Meningkatnya Permintaan Peti Jenazah Dampak Lonjakan Kasus Covid-19

Bengkel usaha pembuatan peti jenazah milik Yayasan Sahabat Duka yang berlokasi di komplek TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur pada Selasa (15/9/20). tirto.id/Hafitz Maulana
Semenjak awal meningkatnya angka kematian akibat COVID-19, Yayasan Sahabat Duka dibanjiri pesanan peti jenazah. Dalam sehari mereka memproduksi 10 hingga 20 peti jenazah peti jenazah, meningkat tiga kali lipat sebelum masa pandemi. tirto.id/Hafitz Maulana
Erman, seorang pekerja yang membuat peti jenazah di bengkel usaha Yayasan Sahabat Duka, Pondok Kelapa, Jakarta Timur. tirto.id/Hafitz Maulana
Peti jenazah berbahan kayu sengon umumnya dipesan oleh Rumah Sakit dan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI untuk selanjutnya dimodifikasi sesuai protokol pemulasaraan jenazah pasien COVID-19. tirto.id/Hafitz Maulana
Pembuatan peti jenazah berbahan kayu sengon umumnya dipesan oleh Rumah Sakit dan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI untuk selanjutnya dimodifikasi sesuai protokol pemulasaraan jenazah pasien COVID-19. tirto.id/Hafitz Maulana
Peti jenazah berbahan kayu sengon sebelum dicat. Tipe ini umumnya dipesan oleh Rumah Sakit dan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI untuk selanjutnya dimodifikasi sesuai protokol pemulasaraan jenazah pasien COVID-19. tirto.id/Hafitz Maulana
Ari, pekerja pembuat peti jenazah yang merangkap sebagai supir ambulance Yayasan Sahabat Duka, Pondok Kelapa, Jakarta, Selasa (16/9/20). tirto.id/Hafitz Maulana
Tumpukan papan kayu dari berbagai jenis yang digunakan membuat peti jenazah. Selain menggunakan kayu sengon, Yayasan Sahabat Duka juga melayani pemesanan peti jenazah berbahan kayu yang lebih kokoh seperti jenis kayu nangka dan duren dengan harga yang lebih tinggi. tirto.id/Hafitz Maulana
Lantai dua di bengkel usaha pembuatan peti jenazah digunakan untuk menyimpan peti yang telah rampung dibuat sebelum diambil oleh pihak pemesan. tirto.id/Hafitz Maulana
Tumpukan bantal dan kain perca putih di etalase dinding yang digunakan untuk melapisi peti jenazah. tirto.id/Hafitz Maulana
Beragam jenis tipe peti jenazah yang telah rampung diproduksi dibungkus plastik bening untuk menghindari debu yang menempel dipermukaan peti jenazah. Tipe peti jenazah di Yayasan Sahabat Duka terbagi berdasarkan kualitas material kayu yang digunakan. tirto.id/Hafitz Maulana
Erman, mengenakan masker saat menyelesaikan peti jenazah berbahan kayu sengon yang dipesan rumah sakit di Jakarta. tirto.id/Hafitz Maulana
Dalam sehari, para pekerja yang berjumlah enam orang memproduksi 10 hingga 20 peti jenazah, meningkat tiga kali lipat sebelum masa pandemi.
16 September 2020
Sejak enam bulan terakhir, Yayasan Sahabat Duka kebanjiran pesanan peti jenazah dari rumah sakit dan pemulasaraan jenazah (Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta) di bengkel usaha yang lokasinya beririsan dengan TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Dalam sehari, para pekerja yang berjumlah enam orang memproduksi 10 hingga 20 peti jenazah, meningkat tiga kali lipat sebelum masa pandemi. Umumnya, peti jenazah khusus COVID-19 yang dipesan berbahan kayu sengon, jenis peti jenazah yang biasa digunakan untuk jenazah tunawan. Namun, mereka juga melayani produksi peti jenazah berbahan kayu yang lebih kokoh seperti kayu nangka ataupun kayu duren dengan harga yang lebih tinggi.

Seiring meningkatnya jumlah kasus positif akibat COVID-19 di Jakarta, angka kematian pun terus dilaporkan bertambah. Berdasarkan data kasus terkonfirmasi COVID-19 di situs resmi Pemprov DKI pada hari Rabu (16/9/20) dilaporkan sebanyak 1.505 kasus positif COVID-19 terbaru dengan angka kesembuhan bertambah 945 orang, pasien yang dirawat meningkat 530 orang dan 30 orang meninggal.

DarkLight