Mengenal Zoom Fatigue, Kelelahan Usai Melakukan Konferensi Video

Oleh: Ega Krisnawati - 18 September 2020
Dibaca Normal 1 menit
Terlalu lama melakukan komunikasi via video konferensi dapat memicu kelelahan akut. Fenomena ini kerap disebut dengan Zoom Fatigue.
tirto.id - Selama pandemi COVID-19, penggunaan Zoom untuk kegiatan konferensi video meningkat secara drastis. Menurut laporan cnbc.com, sejak Maret 2020, pengguna harian platform Zoom melonjak menjadi 200 juta, dari angka hanya 10 juta pada Desember 2019.

Selain menggunakan Zoom, banyak aktivitas video konferensi selama pandemi corona dilakukan pula dengan memanfaatkan layanan dari sejumlah platform lain, seperti Google Meet, Skype, dan sejenisnya.

Aktivitas dengan sarana konferensi video meningkat pesat seiring dengan pelaksanaan work from home (WFH), belajar dari rumah dan peralihan kegiatan komunikasi lainnya ke forum online pada saat pandemi terjadi.

Meskipun aktivitas konferensi video terkesan ringan dan hanya perlu dilakukan dengan menghadap layar komputer atau gadget, mereka yang terlalu sering melakukannya bisa mengalami kelelahan akut. Fenomena kelelahan ini kerap disebut Zoom Fatigue, merujuk ke platform konferensi video yang paling populer digunakan meski bisa juga terjadi pada pengguna aplikasi sejenis lainnya.

Anggota Dewan Pimpinan American Psychological Association (APA), Brian Wind menjelaskan ada sejumlah hal yang membuat aktivitas konferensi video bisa begitu melelahkan. Menurut Asisten Profesor di Departemen Psikologi Universitas Vanderbilt tersebut, interaksi dalam konferensi video jauh berbeda dengan proses pertemuan fisik secara langsung.

"Saat kita berinteraksi dengan orang secara langsung, kita tak hanya mendengarkan suara mereka dan melihat wajah mereka, kita juga menangkap isyarat sosial, seperti gerakan tangan, gerakan tubuh, dan bahkan energi seseorang," kata Brian, seperti dilansir Healthline.

Dia mengatakan, otak harus bekerja lembur agar dapat memproses informasi yang didapatkannya melalui konferensi video. Hal ini dapat memicu stres serta menghabiskan banyak energi, apabila dilakukan dalam waktu yang lama.

Sedangkan menurut Diana Concannon, psikolog dan dekan California School of Forensic Studies di Alliant International University, konferensi video juga memberikan efek tampil di atas panggung. Secara tidak langsung, seseorang akan diharuskan untuk tampil atau melihat dirinya sendiri saat sedang berbicara, sehingga membutuhkan lebih banyak energi daripada interaksi secara langsung.

Selain itu, aktivitas konferensi video juga menuntut konsentrasi penuh pada komunikasi, meski ia bisa dilakukan bersamaan dengan kegiatan lain. Di sisi lain, banyak orang merasa canggung untuk mengakhiri video konferensi di tengah komunikasi berlangsung.


Tips Mengatasi Zoom Fatigue

Masih mengutip Healthline, Brian Wind mengatakan Zoom Fatigue bisa dicegah dengan membatasi waktu menjalani aktivitas video konferensi. Mereka yang rutin melakukan aktivitas ini, harus tahu kapan untuk beristirahat. Lawan bicara dalam video konferensi pun perlu memahami batasan ini.

Sementara jika mengalami Zoom Fatigue, Brian Wind dan Diana Concannon memberikan sejumlah saran untuk mencegah kelelahan akut akibat kebanyakan ikut konferensi video sebagai berikut:

  • Lakukan "detoksifikasi digital"
  • Caranya: luangkan waktu pada siang hari dengan menjauhi gawai
  • Hidupkan mode pesawat di gawai 1-2 jam, sehingga pikiran bisa beristirahat
  • Luangkan waktu untuk menikmati pemandangan alam pada akhir pekan
  • Beri waktu buat otak untuk menstimulasikan hal-hal yang tidak terkait urusan digital
  • Saat melakukan video konferensi, lebih baik tidak mengaktifkan kamera
  • Cara di atas bisa membantu fokus dan menghindari banyak distraksi
  • Saat melakukan video konferensi, seimbangkan obrolan video dan teks.


Baca juga artikel terkait ZOOM atau tulisan menarik lainnya Ega Krisnawati
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Ega Krisnawati
Penulis: Ega Krisnawati
Editor: Addi M Idhom
DarkLight