Mengenal Vaksin COVID-19 Sputnik-V, Efikasi, & Efek Sampingnya

Oleh: Iswara N Raditya - 25 Agustus 2021
Dibaca Normal 2 menit
BPOM RI telah menerbitkan Izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) untuk penggunaan vaksin Sputnik-V di Indonesia.
tirto.id - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan Izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) terhadap vaksin Sputnik-V untuk program vaksinasi COVID-19 di Indonesia. Lantas, bagaimana tingkat efikasi vaksin yang dikembangkan di Rusia ini dan apa saja efek sampingnya?

Vaksin Sputnik-V atau Gam-COVID-Vac menjadi jenis vaksin ke-7 yang telah mendapatkan EUA dari BPOM setelah Sinovac (CoronaVac), Vaksin COVID-19 Bio Farma, AstraZeneca COVID-19 Vaccine, Sinopharm, Moderna, dan Comirnaty atau Pfizer. Pada Selasa (24/8/2021), BPOM memberikan persetujuan EUA untuk Sputnik-V.

“Badan POM akan terus mendukung pemerintah sesuai tugas pokok dan fungsinya dalam pengawasan obat agar masyarakat dapat mengakses vaksin COVID-19 yang telah memenuhi kualifikasi standar yang dipersyaratkan dengan segera,” tegas Kepala BPOM, Penny K. Lukito, terkait pemberian EUA vaksin Sputnik-V.

Mengenal Vaksin Sputnik-V

Sputnik-V atau Gam-COVID-Vac merupakan salah satu vaksin untuk pencegahan COVID-19 yang disebabkan oleh virus SARS-Cov-2. Vaksin ini dikembangkan oleh The Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology di Rusia dengan menggunakan platform Non-Replicating Viral Vector (Ad26-S dan Ad5-S).

Penggunaan vaksin Sputnik-V diperuntukkan bagi orang berusia 18 tahun ke atas. Vaksin ini diberikan secara injeksi intramuscular (IM) dengan dosis 0,5 mL untuk 2 (dua) kali penyuntikan dalam rentang waktu 3 pekan.

Kepala BPOM, Penny K. Lukito, mengatakan bahwa pemberian EUA untuk vaksin Sputnik-V telah melalui pengkajian secara intensif oleh BPOM bersama Tim Komite Nasional Penilai Khusus Vaksin COVID-19 dan Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

Ditegaskan oleh Penny K. Lukito, dikutip dari laman resmi BPOM, penilaian terhadap data mutu vaksin Sputnik-V juga telah mengacu pada pedoman evaluasi mutu vaksin yang berlaku secara internasional dan sudah memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) serta standar persyaratan mutu vaksin.

Sputnik-V awalnya didistribusikan di Rusia yang kemudian digunakan di 59 negara lainnya. Beberapa negara yang juga menggunakan vaksin Sputnik-V dalam pandemi COVID-19 di antaranya adalah Argentina, Belarusia, Hongaria, Serbia, Uni Emirat Arab, Pakistan, Filipina, dan lainnya.

Efikasi dan Efek Samping Sputnik-V

Tingkat efikasi atau keakuratan vaksin Sputnik-V untuk pencegahan COVID-19 terbilang tinggi. “Data uji klinik fase 3 menunjukkan Vaksin COVID-19 Sputnik-V memberikan efikasi sebesar 91,6% (dengan rentang confidence interval 85,6%-95,2%),” beber Penny K. Lukito selaku Ketua BPOM.

Penny K. Lukito juga mengungkapkan mengenai efek samping penggunaan vaksin Sputnik-V. Berdasarkan hasil kajian terkait keamanannya, efek samping Sputnik-V merupakan efek samping dengan tingkat keparahan ringan atau sedang.


Efek samping paling umum yang dirasakan setelah menerima vaksin Sputnik-V adalah gejala menyerupai flu yang ditandai dengan demam, menggigil, nyeri sendi (arthralgia), nyeri otot (myalgia), badan lemas (asthenia), ketidaknyamanan, sakit kepala, hipertermia, atau reaksi lokal pada bekas suntikan.

Meskipun telah mendapatkan vaksin COVID-19, tetap terapkan protokol kesehatan 5M dengan ketat yakni memakai masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Masyarakat juga diimbau untuk bijak dan berhati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan yang digunakan untuk penanganan COVID-19 serta tidak mudah terpengaruh dengan promosi produk obat, obat tradisional, maupun suplemen kesehatan dengan klaim dapat mencegah atau mengobati COVID-19.

Banner BNPB Info Lengkap Seputar Covid19
Banner BNPB. tirto.id/Fuad

Baca juga artikel terkait VAKSIN COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Iswara N Raditya
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Iswara N Raditya
Penyelia: Yantina Debora
DarkLight