itu diucapkan Budi dalam Penandatanganan Keputusan Bersama tentang Penyelenggaraan Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi COVID-19. Sistem Informasi ini merupakan kerjasama Kemenkes dan Kominfo dalam pembenahan data jelang pelaksanaan vaksinasi yang dimulai 13 Januari 2021.

Budi menjelaskan fenomena ini kerap menjadi masalah saat pemerintah butuh melacak orang-orang yang berkontak dengan pasien yang terinfeksi virus Corona. Menurut hal ini bisa diperbaiki dengan kerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam hal penggunaan nomor telepon genggam masyarakat RI untuk keperluan contact tracing.

Menurut Budi penggunaan nomor telepon ini bisa diintegrasikan dalam aplikasi Peduli Lindungi milik pemerintah. Bila hal ini bisa dilakukan, Budi yakin pemerintah dapat lebih mudah mencari siapa saja yang melakukan kontak dalam jarak 2 meter dalam 2 minggu terakhir pada setiap pasien COVID-19.

“Yang penting asal kita tahu nomor hp, asal pak Menkominfo mau kasih tau nomor HP ke Peduli Lindungi mungkin enggak usah butuh 3 minggu. Bisa 3 jam atau 3 menit,” ucap Budi.

Selain data nomor telepon, Budi juga berharap Kominfo dapat membantu Kemenkes di bidang lain. Misalnya perkara input data agar hasil tes COVID-19 bisa diketahui langsung dalam 1 hari alih-alih menunggu 3 hari bahkan seminggu.

Budi juga berharap Kominfo dapat membantu dalam hal sinkronisasi data agar tidak ada perbedaan data antara lab satu dengan lainnya, termasuk antara pusat dan daerah.


Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Gilang Ramadhan
DarkLight