Menuju konten utama

Mengenal Varian Baru Virus Corona di Inggris & Bagaimana Respons RI

Varian baru virus corona ditemukan menyebar di Inggris pada pertengahan Desember 2020. Kenapa jenis mutasi virus corona ini menarik perhatian?

Mengenal Varian Baru Virus Corona di Inggris & Bagaimana Respons RI
Calon penumpang melakukan rapid tes antigen di Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (23/12/2020). tirto.id/Andrey Gromico

tirto.id - Varian baru virus corona (Covid-19) yang diyakini memicu tingkat penularan lebih tinggi telah ditemukan di Inggris. Kemunculan varian baru ini menarik perhatian para ilmuwan dan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Pernyataan resmi telah dikeluarkan WHO perwakilan Eropa pada 22 Desember 2020 lalu, tentang apa saja langkah lembaga tersebut dalam merespons kemunculan varian baru virus pemicu Covid-19 itu.

Infografik BNPB Mutasi Virus Covid-19

Infografik BNPB Mutasi Virus Covid-19. tirto.id/Rangga

Untuk mendukung negara-negara di Eropa dalam merespons varian baru itu, WHO melakukan sejumlah langkah berupa: penilaian risiko; rekomendasi tentang studi virologi, sekuensing dan vaksinasi; menyusun panduan tentang tindakan yang diperlukan; dan komunikasi terkait risiko.

Penyebaran varian baru virus corona (SARS-CoV-2) bernama VUI-202012/01 (B.1.1.7) tersebut sudah dilaporkan otoritas Inggris dan Irlandia Utara pada 14 Desember 2020.

Penularan varian baru ini ditemukan dari 1.108 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Inggris, yang terdeteksi pada 13 Desember lalu. Otoritas kesehatan Inggris melaporkan bahwa varian baru ini menunjukkan ada perubahan genetik, dan dominan menyebar di kawasan bagian tenggara Inggris.

Masih mengutip keterangan WHO Eropa, para ilmuwan Inggris langsung melakukan serangkaian penyelidikan epidemiologi dan virologi guna mengetahui lebih lanjut efek dari perubahan sifat virus, seperti yang terkait tingkat penularan, keparahan penyakit, respons antibodi, dan efektivitas vaksin.

Sementara ini, varian baru virus corona itu diketahui jauh lebih menular dibanding jenis mutasi lainnya. Banyak ilmuwan Inggris menduga bahwa mutasi virus terbaru mungkin memicu gejala infeksi yang berbeda, mudah menular, dan meningkatkan kasus selama musim liburan akhir tahun 2020.

Sebenarnya, semua virus, termasuk Sars-CoV-2, selalu berubah saat beredar. Perubahan ini dapat menyebabkan perkembangan karakteristik virus, alias mutasi. Inilah mengapa WHO memantau perubahan virus corona dan mutasinya dengan cermat.

Mutasi virus ini juga menjadi alasan penting lainnya kenapa semua orang perlu mematuhi protokol kesehatan demi menghambat penyebaran Covid-19. Penyebaran virus corona yang terus berlanjut berpotensi besar menghasilkan lebih banyak mutasi dari waktu ke waktu.

"Varian baru yang terdeteksi di Inggris ini memiliki beberapa kombinasi mutasi, terutama pada gen S, dan terdapat tanda-tanda awal bahwa varian tersebut dapat menyebar dengan lebih mudah di antara manusia," demikian tulis WHO perwakilan Eropa.

Selain itu, ada indikasi bahwa varian baru tersebut dapat mempengaruhi kinerja alat diagnostik dalam mendeteksi Covid-19. Maka itu, investigasi cepat perlu dilakukan untuk mengukur validitas alat diagnostik yang tersedia dalam mendeteksi varian baru ini.

WHO menyarankan semua negara meningkatkan kegiatan riset genome sequencing SARS-CoV-2, berbagi data dengan peneliti internasional, dan melaporkan temuan mutasi virus yang sama.

Setidaknya ada tiga hal yang membuat varian baru virus corona di Inggris menarik perhatian para ilmuwan, berdasarkan laporan BBC.

Pertama, dengan tingkat penularan yang tinggi, varian baru virus corona (Sars-CoV-2 jenis VUI-202012/01) bisa dengan cepat menggantikan versi lainnya.

Kedua, varian baru virus corona di Inggris itu mengalami mutasi yang mempengaruhi bagian yang mungkin penting dari virus Covid-19 tersebut.

Ketiga, hasil riset laboratorium menunjukkan beberapa jenis mutasi virus corona mengalami peningkatan kemampuan dalam menginfeksi sel.

"Pengujian laboratorium diperlukan, tetapi apakah Anda ingin menunggu berminggu-minggu ataupun berbulan-bulan [untuk melihat hasil dan mengambil tindakan untuk membatasi penyebaran]? Mungkin tidak dalam kondisi saat ini," kata Prof Nick Loman, ahli dari Covid-19 Genomics UK Consortium, kepada BBC.

Respons Satgas Covid-19 soal Varian Baru Virus Corona

Pemerintah RI terus mengikuti perkembangan informasi terkait varian baru dari virus Covid-19 di Inggris. Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan, varian baru ini masih dikaji dan dianalisis urutan genetikanya.

Kata Wiku, kajian itu bertujuan untuk menentukan langkah-langkah yang akan diambil pemerintah RI, berdasarkan bukti ilmiah.

"Langkah surveilans akan terus diperkuat oleh pemerintah dengan terus memonitor perkembangan virus yang sangat dinamis ini," kata Wiku pada Selasa (22/12/2020), dikutip dari laman Satgas.

Satgas Covid-19 juga memutuskan untuk memberikan ketentuan tambahan (addendum) di Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang protokol kesehatan perjalanan orang selama libur hari raya natal dan menyambut tahun baru 2021 dalam masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Ketentuan tambahan itu memperketat persyaratan kedatangan ke Indonesia bagi WNI dan WNA dari kawasan Eropa dan Australia. Selain itu, Satgas melarang WNA asal Inggris masuk ke wilayah RI.

Isi ketentuan perjalanan pada masa libur akhir tahun 2020 itu bisa dilihat dengan mengakses link di bawah ini.

Link Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 terbitan Satgas Covid-19

Link Addendum Surat Edaran 3/2020 terbitan Satgas Covid-19

Terlepas adanya perkembangan varian COVID-19 terbaru, pemerintah tetap meminta masyarakat disiplin mematuhi protokol kesehatan 3M: memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Protokol kesehatan harus diterapkan di setiap aktivitas guna mencegah penularan Covid-19.

"Agar kita dapat melindungi diri sendiri dan orang terdekat dari COVID-19. Selain itu, pemerintah daerah penting memasifkan 3T, sehingga deteksi dini dapat dilakukan kepada masyarakat dan kontak eratnya yang positif COVID-19. Sehingga bisa [segera] mendapatkan perawatan," ujar Wiku.

----------------

Artikel ini diterbitkan atas kerja sama Tirto.id dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca juga artikel terkait KAMPANYE COVID-19 atau tulisan lainnya dari Addi M Idhom

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Addi M Idhom
Editor: Agung DH