Mengenal Taman Nasional Komodo yang Jadi Proyek Jurassic Park

Oleh: Dinda Silviana Dewi - 27 Oktober 2020
Dibaca Normal 1 menit
Taman Nasional Pulau Komodo didirikan pada 1980 dan dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia dan Cagar Manusia dan Biosfer oleh UNESCO pada 1986.
tirto.id - Rencana pemerintah untuk membangun Taman Nasional Komodo menjadi destinasi wisata menarik dengan merenovasinya seperti film Jurassic Park ramai menjadi perbincangan warganet.

Bahkan hal ini sempat naik menjadi trending topic Twitter Indonesia. Mereka mengecam ide pemerintah tersebut karena akan membahayakan kelangsungan hidup komodo sebagaimana telah diwartakan ABC News.

Pemerintah pun telah mengalokasikan dana setidaknya Rp69 miliar untuk pengembangan Pulau Rinca.

Pulau Rinca dipilih untuk pengembangan geopark seluas 1,3 hektar dan gedung pusat informasi pun akan dibangun seluas 4.000 meter persegi di taman tersebut.

Mengenal Taman Nasional Komodo dan Pulau Komodo


Melansir Diveglobal.com, Taman Nasional Pulau Komodo didirikan pada 1980 dan dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia dan Cagar Manusia dan Biosfer oleh UNESCO pada 1986.

Pada awalnya, taman ini didirikan untuk melestarikan komodo (Varanus komodoensis) yang ditemukan pertama kali oleh JKH Van Steyn pada 1911.

Sejak saat itu, tujuan konservasi tersebut diperluas untuk melindungi seluruh keanekaragaman hayati baik laut maupun darat. Tak hanya itu, stok pembiakan ikan komersial untuk mengisi kembali daerah penangkapan ikan di sekitarnya pun dilakukan menerus.

Taman Pulau Komodo terbentang dengan tiga pulau besar yakni Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar. Di sekitarnya terdapat kurang lebih 26 pulau kecil dengan total luas permukaaan lebih dari 1.800 kilometer persegi.

Setidaknya, terdapat 4.000 komodo yang telah berkeliaran di wilayah tersebut selama sekitar satu juta tahun.

Sedangkan Pulau Komodo merupakan pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara.

Dinamakan Pulau Komodo karena pulau tersebut merupakan habitat asli hewan komodo. Lokasinya berada di sebelah timur Pulau Sumbawa, yang dipisahkan oleh Selat Tape.

Pulau Komodo sendiri merupakan dataran dengan perpaduan lereng bukit sabana kering yang sangat terjal, kantong vegetasi hijau, dan pantai berpasir putih cemerlang dengan air biru di atas karang.

Hal ini menjadi pemandangan eksotis dan sisi lain dari Pulau Komodo yang selama ini hanya dikenal karena pelestarian hewan purba tersebut.

Sementara itu, UNESCO telah mengatur manajemen dan pengelolaan Pulau Komodo untuk melindungi lanskap dan biota di dalamnya melalui Rencana Pengelolaan 2000-2025 dan Rencana Strategis 2010-2014.

“Rencana ini penting untuk memastikan system zonasi taman yang efektif dan menjamin keberlanjutan ekosistem properti,” tulis UNECO dalam situsnya.

Tidak hanya komodo, fauna lain yang tercatat hidup di pulau eksotis ini antara lain tikus endemic (Rattus rintjanus), kera pemakan kepiting (Macaca fascicularis), dan 72 spesies burung. Hewan laut yang dapa ditemukan termasuk paus biru, paus sperma, 10 spesies lumba-lumba, dugong, dan lima spesies penyu.



Baca juga artikel terkait TAMAN NASIONAL KOMODO TNK atau tulisan menarik lainnya Dinda Silviana Dewi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Dinda Silviana Dewi
Penulis: Dinda Silviana Dewi
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight