Mengenal Tanda-tanda Kehamilan, dari Telat Haid hingga Mual

Oleh: Yandri Daniel Damaledo - 5 Juli 2019
Dibaca Normal 2 menit
Tanda-tanda kehamilan pada setiap perempuan berbeda-beda, namun yang paling umum terjadi adalah terlambatnya masa menstruasi dari jadwalnya.
tirto.id - Terlambatnya masa menstruasi dari jadwal yang seharusnya, sering dikaitkan sebagai tanda-tanda kehamilan. Namun, hal itu bisa saja berbeda pada setiap perempuan.

Memahami tanda-tanda kehamilan cukup penting bagi perempuan, karena setiap gejala yang dirasakan tubuh bisa jadi bukan berasal dari kehamilan.

Melansir dari Medicalnewstoday, kehamilan muncul dikarenakan sel sperma pria melakukan pembuahan pada sel telur perempuan.

Proses ini terjadi di tuba fallopi dan setelah itu maka terbentuklah zigot, hasil dari bersatunya sel ovum dan sel sperma, yang kemudian akan terus berkembang.

Selanjutnya, zigot yang berkembang akan menanamkan diri ke dinding rahim. Proses ini biasanya disebut sebagai implantasi dan terjadi sekitar 6-12 hari.

Menurut survei yang dilakukan oleh American Prengnancy Association, sebanyak 29 persen perempuan menyadari mundurnya siklus menstruasi mereka sebagai gejala pertama kehamilan. Gejala ini merupakan gejala paling umum yang dirasakan.

Menstruasi saat hamil masih bisa terjadi, akan tetapi darah yang dikeluarkan tidak akan banyak dan tidak akan terjadwal dengan rutin. Perlu diingat bahwa mundurnya masa menstruasi bisa jadi disebabkan oleh hal lain.

Survei tersebut menyebutkan, sebanyak 25 persen perempuan merasakan mual atau morning sickness di awal kehamilan mereka.

Gejala ini, biasanya berlangsung sekitar 2 sampai 8 minggu setelah pembuahan. Rasa mual bisa terjadi dengan atau tanpa muntah.

Mual bisa terjadi kapan saja dalam satu hari. Biasanya, hal ini terjadi pada trisemester pertama dan selesai pada waktu itu juga, namun ada beberapa perempuan yang merasakan mual sepanjang kehamilan.

Selanjutnya, sebanyak 17 persen perempuan merasakah perubahan di payudaranya sebagai tanda pertama kehamilan.

Perubahan tersebut berupa pembengkakan pada payudara. Perubahan ini biasanya dimulai sejak satu sampai dua hari pembuahan, yang diikuti dengan aerola yang ikut menggelap seiring bertambahnya usia kehamilan.

Pendarahan saat implantasi jarang terjadi sebagai tanda pertama kehamilan, namun survei ini menunjukan bahwa terdapat 3 persen orang yang merasakannya sebagai gejala pertama.

Pendarahan ringan yang terjadi biasanya kerap dihubungkan dengan pendarahan implantasi.

Beberapa perempuan akan merasakan perasaan seperti datang bulan disertai sakit disekitar abdomen.

Sebagiannya lagi bahkan tidak mengalami fase pendarahan ini, namun hal itu bukanlah masalah.

Beberapa perempuan merasakan kelelahan di awal kehamilan mereka, yang terjadi pada minggu pertama setelah pembuahan.


Penjelasan di atas merupakan tanda kehamilan yang biasanya dirasakan pertama kali. Berikut adalah beberapa tanda, seiring dengan bertambahnya usia kandungan.

- Sakit pada tulang belakang. Beberapa perempuan mengalami gejala ini pada fase pertama namun kebanyakan perempuan hamil mengalami sakit punggung ini sekitar minggu ke-27 hingga minggu ke-34

- Pusing. Para ahli mengungkapkan bahwa sakit kepala saat hamil diseababkan oleh naiknya hormon pada tubuh.

Sakit kepala saat hamil juga bisa disebabkan dari naiknya aliran darah. Ada sekitar 50 persen kenaikan volume pada aliran darah.

- Frekuensi kencing meningkat. Beberapa orang mengalami peningkatan frekensi buang air kecil, yang dimulai antara minggu ke-6 hingga minggu ke-8.

- Meningkatnya nafsu makan maupun penurunan nafsu makan

- Aerola akan menggelap. Proses ini biasanya berlangsung mengikuti pembengkakan payudara.

- Mood swing. Hal ini juga akan sering terjadi dikarenakan hormon yang kacau karena kehamilan.

Tanda kehamilan bisa berbeda pada tiap perempuan karena dipengaruhi berbagai faktor.

Bersamaan dengan usia kandungan maka perempuan akan merasakan beberapa gejala tiap trisemesternya.

Dilansir dari Medicalnewstoday, trisemester merupakan pembagian usia kehamilan per tiga bulan.

Pada trisemester pertama yaitu pada fase 12 minggu pertama, bayi dalam kandungan akan berkembang dengan cepat.

Pada fase ini wannita akan merasakan kelelahan, mual, pembekakan payudara, dan kencing yang meningkat dikarenakan kenaikan aliran darah di daerah ginjal.

Trisemester kedua berlangsung dari 13-28 bulan. perempuan akan mengalami kenaikan berat badan dan tubuh akan memproduksi cadangan lemak ekstra.

Calon ibu akan merasakan gerakan fetus di dalam perut. Pada trisemester kedua mual biasanya berkurang dan energi meningkat.

Pada trisemester ketiga yang berlangsung sekitar 29 minggu hingga kelahiran. Bayi yang ada di dalam kandungan akan membangun simpanan lemak di dalam tubuhnya, bayi akan memiliki kemampuan untuk mendengar, merasakan, dan kemampuan penglihatan akan meningkat.

Biasanya perempuan hamil akan merasakan sakit pada tulang belakang dan akan kesulitan untuk tidur dengan baik.

Meningkatnya frekuensi kencing disebabkan karena bayi dalam kandungan akan mendesak kandung kemih.

Beberapa perempuan hamil akan mengalami ganggguan pencernaan karena bayi dalam kandungan mendorong perut.

Kontraksi awal bisa terjadi pada trisemester ketiga yang bisa berlangsung beberapa hari atau minggu sebelum melahirkan.

Dokter menyebutnya kontraksi Braxton-Hicks/kontraksi palsu. Kontraksi ini terasa tidak begitu sakit, lebih mirip kram perut saat menstruasi. kontraksi Braxton-Hicks tidak mengindikasikan kelahiran.


Baca juga artikel terkait KEHAMILAN atau tulisan menarik lainnya Yandri Daniel Damaledo
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Agung DH
DarkLight