Menhub Setop Pesawat Carter yang Angkut WNA Saat Mudik Dilarang

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 10 Mei 2021
Dibaca Normal 1 menit
Menteri Perhubungan melarang penerbangan pesawat carter dari luar negeri yang angkut WNA hingga 17 Mei.
tirto.id - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melarang penerbangan carter satu pesawat dari luar negeri ke Indonesia selama masa mudik dilarang hingga 17 Mei 2021.

Larangan bagi penerbangan asing itu berlaku setelah tiga kali dalam sepekan tiga pesawat cartes dari Cina membawa WNA ke Indonesia. Mereka datang dalam tiga gelombang dengan jumlah ratusan orang.

"Telah disetujui dalam rapat terbatas bahwa tidak ada lagi penerbangan carter dari luar negeri yang beroperasi melayani tenaga kerja asing selama masa peniadaan mudik hingga 17 Mei 2021. Menhub juga meminta para tenaga kerja asing untuk menunda perjalanannya," kata Budi Karya Sumadi, Senin (10/5/2021).

Terkait kepulangan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia melalui Kepulauan Riau, Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara, Kemenhub masih membolehkan. Kemenhub telah berkoordinasi dengan operator transportasi untuk menyiapkan kapal-kapal dan juga bus untuk mengangkut mereka sampai ke tempat tujuan akhir mereka.

Sebelumnya sebelumnya kloter pertama ada sebanyak 85 WN Cina dan 3 WNI yang tiba pada Selasa (4/5/2021) pukul 14.55 WIB di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta. Dari hasil pemeriksaan oleh Kemenkes, dua WN China positif Covid.

Kedua warga negara China tersebut kini tengah menjalani isolasi di salah satu hotel DKI Jakarta. Sampel keduanya juga langsung diambil untuk kemudian mengetahui apakah membawa varian baru Corona Inggris, Afrika Selatan, atau Corona India mutan ganda.

Kemudian kloter kedua ada 171 WN China kembali masuk ke Indonesia yakni pada Kamis (6/5/2021). Selanjutnya kloter ketiga tiba lagi sebanyak 160 WN China. Mereka tiba pada Sabtu (8/5/2021) pukul 05.00 WIB.



Baca juga artikel terkait LARANGAN MUDIK 2021 atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Zakki Amali
DarkLight